Kupang (MEDIATOR)– Universitas Nusa Cendana (Undana) menggelar acara Halalbihalal Idulfitri 1447 H sebagai momentum memperkuat sinergi sivitas akademika dalam mendukung visi besar institusi. Mengusung tema “Kefitrahan Menguatkan Undana: Mendunia dan Mengakar di NTT”, kegiatan ini berlangsung khidmat di Aula Teater Rektorat Undana, Kupang, pada Selasa (31/3/2026).
Acara ini menjadi ajang konsolidasi semangat bagi seluruh keluarga besar Undana untuk menyelaraskan nilai-nilai spiritual pascapuasa dengan pencapaian visi kepemimpinan rektor yang baru.
Memprioritaskan Sisi Manusiawi Institusi
Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., dalam sambutannya menekankan pentingnya membangun ekosistem kampus yang inklusif melalui prinsip favorable governance. Menurutnya, Undana bukan sekadar tempat bekerja, melainkan lingkungan hidup yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan tanpa sekat hierarki.
“Fokus utama kita adalah memprioritaskan manusianya. Tidak ada sekat yang memisahkan antara pimpinan, dosen, pegawai, maupun mahasiswa. Kita semua adalah elemen organik dengan peran dan martabat yang sama pentingnya dalam menggerakkan institusi ini,” tegas Prof. Jefri.
Sinergi Potensi Kolektif
Senada dengan hal tersebut, Prof. Reinner Ishak Lerrick, S.Si., M.Sc., Ph.D., dalam penyampaian hikmah Halalbihalal menjelaskan bahwa kesucian diri (fitrah) harus dibarengi dengan optimalisasi potensi spiritual, jasmani, dan kognitif. Namun, ia menggarisbawahi bahwa kecerdasan individu tidak akan berdampak besar tanpa adanya persatuan.
“Kekuatan nyata Undana hanya akan lahir melalui potensi kolektif atau sinergi. Jika kebersamaan ini dijaga, maka target untuk mengakar di NTT dan mendunia (locally relevant, globally competitive) akan tercapai,” jelas Prof. Reinner.
Semangat Baru Pasca-Lebaran
Ketua Panitia, Dr. Hamzah Huri Wulakada, SP., M.Si., menyatakan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu memberikan energi baru bagi komunitas kampus untuk berkolaborasi. Momen ini menjadi jembatan untuk mengubah nilai-nilai ibadah menjadi produktivitas kerja yang unggul.
“Kita menyambung antara kefitrahan ini dengan semangat mendukung visi rektor. Go global tetap menjadi sasaran, namun tetap harus mengakar kuat di bumi Nusa Tenggara Timur,” ujar Dr. Hamzah.
Acara diakhiri dengan sesi ramah tamah dan makan siang bersama, yang mempertegas suasana kekeluargaan di lingkungan Undana. Momentum ini membuktikan komitmen universitas dalam menciptakan lingkungan kerja yang humanis dan harmonis bagi seluruh elemen kampus. (Audc/rls/undana/boy)






