Seruan Walikota, Warga Siaga Antisipasi Badai Siklon Tropis

Metro60 Dilihat

MEDIATORSTAR.COM, Kupang

Menindaklanjuti prakiraan BMKG terkait penemuan potensi pembentukan pola pusaran angin, yang dapat meningkat menjadi suspect area potensi bibit siklon tropis dan peringatan dini terkait dampak hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi yang perlu diwaspadai dalam beberapa hari ke depan di beberapa wilayah termasuk Kota Kupang, Pemerintah Kota Kupang segera menggelar rapat koordinasi.

Rapat yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM, MH bersama Wakil Wali Kota, dr. Hermanus Man dan Sekda Kota Kupang, Fahrensy P. Funay, SE, M.Si, berlangsung secara virtual melalui aplikasi Zoom, Jumat (24/12).

Hadir dalam rapat tersebut para Pimpinan Perangkat Daerah, Camat, Lurah dan Kepala Puskesmas. Wali Kota dalam arahannya menyampaikan persiapan menghadapi badai siklon tropis meskipun masih berupa suspect perlu dilakukan agar masyarakat tidak panik. Diakuinya warga tentu masih trauma dengan badai seroja yang baru terjadi beberapa bulan lalu. Untuk itu perangkat daerah terkait terutama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) perlu mempersiapkan diri secara baik menghadapi situasi ini, baik berupa tenaga, stok bantuan serta peralatan yang perlu dipakai, serta membangun posko dan layanan call center 24 jam.

Baca Juga  Urai Masalah pengangguran di Kota Kupang, Pemerintah Fokus Pelatihan

Pada kesempatan yang sama Wali Kota juga meminta agar para camat dan lurah turut aktif dalam mengantisipasi badai siklon tropis dengan mengimbau warga bersama-sama membersihkan saluran dan got air, agar jika curah hujan tinggi tidak terjadi banjir. Para camat dan lurah juga diminta untuk selalu berkoordinasi dengan BPBD untuk mendapatkan informasi akurat tentang bencana lalu diteruskan ke masyarakat guna menangkal hoax atau berita bohong yang beredar.

Wali Kota juga minta BPBD bersama camat dan lurah serta pihak terkait untuk memantau warga yang tinggal di kawasan rawan longsor serta mengidentifikasi pohon-pohon yang rawan tumbang di saat badai. Warga juga diimbau untuk membatasi aktivitas di luar rumah dan para nelayan disarankan untuk sementara waktu tidak melaut.  (*PKP_ans/MSC01)

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *