INDONESIA PUSAKA, Gubernur Viktor Satukan Tanah dan Air dari Rahim Flobamorata, Dipersembahkan di IKN

Polkam88 Dilihat

MEDIATORSTAR.COM, Kupang

Jumat (11 Maret 2022) Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat, didampingi Wakil Gubernur NTT, Yosef Nae Soi, menyatukan tanah dan air yang dibawa dari pulau-pulau di NTT untuk nantinya dipersembahkan dalam sebuah seremoni  yang akan dihadiri Presiden RI, Joko Widodo di Ibu Kota Nusantara (IKN), di Kalimantan Timur. Adapun seremoni penyatuan tanah dan air itu dilakukan dalam prosesi adat yang digelar di depan Gedung Sasando, kantor Gubernur NTT di kawasan El Tari, Kupang.

Ada tujuh bupati di Provinsi NTT yang dipercayakan membawa tanah dan air dari wilayah masing-masing yaitu Bupati Belu Agustinus Taolin, Bupati Sumba Tengah Paulus S.K. Limu dan Bupati Flores Timur Anton Hadjon yang membawa tanah. Bupati yang membawa air adalah Bupati Lembata Thomas Ola Langoday, Bupati Alor Amon Djobo, Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bulu dan Bupati Sabu Raijua Nikodemus Rihi Heke.

Baca Juga  Terima Ketua Sinode GMIT, Gubernur Viktor: Saatnya Kita Harus Bangkit

Setelah menerima air dan tanah dari ketujuh Bupati, Gubernur VBL didampingi Wakil Gubernur NTT kemudian menyatukan seluruh tanah dan air tersebut kedalam dua tempayan yang terbuat dari tanah.

Tanah dan air yang dibawa oleh ketujuh Bupati merupakan perwakilan dari seluruh pulau yang ada di NTT. Sebelumnya, prosesi pengambilan air dan tanah di wilayah masing-masing dilakukan dalam seremonial adat bersama para tokoh adat di wilayahnya.

Dalam sambutannya, Gubernur Viktor menyatakan, Presiden RI, Bapak Joko Widodo telah memerintahkan seluruh gubernur untuk membawa tanah dan air dari seluruh wilayah di NKRI untuk disatukan nantinya dalam sebuah seremoni penting pada 14 Maret 2022 di Ibu Kota Nusantara di Kalimantan Timur.

“Hari ini kita melakukan prosesi secara adat dan telah menciptakan sejarah baru dengan menyatukan tanah dan air dari rahim Flobamorata ini untuk seterusnya disatukan dengan tanah dan air dari seluruh pelosok Nusantara untuk menjadikan pembangunan IKN di Kalimantan Timur,” tandas Gubernur VBL.

Baca Juga  Banjir Hadiah dari KADIN Kepada Para Juara Desain Logo Cinta Produk NTT

Gubernur NTT juga tak lupa mengucapkan terimakasih kepada ketujuh Bupati dan para tokoh adat yang terlibat dalam prosesi adat tersebut.

“Tanggal 13 Maret nanti saya akan bawa tanah dan air ini ke Kalimantan Timur dan bersama-sama dengan Bapak Presiden dan seluruh Gubernur untuk pembangunan di IKN. Kita doakan agar semuanya berjalan lancar dan kita akan memiliki sebuah ibu kota negara yang baru. Proses pemindahan ini sudah direncanakan jauh sebelumnya yaitu saat Presiden pertama Ir. Soekarno, namun baru di masa Presiden Joko Widodo ini baru bisa terlaksana dengan baik,”sebut VBL, gubernur yang fenomenal itu.

Gubernur VBL juga mengajak seluruh masyarakat NTT untuk berdoa agar tanah dan air yang dibawa dari rahim Flobamorata ini memberikan sumbangsih energi, semangat dan dorongan untuk membangun IKN yang makin cepat dan berhasil.

Baca Juga  Panen Brokoli dan Kol di Desa Binaan Bank NTT, Gubernur VBL Pesan Manfaatkan Aplikasi Online

“Kita akan berbangga karena punya ibu kota negara yang baru yang membawa keadilan sosial untuk seluruh masyarakat Indonesia. Kedepannya, kita tidak ke Jakarta lagi tetapi ke Kalimantan Timur dan itu sebuah keputusan yang menurut saya secara politik sangat luar biasa dan kita merupakan pelaku sejarah yang hadir hari ini,”sebutnya.

VBL menambahkan bahwa tanah dan air yang tersisa akan disimpan di Museum Provinsi NTT sebagai bukti bahwa sebagiannya dibawa ke Kalimantan Timur untuk pembangunan IKN dan sisanya menunggu di NTT untuk menjadi satu kesatuan yang utuh demi NKRI. Acara prosesi adat penyatuan tanah dan air tersebut ditutup dengan doa yang dipimpin oleh lima tokoh agama yaitu dari Kristen Protestan, Katolik, Islam, Hindu dan Budha. (Debby Veronica/MSC01)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *