Kupang – Universitas Nusa Cendana (Undana) resmi memperluas jejaring internasionalnya dengan menjalin kemitraan strategis bersama Universidade Católica Timorense (UCT) São João Paulo II, Timor Leste. Kolaborasi ini difokuskan pada penguatan pendidikan kesehatan, khususnya program profesi dokter dan pendampingan pembukaan Program Studi Kedokteran Hewan di UCT.
Pertemuan yang berlangsung di Gedung Rektorat Undana, Jumat (8/5/2026), ini menjadi langkah nyata kedua institusi dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan pendidikan tinggi di kawasan lintas batas Timor.
Wakil Rektor Bidang Akademik Undana, Prof. Dr. drh. Annytha I.R. Detha.,M.Si, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari misi internasionalisasi Undana sekaligus bentuk solidaritas regional. Undana menyatakan kesiapan penuh untuk menerima mahasiswa UCT guna menjalani pendidikan profesi di berbagai rumah sakit pendidikan dan puskesmas mitra di Kota Kupang.
“Kerja sama ini bukan sekadar urusan akademik, melainkan upaya kolektif memperkuat kualitas kesehatan di daratan Timor. Kami percaya, kemajuan NTT harus berjalan beriringan dengan dukungan bagi wilayah tetangga agar dapat tumbuh bersama,” ujar Prof. Annytha.
Salah satu poin krusial dalam kesepakatan ini adalah kebijakan afirmasi biaya pendidikan bagi mahasiswa asal Timor Leste. Mengingat tingginya biaya pendidikan kedokteran, Undana mengambil langkah progresif dengan meniadakan Iuran Pengembangan Institusi (IPI) bagi mahasiswa UCT.
Dekan Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan (FKKH) Undana, Dr. dr. Christina Olly Lada, M.Gizi., menjelaskan bahwa melalui efisiensi anggaran, tarif SPP ditetapkan sebesar Rp15 juta per semester, jauh di bawah standar maksimal regulasi nasional yang mencapai Rp25,6 juta.
“Langkah ini kami ambil agar mahasiswa UCT tetap dapat mengakses pendidikan profesi berkualitas di Pulau Timor. Ini adalah tonggak sejarah yang akan melahirkan alumni pertama hasil sinergi Undana dan UCT,” ungkap Dr. Christina.
Rektor UCT, Frei Prof. Dr. Joel Casimiro Pinto, OFM., menyambut hangat dukungan tersebut. Ia memandang Undana sebagai mitra jangka panjang yang sangat membantu keterbatasan fasilitas dan biaya pendidikan kesehatan di negaranya.
Selain program profesi dokter, Undana berkomitmen melakukan pendampingan teknis bagi UCT yang tengah bersiap membuka Program Studi Kedokteran Hewan pada Juni 2026. Dukungan yang diberikan mencakup penyusunan dokumen akademik, studi kelayakan, hingga penyediaan sumber daya dosen.
Wakil Rektor Bidang Riset dan Kerja Sama UCT, João Câncio Freitas, Ph.D., mengapresiasi bimbingan teknis dari FKKH Undana yang dinilai sangat krusial dalam memenuhi persyaratan kementerian terkait di Timor Leste.
Melalui kolaborasi ini, Undana dan UCT tidak hanya mempererat hubungan diplomatik-akademik antara Indonesia dan Timor Leste, tetapi juga meletakkan fondasi bagi terciptanya ekosistem pendidikan kesehatan yang unggul dan inklusif di kawasan Asia Tenggara. (Ika/rls/undana/boy)






