Kembalikan Kejayaan Sekolah GMIT, Gubernur Laiskodat Sarankan Pendeta Mengajar di Sekolah

Pendidikan71 Dilihat

MEDIATORKUPANG.COM–Rabu (25/Mei 2022) kemarin, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat menghadiri perayaan 100 tahun Jemaat GMIT Elim Bolok. Ikut hadir Ketua Sinode GMIT, Pdt. Dr. Mery Kolimon. Dalam sambutannya, Gubernur Laiskodat menyatakan kegembiraannya dengan sambutan Pdt Dr. Merry yang menyatakan Gereja harus bangun sekolah.

“Saya paling gembira karena saya ulang-ulang menyatakan saya produk Gereja, karena punya sekolah, dan saya produk dari pendeta yang mengajar saya. Jadi saya melakukan refleksi dalam hidup saya bahwa sekolah itu membuat saya berdiri hari ini di depan bapak ibu saudara saudara dan anak-anak sekalian,”tegas VBL.

Dia mengharapkan pendeta sudah mulai ditempatkan pada sekolah-sekolah GMIT. “Kita lihat bahwa dulu kenapa sekolah GMIT begitu kuat. Contohnya saya, karena kami dilatih langsung oleh pendeta, tidak ada guru lain karena pendeta yang langsung ajar kami. Karena itu kami dilatih di gereja. Sebelum masuk SD kami sudah dilatih membaca. Sebelum masuk SD kami sudah dilatih berhitung,”kata VBL penuh semangat.

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat saat memberi sambutan.
Foto: Biro AP Setda NTT

Semangat VBL ini pun dia tuangkan dalam narasi tentang pendidikan, dalam laman media sosialnya. Demikian kutipan lengkap narasi itu:

“Siang tadi saya menghadiri ibadah syukur HUT ke – 100 Gereja GMIT Bolok. Kita kadang terlalu semangat membangun tetapi selalu meninggalkan bahkan menghancurkan sejarah kita. Karena itu saya ingin apabila kita membangun hendaklah bangunan lama itu harus tetap ada, walaupun fondasi atau tiang penyangganya, atau bebaknya, atau bangkunya yang berusia 100 tahun, dan ditaruh di suatu sudut narasi yang baik bahwa ini adalah bukti tahun 1922 jemaat GMIT Elim Bolok dibangun. Itu mahal sekali jika dinarasikan dengan baik.

Saya sangat gembira tentunya dengan cara berpikir pendeta dalam semangat kolaborasi untuk membangun sumber daya manusia. Saran konkrit saya, para pendeta sudah mulai ditempatkan pada sekolah-sekolah GMIT. Kita lihat bahwa kenapa dahulu sekolah GMIT begitu kuat, contohnya saya, karena kami dilatih langsung oleh pendeta, tidak ada guru lain, pendeta yang harus mengajar kami. Kami dilatih di gereja sebelum masuk SD, sudah dilatih membaca, berhitung. Jadi saat kami masuk SD sudah bisa. Saya senang sekali dengan pikiran – pikiran seperti itu, karena pikiran itu juga searah dengan semangat pemerintah Provinsi NTT untuk bangkit dalam cara berpikir membangun sumber daya manusia. Saya harapkan kalau bisa kita kerja bersama, seluruh SD GMIT, SMP GMIT, SMA dan SMK GMIT semuanya diajar oleh para pendeta.

Pelajaran yang saya dapat dari Pendeta (bermarga) Selan namanya, beliau tidak akan mengurus yang sudah tua, yang sudah tua dia berikan pada utusan, hari ini baru saya tahu, minimal dengan perspektif yang saya miliki dengan ilmu pengetahuan, saya mampu untuk menganalisis cara berpikir dan bekerja dari pendeta, bahwa anak – anak inilah persiapan masa depan. Karena itu saya ingin agar gereja harus benar – benar serius mengurus anak – anak, karena itu masa depan gereja, masa depan provinsi ini. Anak – anak yang hari ini diurus dan diajar oleh para pendeta dengan baik, ditulis dengan tinta pikiran – pikiran yang baik, maka saya pastikan kedepan GMIT mempunyai stock of knowledge kader – kader yang luar biasa.”

Ketua Sinode GMIT, Pdt. Dr. Mery Kolimon saat memberi sambutan.
Foto: Biro AP Setda NTT

Sementara, dalam release yang dituangkan oleh Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT, Rabu, menarasikan tentang semangat yang dibangun oleh Ketua Sinode GMIT, Pdt. Dr. Mery Kolimon. Doktor kelahiran Oinlasi, pedalaman TTS itu mengungkapkan sukacita atas perayaan seratus tahun Injil masuk di Bolok.

Baca Juga  Para Kepala Daerah di NTT Diminta Belajar dari Kerja Keras Bupati Sumba Barat Daya

“Warna yang dominan di Gereja ini warna kuning emas. 50 tahun kali dua. Biasa orang bilang 50 tahun itu tahun emas dan ini 50 kali dua, jadi memang tidak heran kalau semua penuh dengan kuning keemasan,”.

Pdt. Dr. Mery Kolimon mengatakan, perayaan seratus tahun Gereja Elim Bolok tidak lepas dari SD GMIT Elim Bolok. Karena itu  sebelumnya dia meminta agar para guru dan siswa SD GMIT Elim Bolok harus hadir karena perayaan sesungguhnya yang dirayakan adalah tentang merayakan 100 tahun peradaban masuk ke Bolok melalui pendidikan.

“Kalau kami punya gedung Gereja yang bagus, kalau ada pendeta yang datang silih berganti melayani di sini, langkah pertama itu adalah sekolah. Langkah pertama itu adalah pendidikan dan kita tidak boleh lupa dari mana kita datang. 100 tahun terlalu banyak hal terjadi. Hari ini 2022 langkah pertamanya 1922. Itu tahun yang tidak enak punya dan tidak ada satu orang yang bisa berdiri sekarang dan bilang tahun itu saya ada di Bolok. Kami di TTS bilang itu omong kosong,” jelas Pdt. Dr. Mery Kolimon. Turut hadir Ketua DPRD NTT, Emy Nomleni, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Provinsi NTT, Ganef  Wurgiyanto, A.Pi dan Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda provinsi NTT, Prisila Q Parera,SE. (**/AP/BOY)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *