Kupang (MEDIATOR)–Pemerintah Kabupaten Kupang sangat serius dengan penyiapan kuota sapi yang nantinya dikirim ke luar daerah menyongsong hari raya Idul Adha. Kamis (26/2) pagi, Sekretaris Dinas Peternakan Kabupaten Kupang, Octhavyha Manulangga mengunjungi tiga lokasi besar penampungan sapi. Masing-masing milik Ketua Himpunan Pengusaha Ternak Sapi dan Kerbau (HP2SK) NTT, Tono Sufari Sutami, Bernard Ratu Ke dan Jack Nitti (Dari asosiasi PEPPSI). Ketiga kandang ini berlokasi di Desa Oelomin Kecamatan Nekamese Kabupaten Kupang.
Terpantau media ini, Octhavyha pertama mendatangi Tono di kandangnya dan mengkonfirmasi kuota yang diberikan serta kesiapan ternak dari mereka. Saat itu dia menuju kandang dan melihat dari dekat ternak-ternak yang diikat di dalam kandang. Disana ditemukan jumlanya 70-an ekor sapi.
Dari lokasi pertama, Octhavyha menuju ke lokasi kedua, yakni kandang milik Bernard yang letaknya juga di Nekamese. Disana ditemukan sekitar 100-an ekor sapi yang tambun, dan diikat pada tiang-tiang yang dijejer rapi, ada yang menggunakan atap dan ada yang tidak. Bernard mendampingi Octhavyha di lokasi ini. Sementara di lokasi ketiga, Octhavyha melakukannya sendiri karena pemilik kandang sedang berada di luar kota dan hanya stafnya saja yang mendampingi. Disana juga 100-an ekor sapi sedang diberi minum dan diikat pada tiang yang disiapkan dalam sebuah kandang berukuran sedang.
Kepada Mediatorkupang.com, Tono menjelaskan bahwa ada 24 perusahaan yang bernaung di bawah asosiasi yang dia pimpin dan sejauh ini hanya 11 yang memperoleh kuota pengiriman.
“Kami mendapat kuota 1000 ekor sapi,”jelas Tono singkat.
Sementara Octhavyha Manulangga yang diwawancarai di lokasi, menjelaskan bahwa kunjungannya ini adalah sebuah kunjungan rutin untuk memastikan semua proses berjalan baik sesuai SOP.
“Pagi ini saya ditugaskan mengecek kesiapan sapi dari Kabupaten Kupang untuk memenuhi kebutuhan sapi padahari raya Idul Adha nanti. Kuota kita dari Kabupaten Kupang berjumlah 12.628 ekor sehingga memang harus dicek satu persatu sehingga hanya yang layak saja yang diikirimkan,”tegas Octhavyha menambahkan sapi-sapi ini akan dikirim untuk tujuan Samarinda dan Jakarta.
Masih menurutnya, sudah menjadi sebuah kewajiban bagi institusi untuk menemui pengusaha dan mengkonfirmasi kesiapan mereka dalam memenuhi kuota yang diberi. Tanggungjawab ini harus dilaksanakan sehingga kedepan tidak menjadi polemik dan isu liar yang menjebak. (BOY)






