Dua Doktor Baru FEB UKSW Angkat Isu Pertumbuhan Berkelanjutan dan Perilaku Investor Generasi Z 

INFO UKSW459 Dilihat

Salatiga–Perjalanan akademik panjang yang ditempuh dengan ketekunan, disiplin, dan dedikasi akhirnya mengantarkan dua promovendus Program Doktor Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), yakni Lusianus Heronimus Sinyo Kelen dan Agape Desfandi, meraih gelar Doktor Manajemen. Yudisium keduanya digelar pada Kamis dan Jumat (21–22/05/2026). Melalui riset yang berangkat dari isu strategis mengenai keberlanjutan bisnis dan keuangan perilaku, keduanya menghadirkan kontribusi akademik yang relevan dengan dinamika ekonomi global dan tantangan tata kelola modern.

Dr. Lusianus Heronimus Sinyo Kelen, dosen Program Studi Manajemen Universitas Kristen Wira Wacana (Unkriswina) Sumba, mempertahankan disertasi berjudul “Aspek Dinamis Tingkat Pertumbuhan Berkelanjutan dan Pengaruhnya terhadap Kinerja Perusahaan: Peran Moderasi Kinerja Environmental, Social, and Governance (ESG) serta Usia Perusahaan.” Penelitian tersebut merekonstruksi teori Sustainable Growth Rate dari pendekatan statis menjadi dinamis dengan meninjau pengaruh pandemi COVID-19 serta dinamika geopolitik global terhadap pertumbuhan berkelanjutan perusahaan.

Melalui penelitiannya, Dr. Lucianus Heronimus Sinyo Kelen mengkaji bagaimana perusahaan dapat tetap bertumbuh secara berkelanjutan di tengah ketidakpastian global, seperti pandemi COVID-19 dan dinamika geopolitik dunia. Penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan struktur modal menjadi faktor penting dalam menjaga pertumbuhan perusahaan, sementara penerapan aspek Environmental, Social, and Governance (ESG) turut membantu meningkatkan kinerja perusahaan dalam jangka panjang. “Perusahaan tidak hanya perlu mengejar keuntungan, tetapi juga harus memperhatikan tata kelola, lingkungan, dan aspek sosial agar mampu bertahan dalam situasi ekonomi yang terus berubah,” ungkapnya.

Baca Juga  Fakultas Psikologi UKSW Salatiga Rayakan Dies Natalis Seperempat Abad, Rektor Intiyas Pesan Tingkatkan Kolaporasi

Selama menempuh studi doktoral, Dr. Lusianus aktif menghasilkan publikasi ilmiah pada jurnal nasional maupun internasional bereputasi. Sebagian hasil penelitiannya juga dipresentasikan dalam The 7th Asia Conference on Business and Economic Studies (ACBES 2025) di Vietnam serta memperoleh pendanaan hibah Penelitian Disertasi Doktor (PDD) dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tahun 2025.

Sementara itu, Dr. Agape Desfandi mengangkat disertasi bertajuk “Pembingkaian Risiko Etika dan Return terhadap Konsistensi Investor dalam Membentuk Portofolio Saham: Peran Attachment to God”. Penelitian tersebut menelaah peran religiusitas afektif dalam pengambilan keputusan investasi etis melalui pendekatan keuangan perilaku.

Melalui eksperimen kuantitatif terhadap investor Generasi Z, penelitian ini menemukan bahwa individu dengan Attachment to God yang kuat cenderung memiliki preferensi portofolio etis yang lebih stabil dibandingkan kelompok dengan keterikatan religius yang rendah. Temuan tersebut memperlihatkan bahwa dimensi spiritualitas dapat menjadi faktor kontekstual yang mempengaruhi keputusan investasi ketika individu dihadapkan pada pertimbangan moral dan finansial secara bersamaan.

Baca Juga  Kontribusi Nyata UKSW: Mahasiswa FISKOM Rancang Logo Yayasan Rumah Harapan Sejahtera

“Temuan ini menunjukkan bahwa religiusitas afektif tidak hanya menjadi aspek personal, tetapi juga dapat mempengaruhi bagaimana seseorang mengambil keputusan investasi yang etis dalam situasi yang kompleks,” ungkap Dr. Agape Desfandi dalam pemaparan disertasinya.

Selain aktif dalam dunia akademik, Dr. Agape Desfandi juga memiliki pengalaman profesional di bidang konstruksi, manajemen proyek, dan pengelolaan bisnis. Ia terlibat dalam berbagai proyek strategis nasional sekaligus aktif dalam pelayanan sosial dan gerejawi.

Kolaborasi Bermakna

Dalam sambutannya, Promotor Profesor Apriani Dorkas Rambu Atahau, P.hD., turut menekankan bahwa perjalanan doktoral bukan sekadar capaian intelektual, melainkan proses pembentukan karakter akademik yang menuntut integritas ilmiah, ketekunan, dan tanggung jawab moral dalam pengembangan ilmu pengetahuan. “Gelar doktor bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal dari tanggung jawab intelektual yang lebih besar untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan secara kritis, objektif, dan beretika,” tegasnya.

Senada dengan hal tersebut, Dekan FEB UKSW, Dr. Yefta Andi Kus Noegroho, menyampaikan bahwa fakultas terus berkomitmen memperkuat kualitas akademik dan jejaring kolaborasi lintas institusi. “Kami berharap para doktor baru dapat terus menghadirkan kontribusi nyata melalui penelitian, pengembangan institusi, serta kolaborasi akademik yang berdampak luas bagi masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga  Dua Anaknya Kuliah di UKSW, Lurah di Kota Kupang Ini Beber Alasan Membanggakan

Sementara itu, Rektor Unkriswina Sumba, Umbu Ho Ara, menegaskan pentingnya kolaborasi antar lembaga pendidikan tinggi dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. “Kolaborasi antar lembaga menjadi kekuatan penting dalam menghadapi perkembangan dunia pendidikan tinggi yang semakin dinamis. Pengalaman dan kualitas sumber daya manusia yang dimiliki setiap institusi merupakan modal besar untuk bertumbuh bersama,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung proses studi tersebut serta berharap kerja sama dengan UKSW terus berkembang dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga pengembangan studi lanjut S2 dan S3.

Melalui capaian ini, UKSW turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4 pendidikan berkualitas, SDGs ke-8 pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, SDGs ke-9 industri, inovasi, dan infrastruktur, serta SDGs ke-17 kemitraan untuk mencapai tujuan. Capaian ini juga sejalan dengan Asta Cita poin ke-4 dalam penguatan sumber daya manusia, sains, teknologi, dan pendidikan, serta poin ke-6 dalam membangun tata kelola ekonomi dan kelembagaan yang produktif, inovatif, dan berkelanjutan. (RLS/UKSW/BOY)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan