Undana Resmi Jadi Perguruan Tinggi Mitra LPDP Gelar Program Beasiswa Prestitius 3+1+1

Lainnya718 Dilihat

KUPANG — Universitas Nusa Cendana (Undana) resmi terpilih oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan RI sebagai salah satu perguruan tinggi penyelenggara Program Beasiswa 3+1+1. Kepastian penunjukan strategis ini dibahas dalam rapat koordinasi daring antara rektorat dan tim teknis pada Selasa (15/9/2026).

Penunjukan tersebut berawal dari kunjungan Direktur Beasiswa LPDP beserta tim ke kampus Undana pada 27 Agustus 2026 untuk menyampaikan kepercayaan pengelolaan program ini. Melalui skema terintegrasi 3+1+1, mahasiswa jenjang Sarjana (S1) Undana berkesempatan menempuh studi tiga tahun di Undana, satu tahun di universitas mitra luar negeri, seperti di Amerika Serikat untuk merampungkan gelar S1, serta langsung melanjutkan satu tahun program Pascasarjana (S2) dengan pembiayaan penuh dari LPDP. Keberhasilan ini menempatkan Undana sebagai representasi perguruan tinggi negeri non-PTNBH dari kawasan Indonesia Timur yang mendapat kepercayaan tersebut, sekaligus membuka ruang akselerasi bagi mahasiswa daerah untuk meraih dua gelar diploma sekaligus dalam durasi singkat lima tahun serta bersaing di panggung akademik internasional.

Representasi Perguruan Tinggi Non-PTNBH Kawasan Indonesia Timur

Wakil Rektor I Bidang Akademik Undana, Prof. Dr. drh. Annytha I.R. Detha, M.Si., menyatakan bahwa kepercayaan dari LPDP merupakan pencapaian yang sangat membanggakan. Dari enam universitas di Indonesia yang ditetapkan sebagai penyelenggara program 3+1+1 tahun ini, empat di antaranya merupakan Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH), sedangkan Undana menjadi satu dari dua perguruan tinggi Non-PTNBH yang dipercaya.

“Kami sangat bersyukur karena LPDP secara khusus memilih Undana sebagai representasi perguruan tinggi negeri di kawasan Indonesia Timur. Program beasiswa ini memberikan akselerasi nyata bagi mahasiswa S1 kami untuk menimba ilmu di perguruan tinggi bereputasi internasional sekaligus menyelesaikan studi S2 dalam waktu singkat,” ujar Prof. Annytha.

Masih menurutnya, mahasiswa akan menempuh perkuliahan reguler selama tiga tahun di Undana. Setelah memenuhi kriteria kelayakan (eligibility), mahasiswa melanjutkan tahun keempat di kampus mitra luar negeri hingga lulus S1, lalu diteruskan satu tahun untuk merampungkan gelar magister (S2). Menindaklanjuti keputusan tersebut, tim Undana dijadwalkan bertolak ke Jakarta pada pekan depan untuk berkonsultasi mengenai regulasi teknis, kesiapan dokumen administrasi, serta prosedur kelengkapan di LPDP.

Baca Juga  BUNUH DIRI BUKAN SOLUSI, ADA CARA LAIN

Perluasan Mitra Global dan Penyesuaian Kurikulum

Sementara itu, Kepala International Relations Office (IRO) Undana, Santri E. P Djahimo, S.Pd., M. App.Ling., Ph.D., Post Grad. Dip (RMS)., menekankan bahwa capaian ini sejalan dengan visi Rektor Undana untuk mewujudkan kampus yang berorientasi global namun tetap relevan secara lokal (World Class Locally Relevant).

Kepala International Relations Office (IRO) Undana, Santri E. P Djahimo, S.Pd., M. App.Ling., Ph.D., Post Grad. Dip (RMS)., menegaskan “LPDP memberikan fleksibilitas bagi Undana untuk memanfaatkan jaringan perguruan tinggi mitra LPDP seperti di Amerika Serikat, Inggris, Singapura, hingga Skotlandia maupun menjajaki kerja sama mandiri. Minggu lalu kami juga telah mendiskusikan peluang kolaborasi intensif bersama Arizona State University (ASU) di Amerika Serikat yang berfokus pada bidang STEM dan bisnis.”

Baca Juga  Di Pundak Christ Mboeik Cs, Gubernur VBL Harap ada Budaya 'Sepakbola Damai'

Ia menambahkan, skema ini mencakup penyesuaian kurikulum yang ketat agar kredit mata kuliah yang ditempuh mahasiswa di luar negeri dapat dikonversi secara tepat untuk syarat kelulusan gelar sarjana dari Undana maupun gelar magister dari kampus mitra.

Program 3+1+1 ini direncanakan menyasar sejumlah program studi potensial yang kini masuk dalam tahap pemetaan awal, seperti Biologi, Agribisnis, Budidaya Perairan, Manajemen Sumber Daya Perairan, Teknik Sipil, Teknik Mesin, Arsitektur, Akuntansi, Manajemen, hingga Ekonomi Pembangunan. Pihak IRO Undana optimistis penyelarasan dokumen dapat diselesaikan tepat waktu sehingga sosialisasi dan pendaftaran bagi mahasiswa yang memenuhi syarat dapat dibuka pada semester mendatang. (Iyl/RLS/UNDANA/BOY)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan