Kupang (MEDIATOR)--Hari ini, Sabtu (30/8/2025) atau genap 26 tahun Timor Timur lepas dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sebuah sejarah baru tercipta.
Fernando Jose Lemos Osorio Soares terpilih secara aklamasi untuk memimpin UNTAS (Uni Timor Aswain), sebuah organisasi yang menjadi payung bagi seluruh warga Indonesia asal Timor Timur, kini Republik Demokratik Timor Leste (RDTL). Saat ini, ada 23.000 KK warga Timorana yang bermukim di NTT dan provinsi lainnya.
Fernando terpilih dalam Kongres ke-IV UNTAS, yang berlangsung di Harper Hotel Kupang.
Hadir dalam momentum penting ini, sejumlah tokoh seperti Brigjen TNI (Purn) Joao Xavier Bareto Nunes, pejabat Korem 161/Wira Sakti Kupang, pejabat dari BIN, serta para tokoh agama seperti Romo Leo Mali, Pater Gregorius Neonbasu, serta pengurus demisioner masing-masing Filomeno J Hornay dan Florencio Mario Vieira masing-masing sebagai Ketua Dewan Konsultatif serta Sekretaris Jenderal. Hadir juga warga Timorana yang merupakan wakil dari 13 kabupaten di Provinsi Timor Timur. Sementara tokoh lain, seperti Joao Meko, Joanico Cesario Bello, ikut berbaur dalam ruang.

Foto: stenly boymau
Dalam konferensi pers, beberapa saat seusai Kongres, Politisi Gerindra yang kini menempati posisu sebagai Sekretaris DPD Gerindra NTT dan Wakil Ketua I DPRD NTT ini menegaskan “Kita mengucap syukur kepada Tuhan karena Kongres tadi sudah selesai dan (saya) terpilih secara aklamasi oleh peserta kongres.”
Dia menambahkan, kedepan program kerjanya yakni konsolidasi internal, setelah itu di akhir Oktober nanti mereka akan melaksanakan pelantikan pengurus UNTAS lima tahun kedepan.
“Di forum itulah kami akam sampaikan program kerja,”tegasnya.
Kongres Sukses
Sementara ketua OC, Anthonio Sarmento melaporkan, Uni Timor Aswain (UNTAS), sebuah wadah tunggal yang diserahi kewenangan mewakili seluruh warga Timor Timur yang setia kepada Bangsa Indonesia, dan organisasi ini menggelar Kongres ke-IV pada Sabtu (30/8/2025) di Kupang. Organisasi yang hadir sejak 29 Januari 2000 dan dideklarasikan di Kota Kupang ini, menjadi payung bagi seluruh warga Indonesia asal Timor Timur, kini Republik Demokratik Timor Leste (RDTL).

Foto: stenly boymau
Terpantau media ini, Kongres berlangsung sukses dibawah kepemimpinan Anthonio Soares. Seluruh teknis dipersiapkan secara baik, dan acara pembukaan, pemberian materi hingga seremoni pemilihan, berlangsung baik. Gubernur NTT, Melki Laka Lena juga ikut hadir dan memberikan sambutannya.
Sejarah Tercipta
Untuk diketahui, Referendum kemerdekaan diadakan di Timor Timur yang diduduki Indonesia pada 30 Agustus 1999, dan diselenggarakan oleh Misi PBB.
Serta pada 19 Oktober 1999, MPR RI mengakui hasil referendum Timor Timur.
Hingga hari ini, Sabtu, 30 Agustus 2025 atau 26 tahun setelah Timor Timur lepas dari NKRI, UNTAS memiliki pemimpin baru.

Foto: stenly boymau
Organisasi ini diyakini tidak saja menjadi wadah berkumpul melainkan menjadi wadah perjuangan bersama. Sesuai thema yang diusung dalam Kongres IV ini, yakni Konsolidasi, Sinergitas, Pelurusan Sejarah. Tiga kata kunci ini dihadirkan untuk melanjutkan perjuangan organisasi yang hadir sejak tahun 2000. (Stenly Boymau)






