KUPANG — Universitas Nusa Cendana (Undana) mengukuhkan sebanyak 936 lulusan Doktor, Magister, Profesi, dan Sarjana pada Sesi I Wisuda Periode III Tahun 2026 yang berlangsung di Grha Cendana Undana, Kupang, pada Selasa (1/9/2026). Prosesi pengukuhan yang dirangkaikan dengan puncak peringatan Dies Natalis ke-64 Undana ini diselenggarakan dalam dua sesi harian guna menegaskan komitmen perguruan tinggi dalam mencetak sumber daya manusia berintegritas, adaptif, dan berdaya saing global.
Komposisi 936 lulusan pada Sesi I mencakup 29 wisudawan Program Pascasarjana, 32 wisudawan Program Profesi, 284 wisudawan FKIP, 175 wisudawan FISIP, 103 wisudawan FST, 71 wisudawan FEB, 60 wisudawan FKM, 59 wisudawan FH, 54 wisudawan FAPERTA, 39 wisudawan FKKH, serta 30 wisudawan FPKP.
Dalam pidato sambutannya, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menyampaikan apresiasi tinggi atas kepedulian sosial civitas akademika Undana yang sigap merespons situasi bencana di Flores. Menurutnya, keberadaan rumah intelektual diuji dari kepekaan moralnya dalam membela dan memberi manfaat bagi masyarakat terpinggirkan. Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek, Dr. Fauzan Adziman, S.T., M.Eng., menyuarakan orasi ilmiah bertajuk “Undana sebagai Ketangguhan Infrastruktur NTT” yang mendorong universitas memperkuat ekosistem kolaborasi riset untuk memperkokoh ketahanan pangan, kesehatan, dan kesejahteraan lokal (knowledge to impact).
Apresiasi Lulusan Terbaik dan Penegasan Komitmen Transformasi
Pada kesempatan tersebut, Rektor Undana Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng. mempertegas fondasi pilar institusi untuk bertransformasi dari teaching university menuju research university berstatus Unggul yang relevan secara lokal. Kebanggaan akademik tersebut diwujudkan melalui pemberian penghargaan kepada sembilan lulusan terbaik, yakni Oswaldus Putra Fernando, S.Kom. (FST), Arlin Yubelvi Manu, S.Pd. (FKIP), Monini Karnini Emba, S.Pi. (FPKP), Viquera Devrad Petrus Messakh, S.Sos. (FISIP), Yosefina Evlin Tutu Erong, S.K.H. (FKKH), Reskita Putri Ananda Makara, S.K.M. (FKM), Agnes Yuliana Nogo Udak, S.Ak. (FEB), Dwi Auliyah Tammala, S.H. (FH), serta Gabriela Agnes Febriyanti Leven, S.P. (Faperta).
Mewakili wisudawan, Viquera Devrad Petrus Messakh, S.Sos. memaknai kelulusan sebagai penghormatan atas proses pembelajaran yang mendekatkan intelektual dengan realitas kehidupan masyarakat. Rektor Undana berpesan agar seluruh alumni senantiasa menjaga kejujuran profesional dan kerendahan hati dalam mengamalkan ilmunya bagi kemajuan daerah.
“Undana adalah rumah intelektual NTT yang terus berinovasi mengejar reputasi internasional. Ilmu yang saudara miliki bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan amanah moral untuk memberi manfaat nyata serta menjadi pembela bagi masyarakat yang membutuhkan dan terpinggirkan. Universitas boleh menjulang tinggi ke langit dunia, tetapi akarnya harus tetap kuat mengakar di bumi Flobamorata,” tegas Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena.

“Undana harus menjadi bagian dari ketangguhan infrastruktur NTT. Perguruan tinggi harus adaptif, membangun ekosistem kolaborasi berbasis solusi nyata, serta mampu mengubah pengetahuan menjadi dampak (knowledge to impact) yang memperkuat ketahanan pangan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Dirjen Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek, Dr. Fauzan Adziman, S.T., M.Eng.

“Tulis apa yang dilakukan dan lakukan apa yang ditulis. Terbanglah tinggi mengangkasa menjangkau dunia, namun tetaplah rendah hati mengakar pada bumi Flobamorata. Dies Natalis ke-64 ini menjadi fondasi bagi Undana untuk mempertegas komitmen transformasi dari teaching university menuju research university berstatus Unggul, yang dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat,” ungkap Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng.
“Wisuda bukan hanya perayaan atas apa yang kita capai, tetapi adalah penghormatan terhadap seluruh proses yang telah membentuk kita. Mahasiswa adalah orang yang belum selesai belajar, bertanya, dan mencari jawaban, dan ilmu tidak membuat kita berdiri lebih tinggi dari masyarakat melainkan membuat kita semakin dekat untuk memahami kehidupan masyarakat,” tutur perwakilan lulusan, Viquera Devrad Petrus Messakh, S.Sos.
Pelepasan 936 lulusan berkualitas pada perayaan Dies Natalis ke-64 ini memangkas kesenjangan kebutuhan tenaga ahli berintegritas di kawasan Nusa Tenggara Timur. Di tengah tantangan krisis sosial dan penanganan bencana daerah, pencetakan ratusan sarjana hingga doktor yang teruji secara akademik dan memiliki keberpihakan moral secara langsung memperkuat struktur pembangunan daerah. (Audc/rls/UNDANA/BOY)






