Bupati Yos Lede Catat Sejarah di NTT, Gelar Konsolidasi Karang Taruna Terbesar Kumpulkan Hampir Seribu Tokoh

Nuansa NTT735 Dilihat

Oelamasi (MEDIATOR)–Bupati Kupang, Yosef Lede mencatat sejarah pada organisasi Karang Taruna. Belum 100 hari kerja dalam kepemimpinannya, Kamis (27/3) pagi, berlangsung di lobi lantai dua kantor bupati di Oelamasi, mantan Ketua DPRD Kabupaten Kupang ini mengumpulkan hampir seribu orang tokoh. Karena lobi terlampau penuh sehingga tak sedikit undangan yang berjejal hingga tangga timur, barat dan juga tangga utama lantai dua menuju ke lapangan upacara. Para tokoh yang hadir yakni Plt Sekda, para Asisten, seluruh OPD, camat, lurah dan kepala desa se-Kabupaten Kupang. Tak ketinggalan, seluruh Ketua Karang Taruna di kabupaten itu diwajibkan hadir dalam konsolidasi organisasi.

Sementara dari pengurus provinsi, hadir Wildrian Ronald Otta selaku ketua, didampingi Okto Wabang sebagai sekretaris, Edno Taopan dan Yos Dokubani sebagai pengurus provinsi serta Stenly Boymau (ketua Karang Taruna Kota Kupang 2019-2024), David Daud selaku karteker untuk Kabupaten Kupang.

Baca Juga  Kolaborasi Pemerintah dan Karang Taruna, RT/RW di Oepura, Hadirkan Aneka Lomba, Pagelaran Seni Budaya yang Meriah

Kabid Pemberdayaan Sosial Dinsos Kabupaten Kupang, John Kole melaporkan saat ini Karang Taruna sudah hadir di 122 dari 177 total desa dan kelurahan di kabupaten itu atau masih 55 yang belum terbentuk. Organisasi ini juga belum ada di tingkat kecamatan maupun kabupaten sehingga diharapkan konsolidasi ini membuahkan hasil dengan terbentuknya kepengurusan di seluruh jenjang.

Bupati Yos Lede saat sambutan.

“Hadir hari ini seluruh pengurus Karang Taruna yakni 620 orang, seluruh kepala desa, pimpinan OPD dan pengurus tingkat provinsi yang akan membawakan materi serta 28 tokoh perwakilan lembaga,”lapornya. Disebutkan, tujuan pertemuan ini adalah meningkatkan kerjasama sesama lembaga Karang Taruna dan juga meningkatkan pemahaman tentang organisasi dalam kontribusinya pada pembangunan di Kabupaten Kupang.

Bupati Yos Lede dalam sambutan pembukanya menegaskan Karang Taruna harus menjadi motor penggerak perubahan di kabupaten itu.

“Masih ada beberapa tantangan yakni kemiskinan, keterbatasan akses dan sebagainya. Saya ajak agar mari menjadi mitra strategis dalam melaksanakan program strategis pemerintah. Saya harap kedepan Karang Taruna selalu aktif dalam pembangunan daerah,”tegas Yos.

Baca Juga  Yusinta Nenobahan: DOB Amanatun dan Amanuban Harus Dimulai dari Kesiapan Sosial dan Konsolidasi Kuat dari Daerah

Dia juga memberi deadline kepada Dinas Sosial agar bersama karteker segera memfasilitasi pembentukan pengurus tingkat kecamatan dan menggelar Temu Karya Daerah untuk memilih pengurus.

“Para camat dan kepala desa, agar koordinasi dengan Dinas Sosial. Saya kasi waktu dua minggu seusai libur, semua sudah harus tuntas. Saya akan panggil dan tanya bagaimana progressnya,”ujar Yos menambahkan, isu pemberdayaan pemuda sudah diangkat di materi kampanyenya sehingga dia harus menuntaskannya.

Wildrian Ronald Otta saat memberi materi, memberi apresiasi atas terlaksananya konsolidasi akbar tersebut.

“Ini konsolidasi terbesar dan termegah sepanjang sejarah Karang Taruna di NTT. Kami sungguh memberi apresiasi yang tinggi, ini di luar ekspektasi saya dan ini baru pernah terjadi. Terimakasih pak bupati atas kepeduliannya pada organisasi ini,”tegas Andre yang juga Kepala kantor perijinan Kota Kupang ini menambahkan, apa yang disampaikan bupati Yos mengenai pemberdayaan pemuda sudah dikonsepkannya sejak hampir 10 tahun lalu. Karena itu apa yang disampaikan, dalam mewujudkan Kabupaten Kupang Emas, wajib untuk didukung.

Baca Juga  Pantai Walakiri, Mahakarya Hebat Sang Khalik di Dekat Kota Waingapu
Andre Otta saat memberikan materi.

Dia menyebut, pengurus provinsi sudah menerbitkan keputusan dan David Daud sebagai karteker untuk membentuk kepengurusan Karang Taruna di Kabupaten Kupang. Dia meminta agar jangan menunggu lama melainkan segera mengeksekusi apalagi deadline yang diberi hanya dua minggu terhitung setelah liburan nanti.

“Acuan kita Permensos 25 tahun 2019, Permendagri 18 tahun 2018 dan anggaran rumah tangga. Segala hal mengenai organisasi ada di sana dan kami menjalankan fungsi fasilitatif,”tegas Andre.

Sekretaris KT NTT, Okto Wabang saat menjelaskan regulasi organisasi.

Pada kesempatan yang sama, Okto Wabang banyak membedah mengenai regulasi organisasi dan mekanisme menghadirkan kepengurusan di berbagai tingkatan sesuai regulasi. Dia juga membuka diri untuk selalu hadir dalam diskusi-diskusi mengenai organisasi kedepan. (BOY)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan