Kupang (MEDIATOR)–Sepenggal ungkapan terimakasih dan doa singkat, tertulis jelas diatas secarik kertas putih. Bunyinya: “Terimakasih mama yang sudah masak, makanan hari ini sangat enak. Tuhan berkati.”
Kejadian ini berlangsung di SMAN 7 Kupang, beberapa saat yang lalu.

Sepintas, kertas ini disobek dari sebuah notes berukuran kecil. Lalu disimpan dalam sebuah ompreng makanan.
Ada pengakuan bahwa menu hari itu nikmat dan disantapnya hingga selesai, tak ada yang tersisa. Dan ucapan terimakasih kepada para ibu di dapur yang sudah menyajikan bagi mereka makanan nikmat.
Sebenarnya di hari itu, Selasa (22 Juli 2025), ada dua tulisan yang diselip dalam ompreng. Tulisan kedua, juga pada jenis kertas yang sama. Sepertinya mereka adalah dua orang yang berbeda, dan duduk pada posisi yang tak saling berjauhan.

Foto: dok
Tulisan kedua bunyinya: “Terima kasih untuk makanan hari ini, enak banget”.
Ada yang menarik dari penemuan dua carik kertas ini, yakni bersamaan dengan dilarikannya sejumlah pelajar SMPN 8 Kupang ke tiga rumah sakit dengan keluhan yang sama, seusai menyantap makanan yang disajikan dalam program Makanan Bergizi Gratis (MBG).

“Kami juga kaget, karena dua tulisan ini ditemukan oleh guru kami saat mereka kumpulkan ompreng setelah anak-anak makan MBG,”ungkap Kepala Sekolah SMAN 7 Kupang, Wemvrid Metusalak Boimau, S.Pd., M.Hum kepada media ini di ruang kerjanya, 25 Juli kemarin.
Dia menambahkan, ketika kejadian ini dilaporkan kepadanya, tersirat keinginan di lubuh hatinya untuk menelusuri, siapa yang menulis dan apa motifnya. Namun keinginan itu tertunda karena kesibukan mereka mempersiapkan perayaan HUT sekolah ke-29 akhir pekan kemarin.
“Bagi kami ini sebuah kejadian yang menggelitik karena anak-anak mengaku bahwa makanannya enak. Tetapi ini sungguh berkesan. Mereka mengungkapkan isi hati dan mau berterimakasih atas program Pak Presiden yang sudah mereka nikmati saat ini dan juga mendoakan tukang masaknya,”tambahnya.

Diakuinya, sejauh ini program tersebut berjalan baik dan sekolah mereka terpilih sebagai yang pertama melaksanakan Program MBG.
“Saat peluncurannya, sekolah kami dikunjungi oleh Pak Gubernur (Melki Laka Lena). Sejauh ini tidak ada kendala seperti anak-anak terganggu kesehatannya dan sebagainya. Kami bersyukur,”ujar Wemvrid menambahkan sekolah mereka dikunjungi gubernur pada 28 April 2025 lalu. Saat itu, gubernur didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambros Kodo.
Lebih jauh Wemvrid mengisahkan bahwa sejak program MBG dilaksanakan di SMAN 7 Kupang, ada siswa yang ketiban rejeki karena menyantap dua hingga tiga ompreng makanan.
“Ini terjadi ketika jelang libur kemarin, beberapa saat seusai ujian semester. Saat itu banyak siswa yang tidak hadir, sedangkan makanan yang diantar ke sini sesuai dengan jumlah siswa. Akhirnya ada yang menikmati dua hingga tiga ompreng,”ungkapnya menahan tawa. Ada pengalaman lainnya yakni selama pelaksanaan MBG di sekolah yang dia pimpin, ada siswa yang membawa tempat makannya sendiri dari rumah lalu membawa pulang makanan yang tidak dia habiskan. Semua fenomena ini diyakininya sebagai sesuatu yang penuh makna. (BOY)






