Kolaborasi Hebat Pemkot dan Karang Taruna Kota Kupang, Fogging Massal dan Bagi Abate Gratis  Pada Warga

Metro47 Dilihat

Kupang (MEDIATOR)—Musim hujan sudah tiba, dan sangat rentan terhadap persebaran penyakit Demam Berdarah (DBD). Data dari Pemerintah Kota Kupang dalam hal ini Dinas Kesehatan, khusus untuk wilayah pelayanan Puskesmas Sikumana, di tahun 2022 terdapat 88 kasus Demam Berdarah. Dan untuk Kelurahan Kolhua, ada 13 kasus.

Bertolak dari data-data itu, menjaga agar tidak terjadinya lonjakan kasus yang sama, maka Pemkot Kupang tengah mengerahkan seluruh kekuatannya untuk membersihkan sampah sebagai tempat bersarangnya nyamuk di seluruh pelosok kota. Juga, Dinas Kesehatan dipimpin drg Rentowati sebagai Kadis, bersama jajarannya, aktif melakukan penyuluhan serta melakukan pengasapan (Fogging) pada kawasan zona merah DBD.


PENGASAPAN. Tim dari Dinkes Kota Kupang sementara melakukan pengasapan di BTN Kolhua, sementara Karang Taruna kota, membagi-bagikan abate kepada warta. Nampak Ketua Karang Taruna Kota Kupang Stenly Boymau dan Kepala Puskesmas Naioni, Fery Jelalu.
Foto: Ist

Kepada Mediatorkupang.com, Jumat (13/1) siang di Kupang, Penjabat Walikota Kupang, George Hadjo, menegaskan ini adalah salah satu upaya Pemkot untuk memproteksi warga dari DBD. “Hanya dengan kolaborasilah kita bisa membangun kota ini. Nah spirit ini harus ada dalam setiap perjuangan kita, termasuk dalam melindungi warga kota ini dari demam berdarah. Saya ajak semua pihak untuk ikut terlibat, tidak hanya pemerintah saja. Karang Taruna sebagai generasi muda penggerak di lingkungan mestinya lebih aktif dan saya yakin mereka mampu karena mereka pun memiliki spirit itu,”tegas George.

Gayung beersambut, petang tadi, tim dari Dinas Kesehatan Kota Kupang yang dipimpin Ferry Jelalu, selaku Kepala Puskesmas Naioni, melakukan fogging di wilayah Kelurahan Kolhua. Dan, wilayah yang disasar adalah seluruh kompleks perumahan BTN. Lurah Kolhua, Vester Hello, ikut serta dalam aksi ini. Dia bersama Seklur, Viktor Ibu dan sejumlah Ketua RT, hadir.

Baca Juga  Be Ju BISA yang Menjanjikan, Bukukan Transaksi Rp 16 M dalam Waktu Enam Bulan

Tidak hanya itu, Ketua Karang Taruna Kota Kupang, Stenly Boymau pun memimpin sebuah tim kecil Karang Taruna, dan membagi-bagikan Abate secara gratis kepada warga yang membutuhkannya, di lokasi yang sama.

“Kita terjemahkan spirit kolaborasi yang selalu didengungkan oleh Pak Gubernur dan Pak Penjabat Walikota. Ini adalah sebuah keharusan, bahwa membangun kota ini tidak hanya satu kelompok, melainkan harus dilakukan secara simultan, bersama-sama. Saling gandeng tangan, dan untuk itulah Karang Taruna sebagai pilar penting di masyarakat, hadir untuk melakukan sesuatu,”tegas Stenly.


BAGI ABATE. Tim dari Karang Taruna kota, yakni Ketua Karang Taruna Oepura, Tonny Rona, membagi-bagikan abate kepada warta. Warga sangat antusias.
Foto: Ist

Mantan Pemred Jawa Pos Group ini pun menambahkan, ada ratusan bungkus Abate yang disiapkan, dan kemarin habis terbagi. Menurutnya, fogging untuk membunuh nyamuk dewasa, sedangkan abate untuk membunuh jentiknya. “Satu kali jalan, kita basmi induk dan juga jentiknya. Selesai. Inilah cara kami menterjemahkan spirit kolaborasi. Terimakasih kepada Pemkot Kupang yang sudah mengajak kami ikut terlibat dalam kerja-kerja besar ini. Kami percaya bahwa tiada kemuliaan tanpa pengorbanan, dan kita sementara melakukan kerja-kerja hebat untuk memproteksi warga kota ini dari ancaman wabah,”pungkasnya. (EDS/***)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *