Kupang (MEDIATOR)–Yayasan Ume Halan Bonen (YUHB) adalah sebuah lembaga yang dihadirkan untuk mengemban tugas pelayanannya di bidang bidang sosial, pendidikan non-formal, kemanusiaan, dan keagamaan.
Sementara Visi dari YUHB adalah: Perempuan dan anak terlindungi, berdaya, cerdas, mandiri, dan kritis. Misinya adalah: (a) mengembangkan ruang belajar non-formal bagi perempuan dan anak perempuan agar menjadi mandiri, cerdas, dan kritis; (b) mengembangkan ketrampilan dan ekonomi perempuan, termasuk melalui tenunan; (c) memajukan kebudayaan tradisional dan modern; (d) mengembangkan kegiatan-kegiatan keagamaan dan lintas-agama.

Foto: stenly boymau
Untuk diketahui, rumah belajar Ume Halan yang terletak di kampung Bonen, Desa Oeltua, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang ini didesain oleh Fakultas Teknik Sipil Universitas Katolik Widya Mandira Kupang dengan memakai arsitektur vernacular; sederhana; memanfaatkan unsur-unsur kebudayaan masyarakat adat Timor. Desain gedung mencerminkan keterbukaan/inklusifitas, keriangan, persahabatan, kebijaksanaan perempuan, ramah dan menyatu dengan alam.
Gedung ini juga bisa sesewaktu disewakan untuk mendapat biaya pemeliharaan gedung, maupun untuk menjadi shelter (rumah aman) korban kekerasan terhadap perempuan dan anak jika dibutuhkan.

Foto: stenly boymau
Peresmian Ume Halan, Sabtu (26/4) pagi ini bukan hanya sekadar sebagai simbol administratif semata namun lebih daripada itu, peresmian ini mengisyaratkan usaha bagi pemberdayaan perempuan dan anak di kampung Bonen.
“Selain itu Ume Halan juga menghadirkan ruang aman bagi pengembangan potensi pelestarian kebudayaan di tanah Timor yang kaya dan upaya peningkatan kemampuan berjejaring di kancah internasional,”demikian Pdt DR Merry Kolimon dalam pengantarnya saat peresmian.
Peresmian ini juga melibatkan pemerintah, gereja, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat dan perempuan-perempuan penenun, serta pengurus yang menunjukan bahwa sinergisme multisektorial menjadi sangat penting untuk mewujudan harapan Ume Halan.
Unsur-unsur YUHB adalah:
Pembina/Pendiri: Pdt. Mery Kolimon
Unsur Pengurus terdiri dari;
Ketua: Ir. Yustus Maro
Sekretaris: Meriana Nomlene
Bendahara: Susan Kolimon-Louk Fanggi
Unsur Pengawas terdiri dari:
Ketua: Pdt. Oriana Nenometa
Sekretaris: Rulien Jeanet Bijeli Maro
Terpantau media ini, hadir dalam peresmian rumah belajar ini sekitar 100 orang yang terdiri dari perwakilan keluarga Middelkoop dari Belanda, Majelis Jemaat Mizpa Bonen, Majelis Klasis Kupang Tengah, Majelis Sinode GMIT, Jaringan Perempuan Indonesia Timur, Rumah Harapan GMIT, anggota jemaat rayon 6 Mizpa Bonen, pemerintah dusun, kepala desa Baumata dan Oeltua, Camat Taebenu, tokoh masyarakat sekitar, Fakultas Teknik Sipil Unwira, para tukang yang membangun Ume Halan, dan mama-mana penenun Kampung Bonen.
Kehadiran Ume Halan persembahan Pdt Merry dan sang suami, Ir Yustus Maro ini ditandai dengan ibadah syukur yang dipimpin Pdt. Deazsy Tatengkeng.
Yang membanggakan dari seremoni rohani ini yakni hadir ibu Afke Middelkoop dari Belanda sebagai pendukung kehadiran Ume Halan dan pengguntingan pita oleh Wakil Ketua Sinode GMIT, Pdt. Saneb Yohanis Ena Blegur yang hadir atas nama lembaga. Camat Taebenu, Melkisedek Neno, kepala desa Oeltua dan Baumata, Pdt. John Champel Nelson dan istri serta para tamu undangan lainnya. (stenly boymau)






