Kupang (MEDIATOR)–Tim Shape of Veluna dari Program Studi (Prodi) Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nusa Cendana (Undana), berhasil meraih prestasi nasional dengan lolos sebagai 40 Grand Finalist UMi Youthpreneur 2025. Ini adalah ajang kompetisi ide bisnis bergengsi yang diselenggarakan oleh Pusat Investasi Pemerintah (PIP), Kementerian Keuangan Republik Indonesia.
UMi Youthpreneur merupakan program pengembangan ide usaha bagi wirausahawan muda yang bertujuan menumbuhkan kreativitas dan inovasi dalam menciptakan solusi bisnis berkelanjutan. Tim Undana berkompetisi di kategori Mahasiswa Bidang Usaha Kriya.
Tim Shape of Veluna mengusung gagasan bisnis kreatif berbasis daur ulang limbah plastik menjadi produk dekoratif fungsional. Ide ini lahir sebagai respons terhadap keprihatinan atas meningkatnya jumlah limbah plastik di lingkungan sekitar.
Tim yang terdiri atas lima mahasiswa Prodi Manajemen, yakni Yoan Novembrianti Radja, Yulinda Kristiani Thoulasik, Mikaelis Endang Saputri, Mely Margareth Kyanda Bere, dan Natalia Jessica Mami Ampur, mengembangkan ide ini melalui pendekatan desain yang estetik, bernilai ekonomi, dan ramah lingkungan.
Yulinda Kristiani Thoulasik menjelaskan urgensi ide tersebut. “Kami ingin menghadirkan solusi yang tidak hanya mengurangi limbah, tetapi juga menghasilkan nilai tambah. Prinsipnya, dari sesuatu yang dibuang, bisa tercipta peluang bisnis,” ujarnya.
Yoan Novembrianti Radja menambahkan bahwa dalam perumusan ide, mereka fokus pada aspek keberlanjutan dan pasar potensial.
“Kami melihat peluang di pasar produk kriya yang ramah lingkungan. Karena itu, ide ini kami arahkan untuk bisa dikembangkan menjadi bisnis jangka panjang,” katanya.
Sementara itu, Mikaelis Endang Saputri mengungkapkan bahwa proses lomba ini memberikan banyak pengalaman baru bagi mereka. “Kami belajar bagaimana membuat perencanaan bisnis. Awalnya gugup, tapi akhirnya jadi pengalaman yang seru dan menambah kepercayaan diri,” tuturnya.
Mely Margareth Kyanda Bere menyoroti pentingnya kerja tim dalam menyatukan beragam ide. “Kami datang dengan latar belakang dan cara pandang yang berbeda, tapi semuanya berpadu untuk satu tujuan: menciptakan ide bisnis yang punya dampak,” ujarnya.
Natalia Jessica Mami Ampur berharap, ide yang mereka bawa dapat terus dikembangkan ke tahap implementasi nyata. “Kami tidak ingin berhenti di kompetisi ini saja. Semoga ide Shape of Veluna bisa diwujudkan menjadi usaha yang memberi manfaat bagi masyarakat,” tutupnya.
Dengan semangat kolaboratif dan visi kewirausahaan yang kuat, tim Shape of Veluna siap mengikuti tahap lanjutan, yakni bootcamp dan pitching day, yang akan menentukan finalis terbaik UMi Youthpreneur 2025. Keikutsertaan ini menjadi bukti semangat dan kreativitas mahasiswa Undana dalam mengembangkan ide bisnis yang inovatif dan berkelanjutan, sekaligus turut berkontribusi menumbuhkan budaya kewirausahaan di lingkungan kampus. (Iyl/RLS-UNDANA/BOY)






