Kupang (MEDIATOR) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Fakultas Peternakan, Kelautan dan Perikanan (FPKP) Universitas Nusa Cendana (Undana) menginisiasi transformasi pertanian perkotaan di Kelurahan Nunbaun Sabu, Kota Kupang. Melalui penerapan teknologi budidaya ikan dalam ember (Budikdamber) dan sistem akuaponik, delapan mahasiswa Undana memberikan solusi praktis bagi masyarakat pesisir untuk mandiri secara pangan meskipun di tengah keterbatasan lahan dan sumber daya air.
Program pengabdian ini menyasar kelompok budidaya ikan air tawar “Murimada” sebagai mitra utama. Inovasi yang dihadirkan meliputi tiga skema produksi terintegrasi, yakni sistem akuaponik rak, Budikdamber, dan kolam terpal, yang dirancang khusus untuk mengoptimalkan halaman rumah menjadi sumber protein dan sayuran hijau.
Efisiensi Produksi: Panen Ganda dalam Satu Wadah
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Wesley Pasaribu, S.Pi., M.Si., menjelaskan bahwa pendekatan yang dibawa mahasiswa bukan sekadar pembangunan sarana fisik, melainkan edukasi teknologi tepat guna. Metode Budikdamber, misalnya, dinilai paling efisien bagi warga karena bersifat hemat air, tidak memerlukan energi listrik, serta memiliki biaya operasional yang sangat terjangkau.
“Kami ingin menunjukkan bahwa masyarakat bisa memanen ikan lele dan sayuran secara bersamaan dari satu unit produksi yang sama. Ini adalah bentuk integrasi pangan rumah tangga yang sangat berkelanjutan,” ungkap perwakilan mahasiswa KKNT Undana.
Monitoring Intensif dan Hasil Nyata
Selama masa pengabdian, tim mahasiswa yang terdiri dari Christmas Day Leni Simanjuntak, Regina Firsani Missa, Tigblades Afarno Kana Keze, Nur Fadilah, Gabriela Katrina Sanga, Yandres Lima, Laurensius K. Dasion, dan Kevin T. M. Tassi, melakukan pendampingan teknis secara rutin. Pemantauan meliputi kualitas air, suhu, hingga laju pertumbuhan tanaman dan ikan.
Hasilnya cukup signifikan. Pada sistem akuaponik, tanaman kangkung berhasil mencapai tinggi rata-rata 53 hingga 59 cm dan siap konsumsi. Sementara itu, penggunaan kolam terpal menjadi pilihan unggul bagi kelompok “Murimada” untuk memproduksi ikan lele dalam skala yang lebih besar guna menunjang ekonomi kelompok.
Keberlanjutan Pangan di Wilayah Pesisir
Ketua Kelompok Budidaya “Murimada”, Ruben Rihi Ha’u, menyambut positif langkah mahasiswa yang turun langsung melakukan perakitan kolam hingga penebaran benih. Kehadiran fasilitas percontohan ini diharapkan menjadi pemantik bagi warga sekitar untuk mereplikasi sistem serupa di hunian masing-masing.
Melalui program KKNT ini, Undana membuktikan bahwa inovasi akademik dapat diadaptasi menjadi solusi nyata di masyarakat. Kelurahan Nunbaun Sabu kini memiliki modal pengetahuan dan fasilitas untuk mengembangkan potensi perikanan dan pertanian perkotaan, yang diharapkan mampu memperkuat resiliensi pangan lokal di masa depan. (FnT/RLS/UNDANA/BOY)






