Kupang (MEDIATOR)—Pentas Seni dan Pameran Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) pada SMAN 7 Kupang, Senin (19/6) boleh menjadi sebuah momentum penting tidak saja bagi guru melainkan para siswa. Peserta didik ini mengaku sangat gembira karena diajak mengikuti kegiatan tersebut.
“Saya merasa bahagia, dan saya merasa bisa lebih mengekspresikan diri dengan kemampuan yang saya miliki,”demikian Josefina Diaz, siswi kelas XB yang diaminkan Kristina Rosam dan Anjanita Nenabu. Sementara Beatrix Djami, siswi kelas X4 menimpali “Kami semua sangat hepi, karena terlibat dalam kegiatan yang sangat menambah pengetahuan dalam berbagai hal terutama pada kegiatan P5.”
Mereka sangat senang tidak saja terlibat, melainkan saat stand mereka dikunjungi para tamu, termasuk Kadis P dan K NTT, Linus Lusi serta membeli barang dagangan mereka.
“Merasa sangat puas dan merasa bangga karena produk yang saya buat sendiri dapat di minati oleh banyak orang. Untuk guru pembimbing saya merasa sangat dekat dan merasa bahwa guru pembimbing memberikan motivasi dan selalu mendukung dalam setiap kegiatan,”tutur Josefina Diaz diamini Kristina Rosam “Kami sangat bahagia, karena apa yang kami kerjakan bisa diminati dan dibeli. Kami sangat puas dan bangga, apalagi yang membelinya adalah Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT.” Pernyataan mereka sangatlah beralasan, karena beberapa saat seusai pembukaan Pentas Seni, Kadis P dan K NTT, Linus Lusi didamping Kepala SMAN 7 Kupang, Wemvrid Boimau, serta Lurah Maulafa, Yanto Sapay, mengunjungi empat stand yang disediakan dan diisi dengan berbagai kreasi peserta didik dan guru.
Berbagai produk hasil karya peserta didik tersebut dibeli oleh Kadis Linus Lusi, dan orang tua peserta didik. Produk hasil karya siswa berupa menu makanan lokal siap saji yang dibeli oleh Kadis Linus Lusi, semuanya disajikan kepada orang tua Peserta Didik dan undangan. Mereka nampak sangat menikmatinya.

Foto: Humas SMAN 7 Kupang/Mediatorkupang.com
Sementara itu, salah satu guru pembimbing, yakni Rufina Nirma, S.Pd selaku fasilitator, tak mampu menyembuyikan rasa harunya, karena jerih lelah mereka terbayar lunas ketika banyak testimoni keberhasilan atas usaha timnya.
“Saya sebagai fasilitator sangat terharu atas kreativitas anak-anak kelas X 7 yang sangat antusias mulai belanja, kerja produk sangat kompak antisias dan Mandiri. Mereka ternyata memiliki ketrampilan luar biasa tinggal, dikasi spirit saja dan butuh pengorbanan waktu dan tenaga juga untuk Fasilitator,”tegasnya menambahkan, ketika melihat hasilnya dia puas walaupun ada hal yang perlu dibenahi lagi. Dia memberi apresiasi luar biasa atas kerja keras dan kerja cerdas semua tim. “Terima kasih atas kerja samanya yang baik khusus koordinator ibu Dorsila yang terjun langsung dan motivator yang luar biasa,”ungkapnya.
Sementara Kepala SMAN 7 Kupang, Wemvrid Boimau, S.Pd., M.Hum, dalam keterangannya kepada media ini menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari progam SMAN 7 Kupang sebagai sekolah pelaksana Kurikulum Merdeka.

Foto: MediatorKupang.com
“Pelaksanaan Pentas Seni dan Pameran Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila adalah perwujudan dari pelaksanaan misi SMAN 7 Kupang yaitu Membangun lingkungan sekolah dengan bertoleransi pada kebhinekaan global, mencintai budaya lokal dan menjunjung nilai gotong royong; Mengembangkan kemandirian, nalar kritis, dan kreativitas yang memfasilitasi keragaman minat dan bakat peserta didik; serta Melestarikan dan menumbuhkan tradisi/ budaya tenun ikat,”tegasnya sembari menambahkan, melalui kegiatan Pentas Seni Sekolah, Peserta Didik diberi ruang untuk mengekspresikan bakat dan kreativitas mereka di bidang seni.
Sedangkan dalam Pameran Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, Peserta Didik Kelas X sebagai pelaksana Kurikulum Merdeka memamerkan berbagai hasil karya mereka dari tiga tema yang telah dilaksanakan yaitu Kearifan Lokal, Bhineka tunggal Ika dan Suara Demokrasi.
“Selain itu, dalam program Melestarikan dan menumbuhkan tradisi/ budaya tenun ikat, dalam kelas prakarya Peserta Didik memamerkan produk-produk yang dihasilkan berupa tenun ikat, tas-tas berbahan dasar kain tenun dan sovenir-sovenir lainnya yang berbahan dasar tenun ikat,”ungkap Boimau sembaari menambahkan “Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, merupakan hasil pembelajaran lintas disiplin ilmu untuk mencarikan solusi terhadap permasalahan di lingkungan sekitar oleh peserta didik yang dibimbing oleh para guru sebagai fasilitator.”

Foto: Humas SMAN 7 Kupang/Mediatorkupang.com
Dan melalui program Penguatan P5, peserta didik dilatih untuk dapat memiliki karakter Profil Pelajar Pancasila, di antaranya Beriman, Bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa dan Berakhlak Mulia, Berkebhinekaan Global, Bergotong Royong, Mandiri, Bernalar Kritis dan Kreatif.
Untuk diketahui, dari pelaksanaan Pameran P5, dari modal yang sediakan untuk pengadaan bahan mentah per stan sebesar Rp. 500.000, kemudian bahan mentah tersebut diolah dan dijual kepada para pengunjung stan. Hasil yang diperoleh dari penjualan tersebut yaitu stan 1 mendapat keuntungan sebesar Rp. 760.000,- Stan 2 sebesar Rp. 1.014.000,- Stan 3 sebesar Rp. 1.800.000,- dan Stan 4 mendapat keuntungan Rp. 800.000,- sehingga jika ditotal hasil penjualan ke-empat stand tersebut adalah sejumlah Rp. 4.374.000,- (KJR)






