UKSW Kirim Mahasiswa Lintas Fakultas Ikuti GlobEEs 2026 di Taiwan

Lainnya16 Dilihat

SALATIGA-Global Education Experiences (GlobEEs) 2026, sebuah program internasionalisasi antara Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Chang Jung Christian University (CJCU) Taiwan, dan Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) kembali di gelar. Memasuki tahun ke-14 penyelenggaraanya, GlobEEs kali ini diselenggarakan di CJCU Taiwan, mulai 4 hingga 15 Mei mendatang.

Delegasi UKSW yang terdiri dari 10 mahasiswa lintas fakultas resmi bersama Leader dan Co Leader dilepas oleh Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Kealumnian Profesor Yafet Yosafet Wilben Rissy pada Minggu (3/5/20206) siang di Gedung Administrasi Pusat (GAP), Kampus UKSW Jalan Diponegoro.

Dalam sambutannya, Profesor Yafet Rissy menyampaikan harapan, agar peserta GlobEEs dapat memberikan sumbangsih terbaiknya selama kegiatan, mewakili UKSW dan Indonesia.

“Peserta GlobEEs dari UKSW adalah duta Satya Wacana. Karena itu saya berharap bisa memberikan yang terbaik dan juga menimba pengalaman dan pengetahuan dari rekan Chang Jung Christian University, termasuk membangun jejaring internasional yang pastinya berguna ke depan,” kata Profesor Yafet Rissy.

Baca Juga  KUHP 2023 dan KUHAP 2025: Upaya Menghadirkan Keseimbangan Antara Penegakan Hukum dan Perlindungan Hak Asasi Manusia

Tema yang diusung dalam rangkaian GlobEEs tahun ini adalah “Local Action for Environmental Sustainability, Learning Together in Taiwan”. Dalam rangkaian kegiatan yang dilakukan, peserta akan mengikuti kuliah dan lokakarya di CJCU. Peserta juga berkesempatan berbagi pengetahuan dan nilai budaya negara asalnya kepada peserta lain dan masyarakat setempat. Di akhir program, peserta akan mempresentasikan makalah tentang pengalaman yang didapatkan selama mengikuti program.

Ke-10 mahasiswa UKSW peserta GlobEEs tahun ini adalah Serafim Angeline Setiawan, Alessandro D.P. Simaremare, dan Aeyske Dyah Ayu Putri Beeh dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Komunikasi (FISKOM), Evina Aini Damayanti dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Aurelya Chesia Sefina, Karolina Okwin Hitokdana, dan Aaron Herbert Eduard Gana dari Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Chrisya Blessing Hadasah Pogantung dari Fakultas Psikologi, Aristo Talin Coeputra dan Inna T. Kalakmabin dari Fakultas Teknologi Informasi (FTI). Delegasi UKSW dipimpin Leader yaitu Yustinus Calvin Gai Mali, Ph.D., Dosen FBS dan Co Leader Ryan Tuelah Bundt, S.SI., Kepala Bagian Kerja Sama dan Pelayanan Gereja Direktorat Kerja Sama.

Baca Juga  Oksigen Generator Seharga Hampir 2 Miliar, Jadi Bukti Cinta KADIN untuk RSUD Waikabubak

“Peserta GlobEEs UKSW tahun ini sedikit berbeda karena ada dua utusan dari Lembaga Kemahasiswaan untuk mendukung program internasionalisasi Lembaga Kemahasiswaan UKSW. Selain itu, kali ini juga ada dua mahasiswa dari Pegunungan Bintang Papua,” terang Ryan Tuelah Bundt tentang peserta GlobEEs tahun ini.

Sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), program GlobEEs turut mendukung SDGs ke-4 yaitu pendidikan berkualitas, SDG ke-16 yaitu perdamaian, keadilan dan kelembagaan yang tangguh, dan SDGs ke-17 yaitu kemitraan untuk mencapai tujuan. Selain itu, kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen UKSW terhadap program Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktisaintek) Berdampak yang selaras dengan Asta Cita ke-4 yaitu penguatan sumber daya manusia, pendidikan, sains, teknologi, dan kesehatan.

Baca Juga  Hadiah untuk Bu Melbourne (Sebuah Kisah Natal)

Sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terakreditasi Unggul, UKSW telah berdiri sejak 1956 dengan 15 fakultas dan 65 program studi di jenjang D3 hingga S3, dengan 36 Prodi Unggul dan A. Terletak di Salatiga, UKSW dikenal dengan julukan Kampus Indonesia Mini, mencerminkan keragaman mahasiswanya yang berasal dari berbagai daerah. Selain itu, UKSW juga dikenal sebagai “Creative Minority” yang berperan sebagai agen perubahan dan inspirasi bagi masyarakat. (rls/ UKSW/BOY)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan