KUPANG — Menanggapi keputusan resmi pemerintah terkait perpanjangan masa tanggap darurat bencana gempa Flores selama 14 hari, terhitung sejak 29 Agustus hingga 12 September 2026, Universitas Nusa Cendana (Undana) memastikan komitmen penuh untuk terus mendampingi warga terdampak di Kabupaten Nagekeo dan Kabupaten Manggarai. Pihak universitas menerjunkan relawan medis dan non-medis untuk memperkuat layanan kesehatan dasar, tindakan bedah spesialis, dukungan psikososial, serta pengelolaan bantuan logistik secara transparan di dua kabupaten tersebut.
Di Kabupaten Nagekeo, Posko Medis Undana memegang peran kunci sebagai fasilitas kesehatan malam hari bagi para pengungsi. Klinik Operasional malam ini menjadi satu-satunya akses pengobatan saat fasilitas kesehatan setempat tutup, sehingga mampu menjangkau warga, lansia, serta ibu-ibu pengungsi yang baru kembali dari aktivitas berkebun atau melaut.
Selain menangani keluhan kesehatan kronis seperti nyeri lutut, relawan non-medis dan mahasiswa KKN Undana berkolaborasi menyiapkan kebutuhan logistik pengungsi baru serta menggelar kegiatan penanganan trauma (trauma healing) bersama World Central Kitchen di posko pengungsian Gua Maria Batanitu, Desa Aeramo, Kecamatan Aesesa, pada Selasa (25/8/2026).
Pada tingkat pelayanan spesialis, tim medis Undana berpartisipasi aktif dalam koordinasi penanganan fasilitas kesehatan darurat bersama Kemenkes RI (RSUP dr. Ben Mboi Kupang dan RS Orthopedi Prof. Dr. Soeharso Surakarta), PERDATIN NTT, serta manajemen RSUD Aeramo. Peninjauan lapangan yang dilakukan pada Selasa (25/8/2026) diikuti dengan aksi langsung Dosen FKKH Undana dr. Deif Tunggal, Sp.An-TI, yang turut berkontribusi dalam pelayanan anestesi darurat bersama tim medis RSUD Aeramo untuk tindakan bedah darurat pasien korban gempa.
Sementara itu, Tim Bantuan Medis (TBM) Komodo Undana Posko Kabupaten Manggarai mengintensifkan penyaluran logistik obat-obatan dukungan IDI Cabang Kupang dan IDI Wilayah Provinsi NTT ke Puskesmas Ketang, Desa Tengku Lese, dan Puskesmas Nanu. Tim 1 dan Tim 2 TBM Undana selanjutnya menggelar Pelayanan Kesehatan Terpadu di Posko Desa Benteng Tubi, Kecamatan Rahong Utara, yang berhasil melayani hingga 229 pasien rawat jalan dalam sehari.
Selain aksi medis lapangan, Posko Undana Manggarai menjamin transparansi penuh dalam pengelolaan bantuan melalui pendokumentasian rinci atas penerimaan dan pendistribusian donasi dari berbagai mitra, seperti Universitas Tadulako (Palu), sebagai bentuk laporan pertanggungjawaban publik antar-lembaga.
Rektor Undana Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng. menegaskan bahwa pengerahan tenaga medis, penguatan posko malam, serta akuntabilitas donasi ini akan terus dipertahankan secara optimal selama 14 hari masa perpanjangan tanggap darurat hingga situasi di Flores pulih sepenuhnya.
“Dengan perpanjangan masa tanggap darurat hingga 12 September 2026, Tim Tanggap Bencana Undana akan terus memfokuskan pelayanan pada penguatan posko malam, pendampingan kesehatan jiwa (trauma healing), serta pemenuhan logistik dasar pengungsi,” tegas Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng.
Penyiapan moda pelayanan medis malam hari dan pembedahan spesialis ini secara langsung memangkas risiko komplikasi kesehatan berat serta trauma berkepanjangan pada kelompok penyintas gempa. Tanpa penanganan medis darurat yang beroperasi di luar jam kerja reguler dan jaminan ketersediaan obat-obatan di wilayah terisolasi, proses pemulihan fisik maupun psikologis warga berisiko terhambat. Kehadiran relawan multidisiplin Undana beserta transparansi pengelolaan donasi memastikan seluruh bantuan kemanusiaan tersalurkan secara efektif dan tepat sasaran di sepanjang masa tanggap darurat. (Ing/RLS/UNDANA/BOY)






