Kupang (MEDIATOR)–Senat Universitas Nusa Cendana (UNDANA) Kupang sudah menyaring tiga calon rektor. Dan Prof. Dr. Ir. Apris A. Adu, S.Pt., M.Kes., meraih suara terbanyak, yakni 25 suara.
Selanjutnya, Dekan FKM Undana ini bersama kedua calon lainnya akan menuju proses selanjutnya, pemilihan tahap dua dimana Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi berperan besar.
Kepada wartawan, sesaat seusai penyaringan di lantai tiga rektorat Undana, Kamis (25/9) siang, akademisi yang juga aktif di organisasi GAMKI NTT ini menegaskan ulang visinya membangun kampus tertua dan terbesar di NTT ini.
“Kita harus membangun Undana sesuai kebutuhan bahwa mahasiswa adalah stakehokder utama kita. Kita harus berkolaborasi dengan semua karena kita masih harus menunggu pada pemilihan tahap dua. Dan di tahap dua ini Menteri merupakan bagian paling terpenting untuk memberikan suaranya 35 persen dan kedepannya apa yang menjadi visi misi kira akan kita lakukan sesuai kebutuhan stakeholder utama kita yakni mahasiswa,”tegasnya.
Ketika ditanya lebih jauh tentang ide-ide bernas calon lain, Prof Apris dengan penuh semangat mengatakan “Sudah pasti (akan merangkul ide-ide calon lain). Ini kita sedang berlomba dan dalam (Injil) Korintus mengatakan bahwa ini perlombaan lari dan akan ada satu yang menjadi juara dan ketika menang dia tidak boleh lupa bahwa ada teman-teman yang sudah berlari bersama dia.”
Dia menegaskan, prinsip yang dipakainya adalah merangkul.
“Kita bersyukur bahwa ada empat orang yang memiliki panggilan untuk membangun undana. Jika ada satu yang jadi maka dia akan merangkul yang lain. Apalagi dari keempat orang ini memiliki kemampuan manajerial yang cukup,”ungkapnya.
Pengalaman manajerial ini yang menurutnya harus dipakai untuk menatakelola Undana menjadi lebih baik.
Ketika akhirnya proses ini berakhir dan dialah yang terpilih, maka apakah akan ada perlakuan buruk pada rivalnya?
Menjawab pertanyaan ini, Prof Apris tenang menjawab.
“Saya sederhana saja. Saya dibentuk dari pegawai, staf yang tukang lem dan antar surat. Saya belajar dari Undana sejak tahun 2001 sampai sekarang, saya tidak pernah disusahkan orang. Sehingga saya tidak punya alasan untuk menyusahkan orang,”pungkasnya.
Nahkoda yang Berani
Diberitakan sebelumnya, Prof Apris mengikuti kontestasi Pemilihan Rektor Undana dengan mengusung visi ambisius “Menjadi Universitas Bertaraf Internasional yang Berdampak serta Mendorong Transformasi Berkelanjutan melalui Digitalisasi, Pluralisme Ilmu, dan Inovasi Wilayah Lahan Kering Kepulauan”. Ia menyerukan kepemimpinan yang berani. “Kita tidak sekadar bertahan menghadapi gelombang, tetapi kita harus menjadi nahkoda yang berani memimpin arah perubahan dari NTT,” tegasnya.
Dia juga ingin menjadikan Undana menjadi Universitas Bertaraf Internasional yang berdampak serta mendorong transformasi berkelanjutan melalui digitalisasi , pluralisme ilmu, dan inovasi wilayah lahan kering.
Dalam pemaparannya Ia ingin membawa Undana untuk fokus ke transformasi digital dan kemandirian finansial , ia mendorong adanya one data, akselarasi guru besar dan dosen S3 hingga penguatan unit usaha. (Stenly Boymau)












