KUPANG — Tim Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Nusa Cendana (Undana) melatih Kelompok Peternak Fetomone di Desa Baumata, Kabupaten Kupang, dalam menerapkan teknologi tepat guna pakan fermentasi (silase) dan pengolahan limbah ternak sapi potong menjadi Pupuk Organik Cair (POC). Kegiatan bertajuk “Pemberdayaan Kelompok Peternak Fetomone melalui Integrasi Teknologi Pakan Fermentasi Silo dan Pengelolaan Limbah Ternak Sapi Potong untuk Penguatan Pangan Berkelanjutan” ini dilaksanakan selama dua hari, pada 20 dan 21 Juli 2026.
Program pemberdayaan ini didanai oleh hibah Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Tahun Anggaran 2026 di bawah skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat (Pemberdayaan Masyarakat Pemula). Kegiatan ini diketuai oleh Morin M. Sol’uf, S.Pt., M.Si., bersama dua anggota tim, Ni Made Paramita Setyani, S.Pt., M.Si., dan Desy Amalia Hidayati, S.Pi., M.P., dengan melibatkan Kelompok Peternak Fetomone serta masyarakat Desa Baumata.
Pelatihan Pakan Berkualitas dan Pengolahan Limbah Lingkungan
Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi pemanfaatan bahan lokal untuk silase serta sosialisasi kesehatan ternak guna pencegahan penyakit hewan. Selanjutnya, tim akademisi membimbing peternak melalui pelatihan praktik pembuatan pakan fermentasi silase berbasis bahan lokal dan pembuatan POC dari limbah kotoran sapi.
- Penyediaan Pakan Berkualitas:Pembuatan silase pakan fermentasi silo untuk menjaga ketersediaan pakan bergizi secara berkelanjutan.
- Kesehatan dan Sanitasi Ternak:Edukasi pencegahan penyakit pada sapi potong untuk menjaga kesehatan dan bobot ternak.
- Pengolahan Limbah Kotoran Sapi:Pengolahan limbah ternak menjadi pupuk organik cair (POC) guna menekan tingkat pencemaran lingkungan desa.
Penguasaan teknologi pakan fermentasi dan pengolahan limbah ini diproyeksikan dapat menekan biaya operasional produksi peternak, mengoptimalkan potensi sumber daya lokal, serta meminimalkan dampak pencemaran lingkungan di sekitar pemukiman. Langkah ini ditargetkan mampu memicu peningkatan produktivitas usaha ternak sapi potong sekaligus mendukung terwujudnya ketahanan pangan berkelanjutan di Desa Baumata dan Kabupaten Kupang secara umum.
Mengurai Masalah Pakan Musim Kemarau dan Pencemaran Kotoran Sapi
Penerapan teknologi silase pakan dan pengolahan kotoran sapi menjadi pupuk organik cair oleh Tim PKM Undana ini membawa dampak efisiensi usaha dan kelestarian lingkungan yang sangat nyata bagi para peternak di Desa Baumata. Selama ini, peternak sapi potong di wilayah Kabupaten Kupang sering kali mengalami penurunan produktivitas ternak akibat kesulitan mendapatkan pakan hijau berkualitas saat musim kemarau, di samping membiarkan kotoran sapi menumpuk hingga mencemari lingkungan dan menjadi sumber penyakit. Fluktuasi pakan dan limbah yang tak terkelola ini berdampak langsung pada tingginya biaya operasional serta lambatnya pertumbuhan ekonomi peternak.
Pola peternakan tradisional tanpa pengolahan pakan cadangan dan pemanfaatan limbah tersebut terbukti membatasi keuntungan peternak serta merusak sanitasi lingkungan desa. Melalui integrasi pembuatan pakan fermentasi tahan lama serta pengolahan limbah kotoran menjadi pupuk bernilai guna ini, dua persoalan utama peternak tersebut resmi teratasi.
Dampak jangka panjangnya, Kelompok Peternak Fetomone memiliki pasokan pakan berkualitas yang stabil sepanjang tahun tanpa terpengaruh cuaca, sekaligus memperoleh pakan cadangan murah yang menekan biaya produksi. Di sisi lain, konversi kotoran ternak menjadi pupuk organik cair menciptakan lingkungan pemukiman yang bersih serta menghadirkan produk sampingan yang bernilai ekonomis. Transfer teknologi ini membuktikan kontribusi nyata akademisi Undana dalam mendongkrak produktivitas peternakan dan memperkuat ketahanan pangan daerah di Nusa Tenggara Timur. (Ing/RLS/UNDANA/BOY)






