Maksimalkan Peran Humas Perguruan Tinggi, Ollien Manggol Sentil Batasan Penggunaan AI

Pendidikan651 Dilihat

KUPANG—Pelaksana tugas kehumasan pada lembaga penyelenggara perguruan tinggi negeri maupun swasta di Provinsi NTT, dituntut berperan penting dalam penyebarluasan informasi mengenai unggulan setiap lembaga. Tidak hanya mengenai hasil penelitian melainkan capaian dalam pelaksanaan Tri Darma Perguruan Tinggi juga mesti terpublikasi agar masyarakat bisa mengikutinya.

Demikian Ollien Manggol, SKM., MPA., CRA (Sub Koordinator Humas Universitas Nusa Cendana/Undana) ketika memberikan materi pada Bimbingan Teknis (Bimtek) Bahan Publikasi dan Informasi bagi Perguruan Tinggi Lingkup Lembaga Layanan  Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XV, Kamis (25//2026) pagi di Kristal Hotel Kupang. Hadir pelaksana tugas kehumasan dari 57 perguruan tinggi negeri maupun swasta, baik secara on site maupun on line (via zoom meeting).

“Yang bisa dipublikasi di kampus itu bukan hanya seremonial melainkan juga hasil risetnya karena teman-teman dosen sangat membutuhkannya, mereka ingin agar hasil risetnya dibaca publik. Begitupun publik ingin mengetahui apa riset terbaru,”ujar Ollien menambahkan, terkait publikasi riset itu sudah menjadi porsi Humas.

Baca Juga  Nama Undana Menggema di UMi Youthpreneur 2025 Kemenkeu RI, Prodi Manajemen FEB Lolos Grand Finalist
Ollien Manggol, SKM., MPA., CRA ketika memberikan materi pada Bimtek yang digelar LLDIKTI Wilayah XV, Kamis (25//2026) pagi di Kristal Hotel Kupang. Ia didampingi Yasinta Florentina Phaba Swan, S.Pd., M.Si., selaku Koordinator Humas Dokumentasi dan Satgas PPKPT LLDIKTI Wilayah XV.
Foto: Mediator

Karena itu dalam pelaksanaan tugasnya, Humas harus proaktif menyusun program kerja sesuai kalender akademik di kampus. Setiap kampus tentu memiliki kalender kerja seperti penerimaan mahasiswa baru, dies natalis, dan program fakultas serta program study, selain agenda kerja pimpinan yang harus selalu diupdate.

“Kami memetakan setiap agenda ini, di-break down ke agenda bulanan, mingguan dan harian. Tidak mungkin tidak ada kegiatan, pasti ada. Nah kegiatan-kegiatan inilah yang diblow-up oleh Humas dan ditayangkan di website dan medsos kampus,”jelasnya.

Diakui bahwa saat ini masih ada perguruan tinggi yang belum memaksimalkan peran Humas, padahal menurutnya ini sangat penting. Dia menyarankan agar jika saat ini belum maksimal maka staf Humas harus membuat telaahan ke pimpinan agar segera menghadirkan tim work Humas yang kuat untuk banding lembaga.

Baca Juga  Bahasa Daerah di NTT Kian Punah, Dosen Undana Selamatkan Lewat Buku dan Film

Sementara terkait media publikasi, dia menyarankan website resmi kampus serta disupport laman medsos yang selalu diupdate informasi terbarunya.

“Saya sarankan agar medsosnya jalan karena saya terlampau percaya bahwa mahasiswa jarang sekali membuka website kampus kecuali mengakses pembayaran dan sebagainya. Karena itu medsosnya harus kuat,”ungkap Ollien.

Ollien juga menyentil tentang kerjasama dengan media eksternal karena ada segmen yang tidak dijangkau website kampus. Hal ini sudah dilakukan Undana sejak setahun terakhir dan dampaknya sangat terasa.

Ollien Manggol, dan tim Humas Undana saat menyerahkan bingkisan kepada peserta Bimtek yang digelar LLDIKTI Wilayah XV, Kamis (25//2026) pagi di Kristal Hotel Kupang.
Foto: Mediator

“Kami memiliki media patner dan dan salah satu yang membuat kami cepat dikenal adalah kinerja dari teman-teman mitra media eksternal. Kami bekerjasama dengan mereka. Saya sarankan agar bermitralah dengan mereka dan jangan ketika sudah ada api baru mencari mereka untuk memadamkan api itu,”ungkapnya lagi.

Baca Juga  Dosen Undana Berpeluang Ukir Prestasi di Anugerah Ilmuwan Terbaik 2025

Ollien juga menyentil penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam pembuatan release atau penayangan materi di website.

“Tidak salah, hanya harus benar-benar dikroscek karena AI tidak selamanya benar. Ada salahnya juga. Ikuti mekanisme yang ditetapkan oleh Dewan Pers. Ada tahapan-tahapannya,”tegasnya menambahkan menurut pedoman yang diterbitkan Dewan Pers, jika penggunaan AI mengubah atau memengaruhi narasi secara signifikan, institusi disarankan memberikan keterangan secara terbuka. Dia mencontohkan catatan kaki kecil yang menginformasikan kepada pembaca bahwa naskah release ini disempurnakan dengan bantuan AI dan telah diverifikasi oleh redaksi Humas. Namun jika AI hanya digunakan sebagai alat nantu edit bahasa, ini lumrah bagi redaksi.

“Strategi ini justru akan sangat membantu meningkatkan kapasitas dam kecepatan kerja Humas perguruan tinggi tanpa melanggar rambu-rambu yang ada. (BOY)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan