KUPANG-Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana), Prof Dr. Ir Jefri Bale, ST., M. Eng ketika melantik empat wakil rektor, Senin (29/6/2026) menekankan pentingnya kerendahan hati dalam bekerja. Tak hanya itu, orang nomor satu di Undana itu menyebut tipikal karakter pejabat yang menurutnya tidak boleh ada di tim work yang dipimpinnya. Bahkan dia mengutip pesan Presiden RI Prabowo Subianto serta konsep paradoks kekuasaan.

“Kami ini baru pulang dari sarasehan kebangsaan. Banyak pesan kepemimpinan dari pak Presiden yang perlu saya sampaikan kembali. Para wakil rektor, tugas dan fungsi seorang wakil rektor adalah membantu sebagai pemimpin.
Tugas dan tanggung jawab itu tidak mudah. Kita berada di universitas yang mewarisi kerja-kerja yang tidak mudah. Beban itu terlalu besar jika tidak dilakukan secara optimal,”demikian Prof Jefri menambahkan “Saya membaca salah satu istilah. Tentang paradoks kekuasaan.
Bahwa banyak yang dipilih menjadi pemimpin itu karena loyalitas, empati kecerdasan sosial dan nilai positif lainnya. Akan tetapi dalam perjalanan itu hilang. Baik itu loyalitas dan lainnya. Saya tidak mau itu terjadi dalam kepemimpinan saya.
Karena itu cara agar tetap eksis adalah terus menjalin komunikasi dan rendah hati.
Tidak terlena dengan paradoks kekuasaan. Kekuasaan itu bisa menjadi racun, bisa membuat orang lupa diri, ini menurut Prof Fred Benu dan Prof Maxs Sanam “ujarnya.
Namun dia menaruh rasa percaya bahwa loyalitas dan inklusivitas dimiliki keempat wakil rektor sehingga kedepan mereka akan bekerja dan melangkah bersama.
Keempat wakil rektor pun diminta agar harus siap dihujat dan difitnah, dimaki publik serta fokus bekerja membenahi tanggungjawab yang disoroti.
“Harus siap dimarahi, difitnah, dihujat. Harus bisa menerima dengan tetap fokus bekerja. Kalau mau yang biasa-biasa saja ya tidak usah buat apa-apa. Diam-diam saja tokh gaji tetap jalan. Karena itu saya pesan harus siap dikritik dan terima semua masukan. Ini tergantung bagaimana meresponinya,”tegas Prof Jefri lagi.
Ada satu pernyataan Presiden Prabowo pada sarasehan kebangsaan yang menurutnya harus dijadikan sebagai koreksi.
“Ada satu pertanyaan. Jangan sampai masalahnya adalah kita sendiri. Apakah saya sudah laksanakan tugas dan tanggungjawab saya dengan benar?
Kepada bapak ibu pimpinan yang baru, tidak usah berpikir hal-hal yang tidak terlalu penting sehingga lupa tanggungjawab kita,”ungkapnya.
Mutasi menurutnya adalah tahapan lumrah dalam sebuah organisasi. Karena itu dia minta agar jangan dikaitkan dengan suksesi rektor yang sudah berlalu.
Dineritakan, Rektor Undana melantik empat wakil rektor yakni Prof Anyta Rohi Detha (Warek 1), Prof Paul Tamelan (Warek 2), Dr. Rudy Rohi (Warek 3) dan Prof Philip de Rosari (Warek 4). (BOY)






