AHY Lantik Leo Lelo Cs, Simpatisan Jeriko Deklarasi Perlawanan, Ini Pesan Gubernur VBL

Polkam48 Dilihat

MEDIATORSTAR.COM, Kupang

Jumat (11/3) kemarin, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sudah melantik Ketua dan pengurus DPD Partai Demokrat Provinsi NTT. Suasana pelantikan secarta virtual ini berlangsung khusuk. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, hadir dan memberikan sambutan dalam seremoni politik yang berlangsung di Hotel Kristal, Jl. Timor Raya Kelurahan Pasir Panjang itu.

Sementara dari kalangan pengurus DPP PD, hadir Sekjen Teuku Riefky Harsya, Wakil Ketua Umum Benny K Harman, Kepala BPOKK DPP Herman Khaeron dan Ketua Bappilu DPP Partai Demokrat Andi Arief. Dalam sambutannya, Ketua DPD Partai Demokrat NTT Leonardus Lelo menegaskan dalam kepengurusan yang baru ini, dia menghadirkan banyak wajah generasi milenial. Politisi jebolan UNWIRA Kupang ini pun mengklaim kepengurusannya inklusif dan dinamis. Sebab yang mengisi kepengurusan ada beberapa nama-nama seniman, atlet, hingga selebritas muda.

Baca Juga  MENGGETARKAN...! Gubernur Viktor Bicara Pancasila di Tempat Pengasingan Bung Karno
LANTIK. Suasana pelantikan Leo Lelo sebagai Ketua DPD Partai Demokrat NTT.
Foto: Merdeka.com

Seruan Gubernur VBL

Sementara, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat dalam sambutannya saat itu berbicara banyak mengenai kondisi Provinsi NTT saat ini. Bahwa pihaknya sementara bekerja keras dalam menangani masalah kemiskinan, manakala tingkat kemiskinan di  NTT menempati urutan kesekian di Indonesia.

Tak hanya itu, VBL pun berbicara mengenai pengembangan Sapi Wagyu di Sumba, pengembangan Pusat Listrik Tenaga Matahari di Sumba, serta pengembangan pabrik pakan ternak di NTT. Hal ini disampaikan di depan Ketua DPD Partai Demokrat Prov. NTT beserta jajarannya. Gubernur VBL pun berpesan kepada Partai Demokrat dan seluruh kadernya untuk ikut memikirkan dan  mendukung Program Pemerintah Provinsi NTT tersebut dalam memajukan provinsi ini.

DEMO. Simpatisan Jeriko, saat melakukan aksi demonstrasi di lokasi pelantikan, Jumat.
Foto: Istimewa

Simpatisan Jeriko Lawan

Sementara, simpatisan Jefri Riwu Kore (Jeriko) menyatakan akan tetap melawan praktek buruk demokrasi yang dilakukan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono  hingga Pemilu 2024. Pernyataan ini disampaikan koordinator Simpatisan Jeriko, Herison Arianto Kore, saat menggelar aksi pembubaran pelantikan pengurus DPD Partai Demokrat NTT di Hotel Kristal, Jumat (11/3/2022).

Baca Juga  Pengacara Kondang Jakarta Desak Segera Evaluasi Kinerja Tim Gubernur VBL

“Kami akan melawan praktek buruk demokrasi yang dilakukan Partai Demokrat, kami akan terus melawan kesewenang-wenangan Partai Demokrat, kami tidak akan berhenti, kami mengawasimu Partai Demokrat dan AHY, kami akan kawal ketat sampai 2024, kami tetap akan melawan, kami akan tetap berkampanye di rakyat untuk jangan pilih partai tidak demokratis, partai yang tidak jaga keselamatan rakyatnya sendiri,”ujar Herrry.

Upaya simpatisan Jeriko membubarkan kegiatan pelantikan Partai Demokrat tidak berhasil satuan gugus tugas Covid Kota Kupang yang dipimpin Kepala BPBD Kota Kupang, Ernes Ludji dan Kasatpol PP tidak berdaya saat membubarkan kegiatan tersebut.

Kegiatan pelantikan pengurus DPD Partai Demokrat NTT terselenggara ketika situasi penyebaran covid di Kota Kupang sedang meningkat drastis, bahkan Menteri dalam negeri, Tito Karnavian telah mengeluarkan instruksi bahwa Kota Kupang termasuk salah satu daerah yang wajib memberlakukan PPKM level 3.

Baca Juga  Salut… Aksi Warga Bello Ini Perlu Dicontohi dalam Upaya Bersihkan Lingkungan

Kegiatan Pelantikan Pengurus DPD Partai Demokrat NTT dihadiri oleh 400 peserta yang berasal dari Jakarta dan perwakilan pengurus DPC dan anggota fraksi dari 22 Kabupaten/kota se-NTT.

Kasat Pol PP Kota Kupang Achrudin Rudi Abubakar mengaku tidak berdaya membubarkan kegiatan pelantikan pengurus Demokrat karena DPD Partai Demokrat NTT bersandar pada surat ijin yang diberikan  gugus tugas Covid tingkat Provinsi NTT.

Koordinator Simpatisan Jeriko, Herison Arianto Kore menyayangkan terselenggaranya kegiatan tersebut, dirinya juga menyayangkan sikap gugus tugas Kota Kupang yang ketakutan, padahal jelas-jelas kegiatan tersebut melanggar aturan dan instruksi Mendagri. (net/DVA/***/MSC01)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *