KKN Undana Dorong Kemandirian Desa di Lereng Gunung Inerie

Pendidikan441 Dilihat

KUPANG – Universitas Nusa Cendana (Undana) kembali memperkuat komitmen pengabdian masyarakat melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Sebanyak sembilan mahasiswa KKN Kelompok 87 saat ini sedang melaksanakan KKN di Desa Watunay, Kecamatan Golewa Barat, Kabupaten Ngada, untuk mendorong kemandirian desa berbasis potensi lokal.

Berlangsung selama 60 hari (6 Juli–akhir Agustus 2026), program berfokus mengoptimalkan tiga kekuatan utama desa di lereng Gunung Inerie ini: sektor pertanian dan hortikultura, bentang alam memikat, serta tradisi adat Ngada yang terjaga murni.

Di sektor pertanian dan perkebunan, Desa Watunay merupakan sentra komoditas kopi arabika dan hortikultura cabai keriting. Untuk kopi, mahasiswa mendampingi branding produk melalui logo dan identitas visual “Kopi Watunay” guna mendukung langkah Pemkab Ngada menggandeng investor kawasan perkebunan terpadu dan agrowisata.

Baca Juga  Undana Perketat Standar Pengawasan UTBK-SNBT 2026, Jamin Integritas Seleksi Nasional

Sementara pada cabai keriting, mahasiswa turun mengedukasi warga menangani hama antraknosa (patek) mulai dari pengenalan gejala, sanitasi lahan, jarak tanam, hingga dosis fungisida yang tepat.

Untuk melengkapi tata kelola pertanian tersebut, tim Undana juga mendampingi masyarakat dalam mengikis hambatan pemasaran digital. Mahasiswa mengoptimalkan media sosial dan website desa guna memperluas jangkauan pasar komoditas lokal agar tidak lagi sepenuhnya bergantung pada tengkulak atau pasar tradisional.

Yuniarti Rismi Silvia Panie, salah satu mahasiswa KKN Kelompok 87 Undana, mengungkapkan bahwa seluruh program diformulasikan agar manfaatnya bersifat jangka panjang.

“Kami berharap pengetahuan, media promosi digital, dan hasil pendampingan yang telah dirancang dapat dikelola secara mandiri oleh masyarakat, sehingga kemajuan Desa Watunay terus berlanjut secara konsisten bahkan setelah masa KKN berakhir,” ujarnya.

Baca Juga  Undana Usung Permendikbudristek No. 55/2024, Kolaborasi Wujudkan Kampus Inklusif dan Bebas Kekerasan

Pada sektor pariwisata, jelas Yuniarti, fokus pemetaan awal mahasiswa tertuju pada pengembangan Bukit Hendrik sebagai destinasi unggulan agrowisata. Menawarkan pemandangan Gunung Inerie yang menakjubkan dengan akses yang relatif mudah, Bukit Hendrik diproyeksikan menjadi daya tarik wisata utama yang dapat menggerakkan perekonomian desa.

Ia menambahkan, keunggulan Desa Watunay semakin bernilai tinggi berkat kelestarian kearifan lokalnya. Masyarakat setempat secara konsisten memelihara tradisi ritual syukuran Reba setiap awal tahun, tradisi Ka Sa’o, serta menjaga struktur kemasyarakatan berbasis rumah adat (Sa’o) yang menjadi pilar identitas kebudayaan Ngada.Masyarakat dan pemerintah desa menyambut positif hadirnya program ini.

Seluruh hasil pendampingan kini diserahterimakan ke pihak desa, diiringi komunikasi berkala demi memantau keberlanjutan Desa Watunay menuju desa mandiri berbasis agrowisata dan budaya. (Iyl/RLS/UNDANA/BOY)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan