RUTENG — Tim Bantuan Medis (TBM) Universitas Nusa Cendana (Undana) Posko Kabupaten Manggarai bergerak cepat menangani krisis kesehatan masyarakat pascagempa bumi Flores di Kabupaten Manggarai. Setelah menempuh perjalanan darat selama delapan jam dari Pelabuhan Ende pada Minggu malam (23/8/2026), tim dokter dan relawan mahasiswa langsung memberikan pertolongan pertama pada kasus kecelakaan lalu lintas (KLL) yang ditemui di jalan menuju lokasi penugasan.
Keesokan harinya, Senin (24/8/2026), tim berkolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manggarai di Posko Bersama Tanggap Darurat untuk membagikan bahan pangan pokok serta memasok air bersih bagi warga yang mengalami krisis logistik.
Penyisiran Pelayanan Kesehatan di Daerah Rusak Berat
Guna menjangkau wilayah yang minim fasilitas kesehatan, Tim Medis Undana bergerak aktif menyalurkan bantuan logistik obat-obatan sekaligus memberikan pelayanan medis secara langsung di beberapa titik lokasi terdampak. Langkah ini diawali dengan penyuplaian obat-obatan di Desa Tengku Lese, Kecamatan Rahong Utara, serta Puskesmas Ketang di Kecamatan Lelak untuk memperkuat persediaan medis lokal setempat.
Selain menyuplai logistik, tim juga mengambil alih pengisian kekosongan pelayanan di Puskesmas Ketang akibat kondisi bangunan fisik yang rusak berat serta ketiadaan dokter di lokasi. Di sana, tim melayani pasien rawat jalan dan penanganan kasus bedah maupun trauma. Pada Rabu (26/8/2026), tim turut memberikan perawatan masa nifas (postpartum) serta mengedukasi ibu menyusui di posko rawat inap darurat.
Aksi penjangkauan kawasan terisolasi turut dilakukan melalui layanan field visit di Dusun Lehot. Dalam penyisiran tersebut, tim berhasil menangani 40 pasien rawat jalan yang mengeluhkan penyakit tidak menular dan kondisi kronis, sekaligus mendata kebutuhan dasar warga yang masih terisolasi akibat ketersediaan logistik yang menipis.
Rangkaian pelayanan berlanjut pada Rabu (26/8/2026) di Desa Bangkaruang, Kecamatan Rahong Utara. Tim Medis Undana menyerahkan bantuan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) dan selimut dari PERKI ke Puskesmas Nanu, dilanjutkan dengan pengoperasian Pelayanan Kesehatan Terpadu di Posko Desa Bangkaruang yang berhasil menangani hingga 200 pasien.
Temuan krusial dan laporan keberhasilan di lapangan tersebut disampaikan secara langsung dalam agenda peninjauan bersama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), jajaran LLDIKTI, serta Rektor Undana Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng. pada Rabu (26/8/2026).

Foto: Undana
Pelayanan intensif di Kabupaten Manggarai ini dikawal oleh kombinasi dokter alumni Profesi Dokter FKKH Undana (dr. Jason Nathaniel Anugerah Abdullah, dr. Realino Graciano Maria Daud Dula, dr. Tiara Trisnawati Akhirrusanah) serta sepuluh relawan mahasiswa Undana (Andreas Yohanes Hida Bao, Alvin Christian Core, Dwindi Rut Taniu, Asyera Chesaria Molacore, Marlisa Maria Magdalena Wuru, Athans Raphael Nauolim, Rastra Aprilino Amalo, Arini Theresia Bunganaen, Maria Feel Anastasya Adoe, dan Yohana Kaneka Michelle Suratiny).
“Sejak kedatangan di lokasi, kami bergerak cepat memberikan pertolongan pertama hingga mengisi kekosongan pelayanan kesehatan di fasilitas yang rusak berat. Keberadaan tim medis lapangan menjadi krusial untuk memastikan kebutuhan penanganan rawat jalan, trauma, hingga perawatan postpartum warga terdampak dapat terlayani,” ujar dr. Jason perwakilan Tim TBM Undana.
Undana terus berkoordinasi secara ketat bersama BPBD dan Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai demi menjamin ketersediaan logistik pangan, pasokan air bersih, serta ketercukupan obat-obatan di wilayah-wilayah yang mengalami dampak kerusakan paling parah.
Mengatasi Kekosongan Tenaga Medis dan Keterisolasian Wilayah Terdampak
Gerak cepat dan aksi penyisiran langsung oleh TBM Undana membawa dampak keselamatan jiwa yang sangat vital bagi warga korban gempa di Kabupaten Manggarai. Kerusakan berat pada bangunan fasilitas kesehatan seperti Puskesmas Ketang serta ketiadaan dokter di lokasi berisiko memicu kekosongan pelayanan medis darurat. Tanpa adanya aksi penjangkauan langsung ke wilayah terisolasi seperti Dusun Lehot dan Desa Bangkaruang, penanganan pasien kronis, luka trauma, hingga perawatan masa nifas bagi ibu menyusui berpotensi terhenti sama sekali.
Ratusan warga terdampak dan kelompok rentan seperti ibu menyusui telah mendapatkan perawatan medis dasar serta pasokan gizi-air yang terjamin secara berkelanjutan. Langkah ini mempertegas peran nyata akademisi dan relawan Undana sebagai garda terdepan dalam menghadirkan pelayanan kesehatan tanggap darurat yang cepat, responsif, dan terintegrasi di Nusa Tenggara Timur. (Ing/RLS/UNDANA/BOY)






