Kemenkes dan Undana Uji Coba Sistem Informasi Kampus Sehat

Pendidikan652 Dilihat

KUPANG – Universitas Nusa Cendana (Undana) memperkuat komitmennya dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang sehat dan berkualitas melalui pelaksanaan Sosialisasi dan Uji Coba Sistem Informasi Kampus Sehat. Kegiatan yang diinisiasi oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), LLDIKTI Wilayah XV, serta sejumlah perguruan tinggi di Nusa Tenggara Timur (NTT) ini dipusatkan di Aula Drs. Urias Bait, Rektorat Undana, Kupang, Selasa (27/10/2026).

Acara secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Undana, Dr. Rudi Rohi, S.H., M.Si. Penerapan sistem digital ini menjadi pijakan strategis bagi perguruan tinggi untuk mengukur, memetakan, serta merumuskan kebijakan kesehatan lingkungan kampus secara terstruktur dan mandiri. Langkah ini berdampak nyata dalam menjaga kualitas kesehatan biologis, sosial, hingga kesehatan mental mahasiswa guna mendukung terciptanya SDM berdaya saing tinggi di NTT.

 

Dalam sambutannya, Dr. Rudi menekankan bahwa pembangunan institusi pendidikan tinggi tidak boleh sekadar berorientasi pada pencapaian intelektual semata, melainkan harus memastikan kondisi kesehatan warga kampus secara menyeluruh.

“Pembangunan sistem pendidikan tidak cukup hanya berorientasi pada kecerdasan intelektual, tetapi juga harus sehat secara biologis, sosial, maupun mental,” ujar Dr. Rudi.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas pendampingan dari Kemenkes RI dan Kemdiktisaintek, serta berharap uji coba sistem informasi ini dapat diperluas ke perguruan tinggi lain di wilayah NTT melalui kolaborasi lintas sektor.

Kompleksitas Tantangan Kesehatan Mahasiswa

Pentingnya intervensi kesehatan di perguruan tinggi turut dibahas dalam pemaparan pakar kesehatan masyarakat sekaligus pengembang Health Promoting University (HPU) Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Dra. R. A. Yayi Suryo Prabandari, M.Si., Ph.D. Ia menyoroti kompleksitas masalah kesehatan usia mahasiswa saat ini, seperti tingginya konsumsi makanan cepat saji dan minuman berpemanis, minimnya aktivitas fisik dan durasi tidur, hingga meningkatnya isu kesehatan mental serta perundungan.

Baca Juga  Dies Natalis Undana LXIV - The International Serial Conference: Mengabdi Untuk Ilmu, Berdampak Untuk Bangsa

Prof. Yayi menjelaskan bahwa konsep Kampus Sehat mengacu pada indikator Health Promoting University System (HEARST) dari jaringan ASEAN University Network (AUN). Implementasi nasionalnya berlandaskan lima pilar utama: komitmen pimpinan, pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, pembinaan lingkungan inklusif, dan pengintegrasian Tridharma Perguruan Tinggi berbasis wawasan kesehatan.

Kiprah dan Inovasi HPU Undana

Pada kesempatan yang sama, Ketua HPU Undana, Dr. dr. Nikolas Handoyo, memaparkan perjalanan HPU Undana sejak dirintis pada 2021. Lembaga ini bergerak melalui lima kelompok kerja (pokja) strategis, yaitu literasi kesehatan, kesehatan mental, aktivitas fisik, pencegahan perundungan dan kekerasan seksual, serta kesehatan lingkungan.

Untuk memperkuat pergerakan di tingkat mahasiswa, HPU Undana membentuk komunitas Laskar Sehat, yang kini resmi berstatus Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), guna menggerakkan pelatihan konselor sebaya dan Psychological First Aid (PFA).

Baca Juga  Undana Kokoh di Panggung Nasional, Raih Anugerah Diktisaintek 2025

Dr. Niko mengungkapkan, berdasarkan pemantauan tahunan, tingkat stres mahasiswa cenderung meningkat seiring bertambahnya semester. Menjawab tantangan tersebut, Undana meluncurkan inovasi KKN tematik, seperti KKN pengelolaan sampah yang memicu kebijakan wajib membawa botol minum (tumbler) untuk mengurangi limbah plastik, serta KKN tematik stunting untuk pendampingan pola asuh dan nutrisi anak di masyarakat.

Simulasi Penggunaan Sistem Informasi

Rangkaian kegiatan diakhiri dengan praktik dan simulasi langsung pengisian Sistem Informasi Kampus Sehat. Perwakilan perguruan tinggi se-Kota Kupang mengakses laman resmi kampussehat.kemdikbudsaintek.go.id untuk mensimulasikan pendaftaran akun operator dan pimpinan, pengisian profil institusi, evaluasi mandiri (self-assessment), hingga penarikan rekomendasi pengembangan kampus.

Melalui sinergi lintas kementerian ini, Undana optimistis mampu memimpin transformasi kampus yang sehat, bersih, inklusif, dan berkelanjutan di kawasan Indonesia Timur. (Ref/UNDANA/BOY)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan