Mendiang Lukas Kaborang di Mata Esthon: Pemberani yang Lahir dari Rahim Tana Marapu

Nuansa NTT342 Dilihat

Waingapu–Lukas Mbadi Kaborang sudah dimakamkan pada 21 Mei 2026, tepat di hari kelahirannya. Mantan Bupati Sumba Timur periode 1994-1999 itu meninggal dunia pada 21 April 2026.

Namun tokoh hebat yang sukses mengarsiteki Sumba Timur itu dikenang sebagai pamong praja pemberani.

Pengakuan ini terlontar dari mulut Esthon Leyloh Foenay, anggota Fraksi Gerindra DPR RI.

Teriknya panas tana humba siang itu, tidak menyurutkan niat Esthon, untuk datang melayat. 21 Mei 2026 siang itu Lukas akan dimakamkan.

Lukas baginya bukan hanya sekedar sahabat melainkan keluarga. Ada benang merah hubungan kekeluargaan yang terjalin antara mereka yang dijaga erat turun temurun.

Baca Juga  Esthon Foenay Menyampaikan Selamat Memperingati Jumat Agung dan Paskah

Berpakaian adat lengkap suku Helong, Esthon berjalan perlahan menuju rumah utama tempat disemayamkannya jenazah sosok yang sangat disegani itu.

Berkacamata hitam, Esthon menapaki satu demi satu anak tangga. Diatas dia sudah disambut keluarga Sumba. Seluruhnya mengenakan busana adat Sumba yang megah.

Esthon pun menuju peti jenazah, tangannya diangkat menyentuh keranda.

Tak lama, dia pun menyapa satu persatu sanak saudara yang berdiri maupun duduk, di dalam tempat persemayaman.

Di halaman, ribuan warga tumpah ruah.

Mereka khusuk mengikuti upacara pemakaman mendiang Lukas Kaborang.

Dalam ungkapan hatinya, Esthon dengan nada tenang menyampaikan, almarhum Lukas adalah sosok tegas dan berani dalam setiap keputusan.

“Almarhum bukan hanya sekedar politisi, melainkan birokrat sejati yang mengorbankan hidupnya untuk pelayanan kemasyarakatan. Almarhum juga merupakan sosok pemberani yang tegas dalam mengambil keputusan semasa hidupnya,”tegas wakil gubernur NTT periode 2008-2013 itu.

Baca Juga  GMKI Kupang Gelar Konfercab ke-XXVIII, Dituntut Jadi Teladan dan Dititipi Kasus Oknum Pelayan Asusila

Legacy yang ditinggalkan almarhum sangatlah terasa, dan berkontribusi pada kemajuan tanah leluhurnya, Bumi Marapu.

“Karenanya, jejak yang ditinggalkan almarhum dapat dijadikan bagian pembelajaran untuk membangun Sumba Timur lebih baik lagi,”tambah Esthon.

Dikutip dari Sabanapedia.com, moment itu dihadiri tiga anggota DPR RI dapil NTT II. Mereka diantaranya Esthon Leyloh Foenay, Ketua Fraksi Partai NasDem, Victor Bungtilu Laiskodat dan anggota Fraksi Partai Golkar, Umbu Kabunang Rudi Yanto Hunga. Ikut hadir saat itu, Bupati dan Wakil Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali dan Yonathan Hani.

Esthon dan Victor Laiskodat kemudian oleh keluarga diberi kesempatan memberikan sambutan menegaskan, almarhum memiliki tiga prinsip dalam hidupnya yang menunjukkan diri almarhum patut untuk disejajarkan dalam daftar orang-orang hebat.

Baca Juga  Kolonel SPK Buktikan Negara Hadir Untuk Rakyat Manggarai, Pompa Hidram Sukses Turunkan Angka Stunting

Ketiga karakter tersebut adalah ketegasan, keberanian dan kepedulian terhadap kepentingan banyak orang. (Net/boy)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan