UNDANA Perkuat Transformasi Kampus Berkelanjutan Melalui UI GreenMetric 2026

Pendidikan622 Dilihat

KUPANG– Universitas Nusa Cendana (UNDANA) terus memperkuat transformasi menuju kampus berkelanjutan melalui implementasi UI GreenMetric Sustainable University Rankings 2026. Komitmen tersebut diperkuat melalui kegiatan Sosialisasi UI GreenMetric UNDANA yang berlangsung pada 9 September 2026 di lingkungan Rektorat UNDANA dan menjadi bagian dari rangkaian sosialisasi pada 7–11 September 2026.

 

Dr. I Putu Yoga Bumi Pradana, M.Si., selaku Ketua Satgas UI Greenmatric Undana bersama Dr Lorensius P. Sayrani, M.PA., hadir dan memberikan sosialisasi yang juga dihadiri Wakil Rektor IV, Prof. Philiphi de Rozari, S.Si., M.Si., M.Sc., Ph.D., kepala biro kerjasama dan kehumasan, Jefri Adoe, serta para pejabat rektorat lainnya.

 

Kegiatan ini tidak semata diarahkan untuk meningkatkan posisi UNDANA dalam pemeringkatan universitas berkelanjutan. Lebih jauh, UI GreenMetric ditempatkan sebagai instrumen untuk mendorong perubahan tata kelola universitas agar semakin berbasis data, hemat sumber daya, terukur, terintegrasi, dan dapat diverifikasi.

 

Materi sosialisasi menegaskan bahwa peringkat merupakan hasil dari proses, sedangkan tujuan utamanya adalah membangun sistem kampus berkelanjutan yang bekerja secara konsisten dalam aktivitas universitas sehari-hari.

 

Rangkaian sosialisasi dilaksanakan melalui dua pendekatan, yakni roadshow ke fakultas dan Program Pascasarjana serta forum terpusat bagi unsur pimpinan rektorat, biro, lembaga, UPT dan unit-unit pendukung universitas. Model ini dirancang untuk menyamakan persepsi sekaligus memperkuat koordinasi, pembagian peran, pemetaan indikator, serta kesiapan pengumpulan dan validasi data maupun bukti pendukung UI GreenMetric.

Baca Juga  Undana Sosialisasi Aplikasi Sinergi, Tingkatkan Efisiensi Pengelolaan Kinerja dan Remunerasi Terintegrasi

 

“UNDANA dinilai memiliki modal awal yang kuat untuk mengembangkan kampus berkelanjutan. Berdasarkan data yang dipaparkan dalam sosialisasi, sekitar 67,7 persen atau 63,2 hektare kawasan kampus merupakan ruang terbuka hijau. UNDANA juga memiliki sekitar 33.000 mahasiswa aktif, 373 judul penelitian, serta 322 program pengabdian kepada masyarakat yang berpotensi menjadi basis pengetahuan dan aktivitas keberlanjutan universitas. Namun, survei tahun 2025 juga menunjukkan sekitar 72 persen mahasiswa masih menggunakan sepeda motor, sehingga aspek transportasi dan mobilitas menjadi salah satu agenda yang membutuhkan perhatian lebih lanjut,”demikian Dr Yoga.

 

Tantangan utama UNDANA saat ini bukan terletak pada ketiadaan aktivitas hijau, melainkan bagaimana berbagai aktivitas tersebut dapat diterjemahkan menjadi baseline, indikator, data dan bukti yang konsisten. Karena itu, pembenahan diarahkan pada penguatan pengukuran konsumsi energi dan emisi, pengelolaan air, timbulan dan pengolahan sampah, mobilitas kampus, hingga integrasi kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat ke dalam satu portofolio keberlanjutan universitas.

 

Dalam diagnosis awal, sedikitnya terdapat lima bidang yang masih perlu diperkuat, yaitu energi dan perubahan iklim, pengelolaan sampah, air, mobilitas, serta tata kelola dan data. Pada bidang energi, misalnya, UNDANA membutuhkan baseline konsumsi yang lebih rinci, inventarisasi emisi dan sistem pemantauan yang terintegrasi. Dalam pengelolaan sampah diperlukan data timbulan, pengolahan dan residu yang lebih konsisten. Demikian pula pengelolaan air membutuhkan pengukuran penggunaan, konservasi dan pemanfaatan kembali, sementara aspek transportasi membutuhkan pemetaan kendaraan, parkir, pedestrian, transportasi bersama dan kendaraan rendah emisi.

Baca Juga  Undana Tuan Rumah FKJKI dan Kongres HKI 2026: Kolaborasi Menuju Akreditasi Internasional Prodi Kimia

 

UI GreenMetric Sustainable University Rankings 2026 sendiri mencakup tujuh kategori utama, yakni Setting and Infrastructure sebesar 11 persen, Energy and Climate Change 20 persen, Waste 17 persen, Water 11 persen, Transportation 17 persen, Education and Research 13 persen, serta Governance and Digitalization 11 persen. Ketujuh kategori tersebut menjadi kerangka bagi UNDANA untuk melakukan evaluasi sekaligus memperbaiki berbagai aspek pengelolaan kampus secara terintegrasi.

 

Untuk itu, keterlibatan fakultas, program studi dan seluruh unit kerja menjadi bagian penting dalam strategi UI GreenMetric UNDANA. Setiap unit diarahkan menetapkan penanggung jawab atau PIC, memetakan indikator yang relevan, mengumpulkan data dari sumber primer, menyediakan bukti berupa dokumen, laporan, foto, grafik, tabel, dataset maupun peta, kemudian melakukan validasi sebelum data dikonsolidasikan pada tingkat universitas. Prinsip yang dikembangkan adalah “satu data, satu definisi” dan “bukti sebelum angka”, sehingga setiap capaian yang dilaporkan dapat ditelusuri serta dipertanggungjawabkan.

 

Standar bukti pendukung juga mendapat perhatian khusus. Setiap evidence harus menunjukkan implementasi atau capaian, bukan sekadar rencana. Data kuantitatif perlu mempunyai sumber, periode, satuan dan dasar perhitungan yang jelas. Bukti spasial perlu didukung peta atau site plan, sedangkan dokumentasi foto harus memiliki konteks lokasi dan waktu yang dapat ditelusuri.

Baca Juga  Kembalikan Kejayaan Sekolah GMIT, Gubernur Laiskodat Sarankan Pendeta Mengajar di Sekolah

 

Tahun 2026 selanjutnya diposisikan sebagai tahun pembangunan fondasi sistem keberlanjutan UNDANA. Karena itu, keberhasilan tidak diukur dari banyaknya kegiatan atau proyek hijau yang dilakukan, melainkan dari kemampuan universitas membangun mandat, standar, penanggung jawab, baseline, sistem data, evidence dan mekanisme evaluasi yang konsisten. Orientasi tersebut mengubah pola kerja dari sekadar aktivitas menuju rangkaian aktivitas–data–kebijakan–dampak, sehingga keberlanjutan menjadi bagian dari sistem pengelolaan universitas.

Agenda ini akan dilanjutkan dengan penguatan baseline, audit utilitas, sampah dan mobilitas, pengembangan kampanye perubahan perilaku, pengumpulan dan validasi evidence, pembangunan database universitas, serta penyusunan UNDANA Sustainability Report 2026. Hasil evaluasi tersebut selanjutnya diarahkan menjadi dasar penyusunan action plan, prioritas investasi, RKAT dan perjanjian kinerja pada tahun berikutnya.

 

Melalui langkah tersebut, UNDANA ingin memastikan bahwa agenda kampus berkelanjutan tidak berhenti pada kepentingan pemeringkatan. UI GreenMetric diarahkan menjadi momentum membangun tata kelola yang lebih akuntabel, efisien dan berbasis bukti, sekaligus menumbuhkan budaya keberlanjutan di seluruh lingkungan universitas. Dengan demikian, transformasi menuju kampus hijau tidak hanya terlihat dari kondisi fisik lingkungan, tetapi juga tercermin dalam kebijakan, perilaku, pengelolaan sumber daya, Tridharma perguruan tinggi, serta proses pengambilan keputusan universitas. (RLS/UNDANA/BOY)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan