Menghitung Jejak Kaki SPK di Flores-Lembata: Ada Doa dari Uskup Larantuka Hingga Disebut Simbol Berkat di Lewobunga

Nuansa NTT1064 Dilihat

SATU minggu, adalah waktu yang dibutuhkan oleh Kolonel Cpl Simon Petrus Kamlasi untuk  menelusuri Pulau Flores dan Lembata. Kunjungan itu dimulainya, Jumat (26 April 2024) dan berakhir 4 Mei lalu. Dari Larantuka, Kolonel SPK, demikian dia disapa, bersama staf dan sejumlah rekannya, mengikuti beberapa agenda di Kota Reinha.

Tak terkecuali, harus sowan ke Uskup Larantuka, Mgr Fransiskus Kopong Kun, Pr di rumah keuskupan, di San dominggo Kecamatan Larantuka. Didampingi isteri tercinta, Kasrem 161/Wira Sakti Kupang kelahiran Oenasi-SoE itu membeber, inti pertemuanya dengan Uskup tak lain untuk bersilaturahmi sebagai seorang anak. Dan juga, ada program-program TNI yang sudah maupun akan dilaksanakan di wilayah keuskupan sehingga sudah sepatutnya dia berkunjung, sekaligus berdiskusi tentang kerjasama kedepannya.

Dan yang meneduhkan adalah, di akhir pertemuan, ada madah syukur dan doa berkat yang ditiraskan oleh Uskup Larantuka atas kunjungan Kasrem SPK. Jalan panjang di depan hanya dapat dilalui jika Tuhan bersama mereka.

Dari Larantuka, SPK bergeser ke Lembata. Disana sudah menanti sejumlah agenda penting, seperti mengunjungi lokasi pembangunan sumur bor dengan fasilitas yang hemat, yakni pompa hidram. Di Lembata, masyarakat tak mampu menyembunyikan rasa gembira mereka.

Baca Juga  Sukacita Menggema di Kapela Simon Petrus Lela, Pompa Hidram Bantuan Kasrem SPK Sudah Dinikmati, Dapat Kiriman Orgen Lagi

Ada tarian khas dan juga upacara adat Lamaholot saat Kolonel SPK tiba di Desa Riangbao Kecamatan Ile Ape, yang dilakonkan oleh para tokoh yakni Abu Thalib Taku. Disaksikan  camat Ile Ape, Laurensius Lebe, S.Sos didampingi Kades setempat Abdul Rahman Kusyadi Langoday, S.Pd dan para tetua.

“Saya ke lokasi ini untuk melihat dari dekat progress pembangunan sumur bor yang katanya sudah mencapai kedalaman 24 meter. Syukurlah, nanti airnya bisa dinikmati oleh warga desa disini,”ujar SPK.

Air merupakan kunci keberhasilan pertanian di Riangbao dan Ile Ape secara keseluruhan. Ini terbaca dalam setiap keresahan warga saat diskusi. Bukan sekali mereka gagal tanam karena siklus curah hujan yang sudah berubah. Iklim yang tak menentu ini membuat mereka kesulitan menerka kapan musim tanam yang baik.  Banyak kebun yang sudah diolah, siap ditanami, namun kapan, mereka pun tidak bisa memastikannya.

“Solusi yang kita cari selama ini sudah diberikan oleh Bapak Kasrem, karena kita dihadapkan oleh krisis pangan serius. Saya juga sudah berkoordinasi dengan kepala desa dan kita pastikan air yang diberikan oleh Bapak Simon Petrus Kamlasi ini kita gunakan untuk lahan pertanian di Riangbao,”ungkap camat Laurensius Lebe serius.

Baca Juga  Bupati Yos Lede Catat Sejarah di NTT, Gelar Konsolidasi Karang Taruna Terbesar Kumpulkan Hampir Seribu Tokoh

Sekembalinya dari Lembata, SPK masih harus bergeser ke Tempat Wisata Balela. Ada decak kagum dari perwira lulusan AKMIL ini manakala dia menyaksikan pesona pantai yang eksotik. Tempat wisata ini ibarat gadis yang sudah dipercantik, dan tangan yang bertanggungjawab mempercantiknya adalah Jones Ekaputra Lamury anak tanah yang didaulat menjadi kepala desa di Balela.

Destinasi wisata yang menjadi rumah kedua bagi para pelaku UMKM ini, kini menjadi buah bibir dimana-mana karena keelokan serta kenyamanan bagi siapa saja yang datang.

“Sangatlah menarik, hanya kita berpesan, tolong jaga agar yang sudah ada ini jangan dirusak lagi. Dan jaga agar jangan ada yang buang sampah sembarangan,”tegas Kolonel SPK.

Dua kabupaten ini, yakni Flores Timur dan Lembata, masyarakat sangatlah membutuhkan air. Masih di Flores Timur,  saat bertatap muka dengan warga Dusun 2 Sadi Bunga Desa Lewobunga, para tokoh disana mengakui, berulangkali mereka melakukan pengeboran namun selalu nihil. Sumber air yang ditemukan adalah air permukaan sehingga pada musim kemarau, sumur itu pun kering.

Baca Juga  Ibu Guru Pejalan Kaki 6 Km Sehari di Sikka Ini Jadi Inspirasi Hebat, Mario Vieira: Wadah Foundation Pastikan Dia Tak Sendirian

Naluri SPK sebagai seorang prajurit memaksanya untuk bergerak cepat. Tanpa menunggu lama, dia menuju ke lokasi sumur bor yang selama ini digunakan oleh masyarakat. Dan saat itu juga dia mengambil keputusan, tim Geo Listrik dari Korem 161/Wira Sakti Kupang segera turun tangan.

“Setelah saya lihat, saya langsung perintahkan tim untuk turun dan melakukan survei sehingga kita bisa tahu dimana sumber airnya yang paling besar agar harus segera dibor.  Tujuannya untuk membantu masyarakat disini, kasian mereka susah sekali,”ujar SPK.

Ungkapan tulus keluar dari Kepala Desa Lewobunga, Hendrikus Poi Aran. Kini mereka boleh menarik napas lega karena sudah dikunjungi dan diberikan solusi.

“Ada 100 KK yang kesulitan air bersih disini sehingga bagi kami, kehadiran Pak SPK adalah berkat besar, dan kami berharap ini menjawab kebutuhan kami. Air ini akan dipakai tidak saja untuk kebutuhan minum melainkan sedapat mungkin untuk pertanian seperti sayuran, palawija dan sebagainya,”ujar pria bertubuh tinggi berambut panjang ini. (Rhey/Stenly/Bersambung)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan