Kupang (MEDIATOR)– Fakultas Sains dan Teknik (FST) Universitas Nusa Cendana (Undana) mengambil peran sentral dalam transformasi sektor pariwisata di Kabupaten Kupang melalui sentuhan sains dan teknologi. Upaya ini ditegaskan lewat pembahasan studi kelayakan (feasibility study) pembangunan Patung Kristus Raja setinggi 40 meter yang direncanakan berdiri di Tanjung Batu Kong, Desa Hansisi, Pulau Semau.
Dalam pertemuan strategis bersama Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Dinas Pariwisata Kabupaten Kupang di Kampus FST Undana, Rabu (11/3/2026), tim akademisi mematangkan analisis awal pembangunan. Proyek ini diproyeksikan tidak sekadar menjadi simbol religius bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur, namun bertransformasi menjadi magnet ekonomi baru melalui sektor pariwisata terpadu.
Sinergi Akademis dan Pengembangan Teknis (DED)
Langkah teknis pembangunan ini merupakan tindak lanjut dari Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang telah disepakati sebelumnya antara Dekan FST Undana, Prof. Philiphi de Rozari, S.Si., M.Si., M.Sc., Ph.D., dengan Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Kupang, Marthen Kinov Timate. Fokus utama dari kolaborasi ini adalah penyusunan Detail Engineering Design (DED).
Prof. Philiphi menjelaskan bahwa FST Undana mengerahkan tenaga ahli dari Program Studi Arsitektur dan Program Studi Teknik Sipil untuk menyusun dokumen perencanaan teknis tersebut. Dokumen DED ini menjadi instrumen krusial karena mencakup perhitungan struktur bangunan yang kompleks, spesifikasi material, hingga analisis keamanan konstruksi mengingat lokasi pembangunan berada di wilayah pesisir.
“PKS ini merupakan komitmen kami dalam menerjemahkan visi pemerintah daerah ke dalam rancangan teknis yang akuntabel. Kami memastikan aspek kekuatan struktur dan kondisi geografis Pulau Semau menjadi pertimbangan utama dalam perencanaan ini,” ujar Prof. Philiphi.
Pembangunan Berbasis Kompetisi dan Nilai Estetika
Sebelum memasuki tahapan DED, FST Undana juga telah berkolaborasi dengan Dinas PUPR Kabupaten Kupang dalam penyelenggaraan sayembara desain patung. Kompetisi tersebut bertujuan untuk menjaring konsep arsitektural terbaik yang mampu memadukan nilai teologis dengan keindahan alam Tanjung Batu Kong.
Desain yang terpilih dari hasil sayembara kini tengah diproses secara komprehensif oleh tim ahli Undana. Tujuannya adalah memastikan bahwa patung setinggi 40 meter tersebut memiliki nilai estetika tinggi sekaligus ketahanan bangunan yang maksimal, sehingga layak menjadi ikon global pariwisata Kabupaten Kupang
Mendorong Pariwisata Berbasis Ilmu Pengetahuan
Keterlibatan Undana dalam proyek ini menandai era baru sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah di NTT. Dengan mengedepankan pendekatan science-based development, pembangunan fisik di daerah diharapkan tidak lagi sekadar mengejar aspek visual, tetapi juga memenuhi standar keamanan teknis dan kelestarian lingkungan.
Melalui optimalisasi peran teknokrat kampus, pembangunan Patung Kristus Raja di Pulau Semau diharapkan menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi kreatif bagi masyarakat lokal, sekaligus mempertegas posisi Kabupaten Kupang sebagai destinasi wisata religi yang unggul di Indonesia Timur. (Ing/rls/undana/boy)






