Rektor Jefri Pertegas Komitmen Undana Bantu Korban Gempa Flores: Pemulihan Pendidikan dan Afirmasi Mahasiswa

Pendidikan557 Dilihat

KUPANG — Universitas Nusa Cendana (Undana) mempertegas komitmennya dalam membantu penanganan bencana gempa bumi yang melanda sejumlah wilayah di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Komitmen institusional ini tidak hanya diwujudkan melalui penggalangan serta penyaluran bantuan, tetapi juga melalui pengerahan tim relawan, penyiapan fasilitas pendidikan darurat, hingga skema afirmasi biaya studi bagi mahasiswa terdampak.

Rektor Undana Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng. menegaskan bahwa keterlibatan Undana dalam aksi kemanusiaan ini merupakan bentuk kewajiban moral perguruan tinggi kepada masyarakat sekaligus wujud respons atas arahan pemerintah melalui kementerian terkait. Sejak hari pertama pascagempa, Undana langsung mendirikan posko sebagai pusat penerimaan donasi internal civitas akademika serta wadah koordinasi bantuan dari berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta se-Indonesia.

Pergeseran Fokus Bantuan dan Pengerahan Tim Relawan

Memasuki hampir dua minggu pascabencana dan seiring perpanjangan status bencana oleh Pemerintah Provinsi NTT, Undana melakukan pemetaan ulang kebutuhan penyintas. Undana telah mengirimkan dua kloter tim relawan yang terdiri dari mahasiswa, tenaga kesehatan, tim bantuan medis (TBM Komodo), serta dosen pendamping lapangan KKN Berdampak Tematik Penanggulangan Bencana. Pengiriman tim ini turut dibekali bantuan logistik dasar dan kebutuhan medis.

Baca Juga  Undana Bentuk Tim “Branding” Profesional

Untuk pergerakan tim berikutnya yang dirancang dalam satu hingga tiga hari mendatang, pengiriman bantuan dialihkan dari kebutuhan sembako awal menuju bantuan yang lebih spesifik. Penanganan berfokus pada pendampingan trauma (trauma healing) bagi anak-anak serta penyediaan pasokan obat-obatan. Selain itu, guna menjamin keberlanjutan sektor pendidikan yang terganggu akibat kerusakan bangunan sekolah dan kampus, Undana menyiapkan bantuan fasilitas pendidikan darurat berupa bangunan sementara maupun tenda darurat untuk kelas pembelajaran.

Foto: Undana

Kebijakan Afirmasi dan Bebas Biaya Studi Mahasiswa Terdampak

Sebagai wujud kepedulian terhadap civitas akademika, Undana menetapkan kebijakan afirmasi berupa pembebasan atau pengurangan Uang Kuliah Tunggal (UKT) selama satu semester bagi mahasiswa yang terdampak bencana gempa Flores. Kebijakan ini juga membuka ruang evaluasi untuk perpanjangan pembebasan semester berikutnya apabila proses pemulihan mahasiswa masih membutuhkan waktu.

Baca Juga  Prof Maxs Sanam: Tugas Kita Sekarang Mendukung Rektor Terpilih

Perhatian Undana turut diberikan kepada mahasiswa terdampak yang sedang mempersiapkan kelulusan melalui pembebasan seluruh biaya wisuda. Di samping itu, bagi mahasiswa terdampak yang saat ini berada di Kota Kupang dan mengalami kesulitan pemenuhan kebutuhan pokok akibat keluarga di Flores sedang berfokus pada masa penanganan bencana, Undana mengimbau agar segera melapor ke Posko Undana untuk menerima penyaluran bantuan secukupnya.

“Kami punya kewajiban moral untuk membantu penanganan bencana yang sudah terjadi di Flores. Di hari pertama setelah gempa, kita langsung membuka posko untuk menerima donasi dan bantuan. Posko itu juga merupakan posko bagi perwakilan-perwakilan perguruan tinggi negeri dan juga swasta yang ada di Indonesia,” ujar Rektor Undana.

“Sekarang fokus kami lebih ke pendampingan terhadap trauma bagi anak-anak khususnya, kemudian mungkin juga bantuan berupa obat-obatan yang lebih diperlukan. Kalau misalnya ada kampus atau sekolah yang gedungnya tidak bisa digunakan, kita bisa memberikan bantuan berupa bangunan atau tenda darurat,” tambah Prof. Jefri Bale.

Baca Juga  Survei FISIP Undana: Publik Puas Atas Kinerja Kepemimpinan Walikota-Wakil Walikota

“Ada permintaan khusus dari Pak Menteri. Walaupun kami sebagai pimpinan juga sudah memikirkan bahwa harus dilakukan afirmasi, berupa peringanan atau keringanan biaya studi akademik bagi mahasiswa yang terdampak, dengan pengurangan atau pembebasan UKT selama satu semester. Termasuk mahasiswa-mahasiswa yang mungkin saat ini sedang menyiapkan diri untuk wisuda, kita melakukan afirmasi untuk pembebasan biaya wisuda,” tegas Rektor Undana.

Intervensi menyeluruh dari aspek medis, sarana fisik, hingga kebijakan finansial ini memangkas risiko putus studi (drop out) serta trauma sekunder pada komunitas terdampak bencana gempa Flores. Tanpa pembebasan biaya UKT dan wisuda, beban ekonomi keluarga penyintas di lokasi bencana berpotensi menghentikan keberlangsungan pendidikan tinggi putra-putri daerah. Di sisi lain, penyediaan tenda sekolah darurat dan trauma healing memastikan pemulihan mental anak-anak serta roda pendidikan di wilayah terdampak tetap berjalan beriringan dengan penanganan fase darurat logistik. (Alk/RLS/UNDANA/BOY)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan