Yopi Lati Pimpin Tim KPID NTT Datangi TVRI, Semua Warga Harus Bisa Akses Siaran Piala Dunia

Nuansa NTT344 Dilihat

KUPANG – Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Nusa Tenggara Timur (NTT) , Yohanes Hamba Lati, beraudiensi dengan manajemen TVRI NTT, Selasa (10/6/2026). Kunjungan ini untuk mendorong TVRI agar memperluas jangkauan siaran Piala Dunia 2026 di wilayah NTT yang saat ini baru mencapai 47 persen.

Jurnalis senior yang lebih akrab disapa Yopi Lati ini memimpin tim dari KPID NTT berkunjung ke TVRI NTT guna memastikan kesiapan lembaga penyiaran publik itu menjelang penyelenggaraan Piala Dunia.

Pertemuan yang berlangsung di kantor TVRI NTT itu dihadiri Kepala Stasiun, Jefry bersama jajaran.  Sementara Yopi didampingi Kekson Salukh selaku wakil ketua, Koordinator Bidang Isi Siaran Fredrikus Royanto Bau, Koordinator Bidang PKSP Aulora Agrava Modok, serta anggota KPID Yohanes AR Teme, dan Trisna Lilyana Dano.

Lebih jauh Yopi mengatakan, masyarakat NTT harus dapat menikmati siaran Piala Dunia secara gratis mengingat TVRI telah memperoleh hak siar ajang sepak bola terbesar dunia tersebut.

“KPID NTT melakukan kunjungan silaturahmi kepada TVRI NTT untuk memastikan persiapan jelang Piala Dunia. Karena TVRI mendapat hak siaran sehingga perlu dipastikan bahwa masyarakat NTT bisa mengakses nonton bareng Piala Dunia secara gratis,”katanya.

Ia menyampaikan apresiasi kepada TVRI Pusat maupun TVRI NTT yang telah berupaya menghadirkan siaran hiburan bagi masyarakat melalui tayangan Piala Dunia. Namun, KPID NTT masih menerima berbagai keluhan dari masyarakat di sejumlah wilayah yang belum terjangkau siaran TVRI.

Baca Juga  Pasien Kanker Tulang Ganas Dirujuk ke Bali atas Karya Mulia Yayasan Danielle dan Relawan

“Kami mendapat keluhan dari masyarakat NTT khususnya di daerah Sabu Raijua, Rote Ndao dan beberapa wilayah lainnya karena mereka tidak mempunyai pemancar TVRI sehingga masih kesulitan mengakses siaran Piala Dunia,” ujarnya.

Karena itu, KPID NTT meminta TVRI Pusat dan TVRI NTT memberikan perhatian khusus kepada masyarakat di kawasan tertinggal, terdepan dan terluar (3T).

“Kami minta TVRI untuk membantu masyarakat di kawasan daerah 3T agar niat baik pemerintah pusat untuk menghibur masyarakat benar-benar dirasakan masyarakat,” tambahnya.

Dia berharap TVRI Pusat dapat memberikan dukungan sarana dan prasarana kepada TVRI NTT guna memperluas jangkauan siaran yang saat ini masih terbatas.

“Kami berharap TVRI Pusat bisa membantu TVRI NTT dari aspek sarana prasarana sehingga bisa memperluas jangkauan siaran Piala Dunia di wilayah NTT yang saat ini masih mencapai 47 persen,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Stasiun TVRI NTT, Jefry mengakui bahwa jangkauan siaran TVRI di NTT saat ini baru mencapai 47 persen dan masih masuk kategori zona merah.

Menurut Jefri, TVRI NTT saat ini mengoperasikan 10 pemancar daerah yang menjangkau Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan (TTS), Timor Tengah Utara (TTU), Belu, Malaka, Manggarai Barat, Manggarai, Ende dan Maumere.

Sementara itu, sejumlah daerah seperti Sabu Raijua, Alor, Rote Ndao, Lembata, Flores Timur dan beberapa wilayah lainnya sebenarnya telah memiliki sarana dan prasarana pendukung, namun peralatan penyiarannya belum siap digunakan.

“Sedangkan wilayah Pulau Sumba sebenarnya TVRI sudah ada pemancar di Waingapu tetapi power-nya sudah rusak. Dan sebenarnya kita minta perbaiki tetapi karena efisiensi belum bisa dilakukan,” jelas Jefry.

Baca Juga  Andre Garu Hadiri Misa Pentahbisan Uskup Labuan Bajo, Mohon Restu di Pilgub NTT

Ia menuturkan, khusus Kabupaten Malaka, daya pancar yang tersedia masih memiliki jangkauan yang terbatas sehingga belum mampu menjangkau seluruh wilayah, sehingga ia menyarankan masyarakat yang ingin menggelar nobar tidak boleh jauh dari radius enam kilo meter.

Untuk mengatasi keterbatasan jangkauan siaran di NTT selama penyelenggaraan Piala Dunia, TVRI NTT akan menyalurkan bantuan parabola digital kepada masyarakat di daerah blank spot.

“Yang blank spot kami sumbang parabola setiap titik untuk diberikan kepada masyarakat secara gratis supaya masyarakat bisa menggelar nonton bareng Piala Dunia selama satu bulan. Minimal satu daerah satu titik,” ujarnya.

Tim KPID NTT saat berada di Stasiun TVRI NTT.
Foto: Dok

Lanju Jefry, masyarakat yang ingin menggelar nonton bareng secara komunitas dapat mengajukan izin secara gratis melalui mekanisme pemindaian barcode yang disediakan TVRI.

“Bagi masyarakat yang ingin menggelar nobar silakan datang ke kami untuk scan barcode secara gratis. Kalau yang mau komersial itu berbayar, tetapi yang komunitas atau masyarakat itu gratis. Setiap titik itu kami dorong melibatkan UMKM lokal sehingga ada perputaran ekonomi,” katanya.

Selain itu, TVRI NTT juga terus memperkuat konten lokal. Bahkan, menurut Jefry, target konten lokal yang ditetapkan telah terlampaui.

Ia menambahkan, saat ini TVRI NTT menayangkan siaran lokal setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 19.00 WITA.

Sementara itu, Wakil Ketua KPID NTT, Kekson Salukh, memberikan apresiasi atas keberhasilan TVRI memperoleh hak siar Piala Dunia 2026. Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran.

Baca Juga  Luar Biasa… Performance Desa Binaan Bank NTT Layak Diapresiasi

Kekson juga mengapresiasi kebijakan TVRI NTT yang membantu masyarakat di wilayah blank spot melalui bantuan parabola digital.

“Sambil kita menunggu pembangunan pemancar baru, kita sangat mengapresiasi TVRI NTT yang hari ini mau hadir dan membantu masyarakat lewat bantuan parabola sehingga masyarakat juga bisa menyaksikan tayangan Piala Dunia,” ujarnya.

Selain itu, ia mendorong TVRI NTT menghadirkan program khusus bertajuk Road to World Cup yang mengangkat kisah inspiratif para pesepak bola asal NTT yang bisa menginspirasi generasi muda NTT untuk mencapai mimpinya sebagai pemain sepak bola nasional bahkan internasional.

“NTT itu banyak legenda sepak bola. Saat ini saja ada beberapa anak muda asal NTT yang berkiprah di dunia sepak bola tanah air. Saya pikir perlu diangkat bahwa anak-anak NTT itu juga bisa, dan mampu menjadi pemain sepak bola asal ada kemauan untuk berlatih dan mau bangkit,” katanya.

Menanggapi usulan tersebut, Jefry mengatakan TVRI NTT telah menggagas program olahraga baru bernama Sporti yang secara khusus mengangkat kisah para pesepak bola asal NTT.

“Kami telah membuat program baru namanya Sporti. Kemarin tim telah melakukan perekaman yang mengangkat kisah pemain sepak bola asal NTT, Alsan Sanda dan akan tayang hari Selasa,” pungkasnya. (RLS/KPID-NTT/BOY)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan