Tiga Asesor Kemenkominfo Evaluasi Smart City di Kota Kupang, Andre Otta Beber Kalender Iven dan Pemberdayaan UMKM

Metro5853 Dilihat

Kupang (MEDIATOR)—Tiga orang asesor dari Kementerian Koinfo RI, Rabu (14/6) pagi tadi melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program Smart City di Kota Kupang. Untuk diketahui, Kota Kupang masuk dalam salah satu daerah di Indonesia yang melaksakan program ini. Adapun ketiga asesor ini yakni Dedy Sushandoyo, adalah seorang Akademisi Institut Teknologi Bandung, berikutnya Farid Subkhan, dari Citiasia dan terakhir, Wing Wahyu, berasal dari STIE YKPN Yogyakarta.

Acara yang berlangsung hanya satu jam, dan digelar secara virtual melalui zoom meeting ini, menghadirkan sejumlah pihak yakni Pemerintah Kota Kupang dalam hal ini diwakili oleh Sekretaris Dinas Kominfo, Wildrian Ronald Otta, SSTP., M.Si., para tenaga pendamping, media serta organisasi kepemudaan, yakni Karang Taruna Kota Kupang yang dihadiri ketua, Stenly Boymau.

Dalam pemaparan materinya, Wildrian Ronald Otta menjelaskan secara detail bahwa pelaksanaan Smart City di Kota Kupang mengacu pada sejumlah regulasi diantaranya tiga Perwali serta roadmap Smart City Kota Kupang 2019-2028. Sosok yang kerab disapa Andre itu pun mengurai soal aktivitas yakni kelembagaan smart city, serta bentuk atau pelaksanaan program di lapangan dan juga infrastruktur penunjang. Adapun program Smart City diantaranya smart governance, smart branding, smart living, smart environment, smart economy dan smart society.

Khusus untuk smart governance, Pemkot Kupang berhasil menghadirkan inovasi aplikasi SODAMOLEK, Aplikasi SiHebat, serta Aplikasi SIMPEG. Dan yang membanggakan adalah, dalam eksekusi di lapangan, terdapat banyak kemudahan dalam program smart city ini. “Saya contohkan, dalam pelaksanaan Aplikasi SiHebat ini kita berhasil menghemat biaya untuk pembelian bahan bakar senilai milyaran rupiah setahun. Dan melalui mekanisme ini, kita berhasil mengidentifikasi seluruh kendaraan dinas milik pemerintah, dan keberadaannya,”tegas Andre.

Baca Juga  Moment Upacara HUT RI Terakahir, Firmanmu Mohon Pamit
SMART CITY. Suasana evaluasi program smart city yang dilaksanakan secara virtual, Rabu pagi tadi.
Foto: Tangkapan layar zoom/Mediatorkupang.com

Sementara dalam program Smart Branding, selain Tenun Ikat Sepe, belum lama ini Penjabat Walikota Kupang, George Hadjoh meluncurkan Wisata Kuliner Palapa yang berlokasi di Jl. Palapa, Kelurahan Oebobo. Di lokasi inilah Pemkot Kupang memfasilitasi pertumbuhan sektor UMKM. Serta dalam program Smart Economy, Pemkot Kupang seperti dijelaskan oleh Andre, menghadirkan regulasi pendukung, mengawal pertumbuhan UMKM dengan model pembayaran secara ditgital dan kini, kolaborasi dengan Bank NTT, sudah menghadirkan 1.913 pengguna QRIS Bank NTT. Pemkot juga sudah melakukan pelatihan digital marketing kepada 6.000 UMKM.

“Pemerintah Kota Kupang juga melalui Dinas Pariwisata dan Ekraf melakukan iven reguler, bekerjasama dengan pihak kelurahan sesuai dengan tradisi dan budaya di setiap wilayah. Salah satu bentuknya adalah kalender iven di setiap kelurahan,”jelas Andre lagi.

Baca Juga  George Hadjoh : Media Sebagai Hati, Pikiran, Mata dan Telinga Saya

Penjelasan-penjelasan ini mendapat respon positif dari para asesor, manakala mereka mensupport agar yang ada terus dibenahi. Termasuk dalam manajemen pelaksanaan program berbasis digital yang tidak sulit, karena tinggal dimaksimalkan koordinasi lintas instansi. ”Sekilas amatan saya tidaklah sulit, tinggal koordinasi lintas instansi saja,”tegas Farid Subhkan salah satu asesor,”tegasnya. (KJR)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *