KUPANG — Universitas Nusa Cendana (Undana) sukses menggelar International Conference of the Indonesian Chemical Society (ICICS) ke-14 yang diselaraskan dengan International Conference on Chemistry Education and Science (ICCES) 2026 di Hotel Aston, Kupang, Rabu (9/9/2026).
Konferensi internasional ini diselenggarakan atas kerja sama Program Studi Kimia Fakultas Sains dan Teknik (FST) Undana serta Program Studi Pendidikan Kimia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Undana yang bertindak sebagai tuan rumah gelaran tahunan Himpunan Kimia Indonesia (HKI). Pertemuan ilmiah ini dirancang untuk menghimpun para ahli, akademisi, dan peneliti guna memperkuat kolaborasi lintas disiplin, bertukar gagasan, serta melahirkan penemuan berbasis kimia dan teknologi yang berdampak nyata dalam menjawab tantangan perubahan iklim serta persoalan masyarakat.
Dorongan Kolaborasi Akademik dan Dampak Nyata Sains
Plt. Dekan FST Undana sekaligus Ketua HKI Cabang NTT, Prof. Philiphi de Rozari, S.Si., M.Si., M.Sc., Ph.D., menyambut hangat seluruh delegasi dan tamu undangan. Ia menekankan bahwa tantangan yang ada di Nusa Tenggara Timur (NTT) harus dipandang sebagai peluang inovasi bagi disiplin ilmu sains dan teknologi (sainstek), termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dan bioteknologi.
“Ini sebuah kebanggaan bagi kami khususnya dari FST Undana untuk menyambut kedatangan seluruh delegasi, ilmuwan, dan akademisi di ICEST. Kolaborasi ini merefleksikan kreativitas dan komitmen dari segala disiplin ilmu untuk menghasilkan inovasi yang berdampak. Jangan jadikan ilmu sains hanya sekadar ilmu, tapi ilmu sains harus memberi dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Prof. Philiphi.
Senada dengan hal tersebut, Rektor Undana Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., menegaskan bahwa forum internasional ini merupakan titik temu lintas pemikiran dan budaya yang harus dimaksimalkan untuk kemajuan bersama.
“Jadikan konferensi internasional ini sebagai peluang untuk bekerja sama, memberi inspirasi bagi generasi muda, dan menghasilkan solusi nyata bagi masyarakat, tidak hanya menjadi tempat mempresentasikan karya ilmiah,” tutur Prof. Jefri Bale.
Adaptasi Perubahan Iklim dan Kehadiran Peserta Lintas Negara
Koordinator Program Studi Kimia FST Undana, Prof. Reinner I. Lerrick, S.Si., M.Sc., Ph.D., menjelaskan bahwa ICICS ke-14 mengusung isu penting mengenai ketahanan terhadap perubahan iklim. Selain sesi pemaparan riset, konferensi ini turut menyelenggarakan kompetisi poster dan presentasi ilmiah.
“Tema konferensi ini membahas bagaimana riset di ilmu kimia dapat memberikan penemuan baru kepada kita sehingga bisa beradaptasi dengan perubahan iklim. Untuk peserta, ada yang datang dari luar negeri seperti Timor Leste, dan ada dari provinsi lain yang tergabung di HKI,” jelas Prof. Reinner.
Pengakuan Peran Undana di Wilayah Perbatasan
Kehadiran Undana sebagai penyelenggara mendapat apresiasi dari Ketua Umum HKI, Prof. Adi Darmawan, S.Si., M.Si., Ph.D. Ia menilai perhelatan ini membuktikan kapasitas akademis Undana di kawasan perbatasan.
“Dari konferensi ini, kita bisa tahu bahwa walaupun Undana masih merintis di bidang ilmu kimia, tetapi keberadaan Undana sebagai tuan rumah menunjukkan posisi Undana sebagai kampus yang memiliki akademisi di bidang kimia terbaik di wilayah perbatasan,” kata Prof. Adi Darmawan.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Rektor Universitas Katolik Widya Mandiri Kupang P. Dr. Stefanus Lio, SVD., S.Fil., M.A., Wakil Rektor III Undana Dr. Rudi Rohi, S.H., M.Si., perwakilan dari Universitas Timor, serta civitas akademika dari prodi terkait. Melalui penyelenggaraan konferensi internasional ini, kolaborasi riset antara Undana dan HKI diharapkan terus berlanjut demi memunculkan solusi inovatif yang bermanfaat luas bagi publik. (Hec/RLS/UNDANA/BOY)










