Undana Go International,  Jajaki Pembukaan EU Centre Pertama di Indonesia Timur

Pendidikan324 Dilihat

Kupang-Universitas Nusa Cendana (Undana) memantapkan langkah menuju internasionalisasi dengan menjajaki kerja sama strategis bersama Delegasi Uni Eropa (UE) di Indonesia. Kolaborasi ini tidak hanya menyasar mobilitas akademik, tetapi juga memproyeksikan Undana sebagai pusat studi internasional melalui rencana pembukaan European Union (EU) Centre pertama untuk wilayah Indonesia bagian timur.
Penjajakan ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan Kepala Kantor Urusan Internasional (International Relations Office/IRO) Undana, Santri E. P Djahimo, S.Pd., M.App.Ling., Ph.D., ke kantor Delegasi Uni Eropa, Senin (27/4). Langkah ini dipandang strategis mengingat posisi Undana yang dinilai memiliki potensi kompetitif untuk bersaing dengan universitas besar lainnya di Indonesia.

Simulasi Diplomasi dan Kurikulum European Studies
Dalam pertemuan tersebut, Delegasi Uni Eropa menawarkan implementasi Model European Union (MEU) di Undana. MEU merupakan simulasi proses pengambilan keputusan di Uni Eropa yang akan melibatkan mahasiswa, khususnya dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), untuk mengasah kemampuan negosiasi dan diplomasi internasional.
EU Centre nantinya akan menjadi sarana kolaborasi akademik sekaligus memperdalam pemahaman tentang institusi, kebijakan, dan nilai-nilai Uni Eropa. Ini adalah nilai tambah besar bagi Undana untuk memposisikan diri sebagai pusat studi internasional di Indonesia Timur,” ungkap Santri E.P. Djahimo.
Selain itu, Undana dijadwalkan berpartisipasi dalam pertemuan jaringan universitas di Yogyakarta pada Juni 2026 mendatang untuk membahas pengembangan kurikulum European Studies. Program ini diharapkan dapat memperkaya perspektif global mahasiswa melalui skema pembelajaran yang adaptif.

Akses Riset Global dan Program Erasmus
Kerja sama ini juga membuka pintu bagi Undana untuk mengakses program Horizon Europe, inisiatif pendanaan riset terbesar dari Uni Eropa dengan anggaran mencapai €93,5 miliar. Program ini berfokus pada tantangan global seperti perubahan iklim, energi berkelanjutan, dan transformasi digital. Sinergi ini diperkuat oleh kesepakatan Indonesia– European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) yang dicapai pada September 2025.
Bagi mahasiswa, peluang mobilitas internasional terbuka lebar melalui skema Erasmus International Credit Mobilit dan Erasmus Mundus Joint Master’s Degrees. Alumni dari program ini diharapkan menjadi motor penggerak internasionalisasi di Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan membawa standar akademik internasional dan metodologi riset mutakhir kembali ke daerah.

Baca Juga  Undana Tuan Rumah FGD Nasional: AMVI Dorong Harmonisasi Kurikulum Mikrobiologi Veteriner untuk Perkuat Uji Kompetensi Nasional

Payung Hukum dan Kunjungan Belajar
Saat ini, kedua belah pihak sedang merumuskan draf Nota Kesepahaman (MoU) yang mencakup berbagai kegiatan, mulai dari kuliah umum bersama Duta Besar UE hingga peluang kunjungan belajar mahasiswa langsung ke Kantor Delegasi Uni Eropa di Jakarta.
Kerja sama jangka panjang ini diharapkan tidak hanya meningkatkan reputasi Undana di kancah global, tetapi juga mencetak lulusan yang memiliki keterampilan analitis tajam dan daya saing internasional yang kuat, guna mendukung pembangunan berkelanjutan di wilayah NTT. (Ing/rls/undana/boy)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan