KUPANG—Ada yang menarik dalam malam Pentas Budaya Nusantara yang digelar oleh Jemaat GMIT Lanud El Tari Penfui, Jumat (29/5/2026) malam. Sejatinya acara yang sarat dengan nuansa kebudayaan ini mengusung sebuah spirit yang sangat mulia. Yakni tidak saja memperkokoh persekutuan lintas jemaat melainkan untuk menyelamatkan bangsa dari isu perpecahan yang kian kencang akhir-akhir ini.
Ketua Majelis Jemaat GMIT Lanud El Tari Penfui, Pdt. Helda Mimi Sir Seo, S.Th., kepada wartawan menegaskan hal itu.
“Kegiatan ini sebagai liturgi kehidupan. Ada nilai-nilai budaya yang menjadi perekat yang menghidupi persekutuan. Kita tahu bahwa saat ini sangat kencang isu perpecahan di media sosial, dan semua sungguh nyata di depan mata. Padahal kita memiliki nilai-nilai budaya yang bisa mempersatukan,”tegasnya menambahkan kegiatan ini tidak terpisah dari liturgi yang disebut sebagai nilai kehidupan.
Mereka mengakui bahwa hanya budayalah yang akan mempersatukan manusia yang kini sudah terpapar berbagai isu yang mengarah ke perpecahan.
“Kita punya nilai-nilai budaya yang sangat kuat untuk rekatkan kita. Nilai-nilai budaya ini melintasi berbagai sekat termasuk agama. Ketika kita masuk dengan nilai ini maka isu-isu yang rentan itu bisa ditangkal,”ujarnya lagi.
Apalagi malam itu ada pementasan aneka tarian yang mempersatukan, dan semuanya adalah kekayaan etnis di jemaat mereka. Lalu sebagai penutup ada Pela Gandong dari Maluku untuk mengikat persaudaraan dan ada janji persekutuan yang dibangun melintasi tembok-tembok agama.
“Ini menjadi kesakaian bahwa ada nilai-nilai yang kuat sehingga persekutian menjadi kuat. Disini kita beri kesempatan kepada jemaat untuk menikmati makanan-makanan dari berbagai etnis. Kami meramunya menjadi satu dan semua bisa menikmatinya secara gratis.”

Foto: Mediator
Dia mengakui bahwa ada respon yang sungguh luar biasa dari jemaat yang jumlahnya 207 kepala keluarga. Dari jemaat yang terdiri dari 7 rayon, 814 jiwa dan 11 etnis, seluruhnya terlibat dan berpartisipasi secara baik.
“Respon jemaat cukup besar dan mereka tampilkan yang terbaik. Di jemaat kami, ada 1 KK berasal dari etnis Bali, etnis Toraja 1 kk, etnis Papua 1 kk tetapi mereka juga berpartisipasi menghadirkan tarian. Dan bagi kami ini persekutuan yang sungguh nemberkati,”pungkas Pdt. Helda Mimi Sir Seo, S.Th. (stenly boymau)






