Undana Desain Kurikulum Lawan Pengangguran Intelektual

Pendidikan240 Dilihat

Kupang (MEDIATOR)– Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Inggris (MPBI) Universitas Nusa Cendana (Undana) melakukan terobosan kurikulum dengan menggeser orientasi lulusan dari sekadar pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja. Melalui penguatan aspek Edupreneurship, MPBI Undana kini menyiapkan para magister yang tidak hanya ahli dalam pedagogi, tetapi juga mahir mengelola bisnis jasa pendidikan berbasis digital.

Langkah ini diambil sebagai respons atas kian sempitnya peluang kerja di sektor formal bagi lulusan pascasarjana. Koordinator Prodi MPBI Undana, Drs. Jhon W. Haan, M.A., Ph.D., menegaskan bahwa gelar magister tidak boleh lagi hanya menjadi “tiket” kenaikan pangkat, melainkan harus menjadi modal kemandirian ekonomi.

Integrasi Teknologi dan Kemampuan Global

MPBI Undana kini mewajibkan mahasiswanya menguasai mata kuliah Information Technology in Language Teaching. Dalam kelas ini, mahasiswa dilatih menjadi kreator konten digital, perancang platform kursus daring, hingga pengelola kelas internasional mandiri.

“Kami tidak ingin alumni kami hanya bergantung pada pembukaan formasi guru atau dosen. Jika pekerjaan formal belum tersedia, mereka harus mampu berdiri sendiri sebagai edupreneur yang kompeten,” ujar Dr. Jhon Haan dalam wawancara eksklusif, Februari lalu.

Untuk menunjang daya saing di level global, prodi ini menetapkan standar kelulusan yang cukup tinggi, yakni target skor IELTS minimal 7,5. Standar ini memastikan bahwa lulusan Undana memiliki kualifikasi yang setara dengan praktisi profesional di panggung internasional.

Baca Juga  UNDANA Siap Dukung KONI NTT Sukseskan PON 2028

Riset Tindakan dan Diplomasi ke Pelosok NTT

Transformasi MPBI Undana juga menyentuh aspek riset melalui penguatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan Penelitian Tindakan Sekolah (PTS). Mahasiswa tidak hanya berkutat pada teori di balik meja, tetapi diterjunkan langsung ke berbagai kabupaten di pelosok Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk memecahkan masalah pembelajaran secara real-time.

Tim MPBI Undana secara konsisten melakukan jemput bola ke sekolah-sekolah di daerah untuk mendampingi guru lokal. Hasil dari intervensi riset tersebut kemudian diseminarkan secara tahunan sebagai ruang pertukaran praktik baik (best practice) antar-pendidik di NTT.

Menjawab Tantangan Ketenagakerjaan

Dengan model pembelajaran berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) dan pendekatan Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK), MPBI Undana optimis dapat melahirkan generasi pendidik baru.

Baca Juga  Mendiktisaintek Sentil Kemandirian BLU Undana dan Hilirisasi Riset, Prof Jefri Bale: Fokus Potensi Daerah

“Inti dari transformasi ini adalah efektivitas solusi di lapangan. Dengan keterampilan yang kami berikan, lulusan akan memiliki kepercayaan diri untuk menciptakan peluangnya sendiri,” pungkas Dr. Jhon Haan.

Melalui strategi ini, MPBI Undana mempertegas perannya sebagai institusi yang tidak hanya mencetak akademisi, tetapi juga penggerak ekonomi kreatif di bidang pendidikan yang relevan dengan kebutuhan zaman. (Audc/rls/undana/tim)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan