Undana Siapkan Posko Bantuan Gempa Flores, Rekening Donasi hingga Relawan Kampus

Pendidikan553 Dilihat

KUPANG — Universitas Nusa Cendana (Undana) menyampaikan duka mendalam, sekaligus menyatakan komitmen kemanusiaan dan tanggung jawab sosialnya atas musibah gempa tektonik bermagnitudo 7,7 yang melanda wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) dini hari.

Sebagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) pembina di NTT, Undana langsung menggelar rapat koordinasi tanggap darurat via Zoom Meeting, pagi, usai gempa.

Rektor, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng menegaskan, Undana perlu mengambil peran sentral sebagai pusat konsolidasi aksi kemanusiaan dan kepakaran bagi kementerian serta perguruan tinggi se-Indonesia.

“Sebagai perguruan tinggi pembina di NTT, Undana siap mengemban amanah menjadi hub atau pusat koordinasi tanggap bencana perguruan tinggi se-Indonesia,” ujarnya, saat memimpin rapat tersebut.

Prof. Jefri menegaskan, seluruh data kebutuhan lapangan, pemetaan relawan, dan penyaluran bantuan akan dikonsolidasikan terpadu melalui Undana agar terdistribusi tepat target dan berdaya guna bagi masyarakat terdampak di Flores.

Baca Juga  Sejarah Tercipta, Konjen Tiongkok Sambangi Undana, Dorong Pembukaan Prodi Sejarah Tiongkok dan Perkuat Pusat Studi Bahasa Mandarin

Guna memastikan penanganan berjalan sistematis, cepat, dan transparan, melalui rapat tersebut, Undana merumuskan delapan langkah strategis, yakni:

Pertama, posko utama tanggap bencana. Berpusat di Gedung Dharma Wanita Persatuan (DWP) Rektorat Undana sebagai pengendali arus informasi, penerimaan logistik, pendaftaran relawan, serta pintu koordinasi dengan Pemprov NTT dan Pemkab se-Flores.

Kedua, pencairan dana kedaruratan. Diluncurkan hari ini dari alokasi dana taktis pengabdian masyarakat.

Menurur Wakil Rektor II Undana, Prof. Dr. Paul G. Tamelan, M.Si., langkah ini diambil agar pergerakan tim relawan, penanganan medis awal, dan penyaluran bantuan berjalan cepat, terstruktur, serta akuntabel.

Ketiga, penyisiran presisi sivitas akademika. Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) bersama Biro Akademik dan Kemahasiswaan (BAK) ditugaskan untuk mendata keberadaan mahasiswa KKN, peneliti lapangan, hingga mahasiswa yang berdomisili di wilayah terdampak Flores.

Baca Juga  Mendiktisaintek Terapkan Pola Kerja Fleksibel dan Kuliah Hybrid di Perguruan Tinggi

Keempat, fleksibilitas akademik mahasiswa. Pimpinan Undana memberikan relaksasi jadwal perkuliahan mahasiswa hingga awal September mendatang khusus bagi seluruh mahasiswa yang terdampak bencana.

Kelima, membentuk Satuan Tugas Penanggulangan Bencana(Undana Disaster Relief Task Force). Tujuannya untuk mengintegrasikan seluruh potensi kepakaran lintas fakultas dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) untuk penanganan komprehensif di wilayah bencana.

Keenam, penguatan relawan kampus. Biro Akademik dan Kemahasiswaan (BAK) bakal mengeluarkan edaran bagi setiap fakultas untuk mengutus 5 hingga 7 mahasiswa relawan (khususnya semester akhir) beserta dosen pendamping untuk memperkuat operasional posko.

Ketujuh, komunikasi publik. Undana melalui Humas, menerbitkan siaran pers dan flyer resmi secara masif.

Wakil Rektor IV, Prof. Philiphi de Rozari, S.Si., M.Si., M.Sc., Ph.D., menegaskan bahwa hal ini penting sebagai saluran informasi yang akan terhubung langsung ke kementerian, pimpinan PTN/PTS nasional, serta insan pers demi menjamin akurasi data publik.

Baca Juga  Era Baru Undana: Mandat Empat Pilar untuk Prof Jefri, Apresiasi kepada Prof Maxs

Kedelapan, mengaktifkan kembali nomor rekening “Undana Peduli” melalui BRI: 0039 01 02567153 6 untuk menggalang donasi secara transparan.

Seluruh koordinasi bantuan, pendaftaran relawan, serta pemutakhiran data lapangan dapat dilakukan langsung di Posko Utama Gedung DWP Rektorat Undana atau melalui saluran Hotline Pak Nixon (0813 5506 9500) dan Pak Willy (0821 2247 6811).

Melalui delapan langkah strategis tersebut, Undana menegaskan komitmen kemanusiaan, kepedulian, dan tanggung jawab sosialnya secara nyata. Kehadiran Undana membuktikan bahwa di tengah bencana Flores, kampus hadir sebagai benteng solidaritas yang responsif, inklusif dan akuntabel demi masyarakat NTT.(Iyl/RLS/UNDANA/BOY)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan