Undana Siapkan Strategi Baru Akselerasi Kelulusan Mahasiswa

Pendidikan694 Dilihat

KUPANG – Universitas Nusa Cendana (Undana) terus berkomitmen memperkuat tata kelola akademik dengan merumuskan Prosedur Operasional Baku (POB) Tugas Akhir berbasis digital. Langkah strategis ini diambil untuk memberikan kepastian masa studi serta mengakselerasi kelulusan mahasiswa di tingkat Sarjana (S1), Magister (S2), hingga Doktoral (S3).

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Rapat Koordinasi Perumusan POB Tugas Akhir yang berlangsung di Aula Rektorat Undana, Rabu (12/8/2026).

Pertemuan ini menghimpun seluruh jajaran pimpinan universitas, dekanat, hingga pengelola program studi guna menyelaraskan alur dan kepastian timeline penyelesaian skripsi, tesis, maupun disertasi.

Dalam arahannya, Rektor, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng memberikan apresiasi atas langkah cepat tim penyusun dan menyambut baik standarisasi POB ini.

“Senat memberikan rekomendasi untuk menyusun POB detail yang diterapkan merata di semua prodi Undana. Masukan konstruktif Bapak/Ibu sangat dibutuhkan agar POB ini menjadi acuan resmi yang melancarkan studi mahasiswa sekaligus melindungi kita sebagai civitas akademika,” ujarnya.

Baca Juga  Sah…Undana Go International, Resmi Kerjasama dengan Universitas Timor Leste

Wakil Rektor I Bidang Akademik, Prof. Dr. drh. Annytha I.R. Detha, M.Si, menekankan pentingnya standarisasi alur dan digitalisasi POB untuk mempermudah pemantauan masa studi mahasiswa secara transparan.

“Melalui POB ini, kita ingin membangun alur penyelesaian tugas akhir yang seragam, jelas, dan terintegrasi digital lewat Siadiknona. Kuncinya adalah mengoptimalkan mata kuliah Metodologi Penelitian agar draf proposal matang lebih awal, sehingga mahasiswa punya acuan timeline yang pasti untuk lulus tepat waktu,” ujar Prof. Annytha.

Dukungan penuh juga disampaikan oleh Kepala Lembaga Pengembangan, Pembelajaran, dan Penjaminan Mutu (LP3M)  LP3M, Dr. Ir. Jacob M. Ratu, M.Kes, yang menegaskan bahwa timeline baru ini disusun secara sistematis berdasarkan alokasi beban SKS mahasiswa.

Ketua Tim Penyusun POB Tugas Akhir, drh. Putri Pandarangga, MS., Ph.D., menyampaikan pengantar mengenai semangat utama pembentukan POB ini.

“Kami merancang POB ini untuk membantu memperlancar dan mempercepat alur penyelesaian tugas akhir mahasiswa di semua jenjang, dengan tetap memperhitungkan alokasi waktu revisi dan pembimbingan secara bijak,” jelas drh. Putri.

Baca Juga  Menwa Asal Undana ini Punya IPK Tinggi, dapat Beasiswa dari Charoen Pokphand Foundation

 

Penataan timeline pada Program Sarjana (S1) dipresentasikan oleh drh. Elisabet Tangkonda, M.Sc, Ph.D., yang menjelaskan pemangkasan durasi penyelesaian skripsi dari 6 menjadi 5 bulan.

Pengerjaan diawali di Semester 5 lewat mata kuliah Metodologi Penelitian (Project-Based Learning), dilanjutkan pengajuan judul via Siadiknona pada Semester 6.

Penetapan pembimbing dibatasi maksimal 7 hari, verifikasi berkas ujian digital 1 hari, pengumpulan data 60 hari, dan analisis data 20 hari. Mahasiswa tanpa revisi mayor seminar hasil dapat langsung menempuh ujian sidang skripsi di hari yang sama, dengan syarat publikasi yang dipermudah cukup berupa bukti submission.

 

Selanjutnya, akselerasi pada Program Magister (S2) dipaparkan oleh drh. Putri Pandarangga, MS., Ph.D., yang menargetkan penekanan durasi tesis dari 12 menjadi 9 bulan. Proses dimulai dari penyusunan draf TOR tesis pada mata kuliah Metodologi Penelitian di Semester 2. Verifikasi topik dikunci 10 hari, penetapan pembimbing 7 hari, riset 60 hari, dan bimbingan draf akhir maksimal 5 kali dalam 30 hari.

Baca Juga  Delegasi Mahasiswa Prancis Tiba di Undana

Sementara itu, untuk Program Doktoral (S3) disampaikan oleh Dr. drh. Novalino H. G. Kallau, M.Si., mengenai alur tugas akhir doktoral yang dirancang selama 14 bulan agar mahasiswa dapat lulus tepat waktu dalam 3 tahun.

 

Dimulai Semester 3, tahapan mencakup pengajuan TOR (18 hari), penetapan promotor (10 hari), ujian prelim (20 hari), dan seminar proposal (17 hari). riset lapangan dialokasikan 6 bulan, bimbingan draf 2 bulan, seminar Hasil & revisi 3 bulan, serta ujian kelayakan hasil 33 hari sebelum melangkah ke ujian tertutup dan yudisium.

Sesi pemaparan tersebut memicu diskusi yang berlangsung sangat dinamis dan interaktif. Berbagai aspirasi dan masukan substantif disampaikan demi menyempurnakan draf POB yang dirancang.

 

Merespons tingginya antusiasme serta banyaknya masukan konstruktif, pimpinan menegaskan akan segera menggelar pertemuan lanjutan khusus guna membahas teknis pelaksanaan serta menindaklanjuti seluruh poin masukan yang telah dihimpun demi kesempurnaan POB tugas akhir ini. (Audc/rls/undana/boy)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan