NGADA — Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Nusa Cendana (Undana) menggelar kegiatan pemberdayaan bertajuk “Optimalisasi Peran Perempuan Desa Waesae, Kecamatan Aimere, Kabupaten Ngada Melalui Pelatihan Penyediaan Pakan Babi sebagai Penguatan Ekonomi Keluarga” di Desa Waesae, Kecamatan Aimere, Kabupaten Ngada. Program pengabdian masyarakat ini ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kaum perempuan dalam pengelolaan usaha peternakan babi secara mandiri dan efisien.
Pelaksanaan PKM ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya pemahaman masyarakat mitra dalam menyediakan pakan ternak berkualitas. Selain itu, pemanfaatan bahan lokal serta limbah hasil pertanian dan perkebunan di daerah setempat sebagai sumber pakan alternatif selama ini dinilai belum berjalan secara optimal.
Dukungan Pendanaan DIPA Undana dan Struktur Tim Pelaksana
Program pemberdayaan masyarakat desa ini didanai melalui DIPA Universitas Nusa Cendana sebagai wujud komitmen institusi dalam mendukung pilar pengabdian masyarakat. Kegiatan ini diketuai oleh Ir. Solvi M. Makandolu, S.Pt., M.Si., dengan anggota Ir. Gusti Ayu Y. Lestari, M.P., Morin M. Sol’uf, S.Pt., M.Si., dan Melliany A. Ottu, S.Pt., M.Pt., serta menghadirkan David A. Nguru, S.Pt., M.Pt. sebagai narasumber.
Dukungan finansial dari kampus diharapkan dapat memperkuat proses transfer pengetahuan dan penerapan teknologi tepat guna kepada warga setempat. Fokus utama transfer teknologi difokuskan pada pengembangan usaha peternakan babi berbasis optimalisasi potensi sumber daya alam lokal di Desa Waesae.
Tahapan Pelaksanaan dan Metode Transfer Teknologi Tepat Guna
Rangkaian kegiatan PKM dilaksanakan secara terstruktur melalui beberapa tahapan utama, meliputi Focus Group Discussion (FGD), penyuluhan interaktif, demonstrasi dan praktik langsung, pendampingan lapangan, serta tahapan monitoring dan evaluasi. Seluruh peserta dibekali materi pentingnya pakan berkualitas, pemanfaatan potensi lokal, teknik pengolahan dan fermentasi, hingga tata cara pemberian pakan yang tepat.
Guna memastikan pemahaman praksis, para perempuan peserta pelatihan dilibatkan secara langsung dalam pengolahan berbagai bahan lokal serta limbah pertanian dan perkebunan. Bahan-bahan seperti keladi, kelapa, ampas kelapa, hingga batang dan bonggol pisang diolah menjadi bahan pakan alternatif atau konsentrat ternak babi.
Penerapan Teknologi Fermentasi Sederhana dan Efisiensi Biaya Produksi
Dalam sesi praktik, teknologi fermentasi sederhana diterapkan untuk meningkatkan nilai gizi, kualitas, serta daya cerna pakan oleh ternak babi. Penerapan metode fermentasi ini terbukti membantu peternak mengurangi ketergantungan terhadap pembelian pakan komersial yang harganya cenderung tinggi.
Melalui pelatihan mandiri ini, kaum perempuan Desa Waesae diharapkan mampu mengolah pakan secara berkelanjutan dengan memanfaatkan sumber daya di sekitarnya. Penggunaan pakan berbasis bahan lokal tidak hanya menekan biaya produksi harian, tetapi juga meningkatkan produktivitas hasil ternak babi.
Komitmen Tim Pelaksana dan Dampak Keberlanjutan Ekonomi Keluarga
Penguatan kapasitas perempuan dalam mengelola pakan babi ini diproyeksikan menjadi pendorong utama peningkatan pendapatan dan keberlanjutan usaha peternakan skala rumah tangga di Kecamatan Aimere.
“Dukungan pendanaan DIPA Undana memperkuat langkah kami dalam mentransfer pengetahuan dan teknologi tepat guna kepada masyarakat Desa Waesae. Melalui pelatihan pengolahan pakan berbasis bahan lokal dan teknologi fermentasi ini, kami berharap kaum perempuan mampu menekan biaya produksi ternak babi secara mandiri sehingga dapat memberikan kontribusi nyata bagi penguatan ekonomi keluarga dan keberlanjutan usaha peternakan di desa,” ujar Ketua Tim PKM Undana, Ir. Solvi M. Makandolu, S.Pt., M.Si.
Tingginya biaya pakan komersial dan belum dimanfaatkannya limbah pertanian secara maksimal kerap menjadi hambatan utama dalam pengembangan peternakan babi di tingkat desa. Tanpa adanya intervensi teknologi pengolahan pakan yang tepat guna, efisiensi usaha peternakan warga berisiko stagnan dan memberatkan keuangan keluarga. Melalui edukasi pengolahan pakan alternatif berbasis potensi lokal ini, Tim PKM Undana memberikan solusi konkret untuk mewujudkan kemandirian ekonomi dan produktivitas peternakan perempuan Desa Waesae secara berkelanjutan. (Ing/RLS/UNDANA/BOY)






