Undana Dampingi LSM GARAMIN Melalui Hilirisasi Riset Inovasi “IBTA”

Pendidikan765 Dilihat

KUPANG – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nusa Cendana (FEB Undana) menggelar program pendampingan akuntabilitas keuangan berbasis audit pada Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Advokasi Transformasi Disabilitas untuk Inklusi (GARAMIN) di Kupang, Selasa (29/9/2026). Program berbasis hilirisasi riset ini dipimpin oleh Yemima Eka Christi Windya, S.E., M.Acc., bersama tim dosen lintas bidang dari Program Studi Akuntansi dan Program Studi Ekonomi Pembangunan FEB Undana.

 

Langkah pendampingan ini menjadi pijakan dasar dalam memperkuat transparansi serta akuntabilitas tata kelola keuangan lembaga non-privat di NTT. Melalui inovasi aplikasi digital, LSM penerima donor dapat mengenali kelemahan dan melakukan mitigasi risiko keuangan secara mandiri dan lebih awal, sehingga meningkatkan kesiapan menghadapi proses audit resmi sekaligus memperkokoh kepercayaan publik dan para donor.

 

Sinergi Dosen Lintas Bidang dan Pendekatan Audit Entitas Non-Privat

 

Dalam pelaksanaannya, Ketua Tim PKM Yemima Eka Christi Windya dibantu oleh tim dosen Prodi Akuntansi, Eve Ida Malau, S.E., M.Si., Anindya Septisuwendani, S.E., M.Si., dan Filipus Argentano Guntur Suryaputra, S.E., M.Ak. serta dosen Prodi Ekonomi Pembangunan, Theresia Vera Selviana Assan, M.Si. dan Olivia Louise Eunike Tomasowa, S.E., M.E.

Baca Juga  Undana Perketat Standar Pengawasan UTBK-SNBT 2026, Jamin Integritas Seleksi Nasional

 

Kolaborasi lintas disiplin ini dibentuk untuk merespons kebutuhan pencatatan keuangan LSM yang bersumber dari masyarakat dan donor, sehingga memerlukan pendekatan audit khusus yang berbeda dengan entitas bisnis privat.

 

“Kami melakukan persiapan dengan pendekatan audit, tetapi bukan bertindak sebagai auditornya. Berdasarkan prinsip-prinsip yang kami pelajari, kami mengarahkan bahwa pendekatan audit yang tepat untuk entitas mereka bukanlah entitas privat, karena dana yang dikelola bersumber dari masyarakat melalui para donor,” ujar Yemima.

 

Inovasi Aplikasi IBTA dan Indikator Deteksi Risiko Otomatis

 

Sebagai solusi konkret atas kebutuhan tata kelola tersebut, Tim PKM FEB Undana memperkenalkan Instrumen Bukti Transaksi Auditable (IBTA). Aplikasi digital ini dirancang khusus untuk mempermudah pencatatan dan penyimpanan dokumen transaksi secara terstruktur.

 

Keunggulan utama aplikasi IBTA terletak pada sistem indikator risiko otomatis berbasis warna yang mampu mendeteksi potensi risiko tingkat sedang hingga tinggi. Fitur ini berfungsi sebagai sistem peringatan dini agar pengelola dapat langsung mengevaluasi potensi kesalahan pencatatan sebelum audit formal dilakukan.

Baca Juga  Terpilih Tiga Besar Calon Rektor Undana, Prof Apris Adu Suara Terbanyak

 

“Harapannya dari informasi tersebut, mereka tidak menjadi ketakutan, melainkan melakukan mitigasi secara dini untuk segera mencari tahu letak kelemahan ketika indikator menunjukkan warna merah. Dengan demikian, mereka dapat segera menemukan solusi sehingga pada saat ada pemeriksaan atau audit, mereka sudah siap,” ungkap Yemima menegaskan esensi aplikasi tersebut.

 

Pengembangan aplikasi IBTA dilakukan secara kolaboratif bersama pihak GARAMIN sejak April 2026. Tahapan perancangan diawali dengan observasi lapangan, identifikasi kebutuhan mitra, pembuatan desain bersama tenaga ahli teknologi informasi, hingga uji coba operasional bersama pengurus LSM.

 

Masukan langsung dari mitra menjadi dasar penyesuaian fitur aplikasi, di mana proses pengembangannya dijadwalkan terus berlanjut hingga November 2026 agar benar-benar presisi menjawab dinamika pelaporan di lapangan.

 

Guna menjaga keberlanjutan instrumen ini, Yemima mengungkapkan rencana jangka panjang untuk mengintegrasikan IBTA ke dalam peta jalan (roadmap) penelitian lima tahun ke depan. Pengembangan lanjutan tersebut akan melibatkan tim pakar di bidang sektor publik dan manajemen strategi. Langkah ini bertujuan memastikan aplikasi IBTA tetap relevan, adaptif, dan mampu mengakomodasi kebutuhan standar pelaporan keuangan LSM GARAMIN dalam jangka panjang.

Baca Juga  Kerja Nyata Mahasiswa KKN Tematik Undana, Gandeng Polres Manggarai Timur Bangun Tenda Darurat Hingga trauma Healing untuk Korban Gempa

 

Inisiatif dan pendampingan dari FEB Undana disambut positif oleh jajaran pengurus LSM GARAMIN. Bendahara LSM GARAMIN, Yani Nunuhitu, menyatakan bahwa kehadiran aplikasi IBTA menjawab kendala teknis pencatatan keuangan yang dihadapi lembaga selama ini.

 

“Selama ini saya sebagai bendahara membutuhkan satu aplikasi yang bisa mencatat beberapa program sekaligus, termasuk melihat penggunaan dan sisa dana dari masing-masing program. Karena itu, aplikasi ini sangat membantu dan ke depannya dapat kami gunakan sebagai bagian dari persiapan ketika Garamin menjalani audit,” ungkap Yani.

 

Melalui kegiatan PKM ini, Undana memperluas jangkauan pemanfaatan hasil riset akademis agar dapat diterapkan secara praktis pada tata kelola lembaga non-pemerintah. Pendampingan yang berkelanjutan ini diharapkan dapat membimbing LSM GARAMIN dalam membangun sistem akuntansi yang semakin tertata dan akuntabel, sekaligus memperkuat kredibilitas lembaga dalam menjalin kemitraan strategis dengan para donor di masa depan. (Audc/RLS/UNDANA/BOY)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan