Mahasiswa Undana Tanam Harapan di Lahan Kering Desa Welong-Manggarai

Pendidikan626 Dilihat

RUTENG — Mahasiswa KKN Tematik Universitas Nusa Cendana ( Undana) dan Tim Relawan Tanggap Bencana Gempa Bumi Flores menggelar workshop budidaya hortikultura dengan sistem irigasi tetes bagi ibu-ibu di Desa Welong, Kabupaten Manggarai, pada Senin (7/9/2026). Kegiatan pelatihan ini diselenggarakan sebagai solusi konkret dalam memulihkan ketahanan pangan keluarga pascabencana gempa bumi yang memicu penurunan debit air di wilayah setempat.

Inisiatif pelatihan ini menyasar para ibu sebagai garda terdepan pengelola pangan rumah tangga guna menekan pengeluaran keluarga, memenuhi kebutuhan gizi, serta merespons krisis air bersih. Penerapan metode irigasi tetes hemat air ini menjadi langkah vital agar masyarakat tidak bergantung sepenuhnya pada bantuan logistik semata, melainkan mampu memproduksi bahan pangan secara mandiri dari lahan sekitar rumah.

Respon Krisis Air dan Praktik Teknik Irigasi Tetes Sederhana

Baca Juga  Undana Perketat Standar Pengawasan UTBK-SNBT 2026, Jamin Integritas Seleksi Nasional

Pelaksanaan pelatihan di lapangan dipandu secara langsung oleh mahasiswa Fakultas Pertanian Undana dari Program Studi Agribisnis, Yudelsi Margerita Nabut, serta dari Program Studi Agroteknologi, Olivia Oniati Wila Hege. Dalam sesi praktik, tim mahasiswa memperagakan teknik irigasi tetes sederhana yang jauh lebih efisien dalam penggunaan air dibandingkan metode penyiraman konvensional.

Pemilihan teknologi tepat guna ini didasarkan pada hasil pengamatan tim KKN Tematik Undana terhadap kondisi lapangan pascabencana gempa bumi. Sumber air di Desa Welong mengalami penurunan debit yang signifikan, sehingga sistem irigasi tetes menjadi kunci utama agar tanaman sayuran dapat tumbuh optimal di tengah keterbatasan pasokan air bersih.

Pelatihan yang diberikan mencakup pemahaman teoretis hingga simulasi praktik perakitan teknologi irigasi secara mandiri. Para ibu diajak untuk mengenal jenis-jenis tanaman sayuran cepat panen, tata cara pembuatan media tanam yang efisien, serta teknik merakit instalasi irigasi tetes.

Baca Juga  UNDANA Tuan Rumah, Kontingen Pesparawi Mahasiswa Nasional Mulai Berdatangan

Peralatan yang digunakan dalam perakitan instalasi memanfaatkan bahan-bahan sederhana yang mudah ditemukan di sekitar lingkungan rumah warga. Kemudahan akses bahan ini diproyeksikan agar seluruh peserta dapat mereplikasi dan menerapkan sistem budidaya tersebut di pekarangan masing-masing tanpa terkendala biaya.

Penyaluran Donasi Bibit Sayur Cepat Panen bagi Warga

Rangkaian kegiatan pelatihan diakhiri dengan pembagian donasi bibit tanaman sayuran cepat panen kepada seluruh ibu-ibu peserta di Desa Welong. Jenis bibit yang disalurkan meliputi tanaman bayam, kangkung, dan sawi hijau yang memiliki siklus pertumbuhan singkat.

Pemilihan jenis bibit tanaman ini didasari oleh rentang waktu masa panennya yang tergolong singkat, yakni berkisar antara 3 hingga 5 minggu. Keunggulan rentang waktu tersebut memungkinkan masyarakat untuk segera memanen hasil tanaman secara mandiri demi memenuhi kebutuhan gizi harian keluarga pascabencana.

Baca Juga  Mahasiswa Undana Hadirkan Teknologi Siasati Keterbatasan Lahan di Pesisir Nunbaun Sabu

Komitmen Pembekalan Keterampilan Mandiri Pascabencana

Pelaksanaan pelatihan budidaya hortikultura ini menjadi bukti komitmen pendampingan KKN Tematik Undana dalam membina kemandirian masyarakat terdampak gempa di Kabupaten Manggarai.

“Program ini dilakukan atas hasil pengamatan tim KKNT Manggarai agar ibu-ibu tidak bergantung pada bantuan pangan semata. Dengan kebun mandiri, harapannya masyarakat bisa memanen sayur sendiri dalam hitungan minggu. Irigasi tetes adalah kuncinya karena air yang tersedia sangat terbatas,” ujar Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Tematik Undana Maria K.D. Sambang, M.M.,

Ketergantungan penuh pada bantuan logistik luar serta keterbatasan pasokan air bersih berisiko memperpanjang krisis gizi dan kerentanan ekonomi warga pascabencana. Tanpa adanya inovasi teknologi pertanian hemat air di lahan kering, pemulihan ketahanan pangan di tingkat rumah tangga akan sulit terwujud. (Ing/rls/undana/boy)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan