Jakarta (MEDIATOR) – Universitas Nusa Cendana (Undana) kembali mengukuhkan eksistensinya di panggung nasional dengan meraih dua penghargaan sekaligus dalam ajang bergengsi Anugerah Diktisaintek 2025. Dalam malam penganugerahan yang digelar oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) di Jakarta pada Jumat, 19 Desember 2025, Undana menyabet predikat Bronze Winner untuk dua subkategori strategis.

Dua penghargaan tersebut diraih dalam Kategori Perguruan Tinggi Negeri Badan Layanan Umum (PTN BLU), yakni subkategori Pengelolaan Laporan Kerja Sama Terbaik (Laporkerma) Tahun 2024 dan Manajemen Keprotokolan. Penghargaan diterima langsung oleh Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama Undana, Yefry C. Adoe, SE., M.AP, didampingi oleh Sub Koordinator Kerja Sama Undana Tahun 2024, yang saat ini menjabat sebagai Sub Koordinator Humas, Ollien Manggol, S.KM., MPA. Adapun penanggungjawab Protokol Undana, Marthen L.O Nubatonis, S.Sos., M. Si.
Pencapaian ini menjadi bukti nyata komitmen Undana dalam membenahi tata kelola administrasi dan diplomasi kelembagaan. Pada subkategori Laporkerma 2024, Undana bersanding dengan Universitas Cenderawasih, sementara pada manajemen keprotokolan, Undana meraih apresiasi serupa bersama Universitas Pendidikan Ganesha. Hal ini menunjukkan bahwa standar pelayanan dan pelaporan Undana telah memenuhi kriteria nasional yang ketat.
Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek, Prof. Togar Mangihut Simatupang, menjelaskan bahwa penilaian tahun ini dilakukan secara komprehensif melalui analisis data kinerja dan melibatkan dewan juri profesional. Anugerah ini bertujuan untuk memberikan stimulasi bagi perguruan tinggi agar terus mengoptimalkan kolaborasi serta transparansi data dengan seluruh pemangku kepentingan.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Brian Yuliarto, dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pimpinan perguruan tinggi dan tenaga kependidikan. Menurutnya, penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan atas dedikasi dan kesungguhan dalam memajukan ekosistem riset, inovasi, serta kaderisasi generasi penerus bangsa.
“Kita perlu terus memberi perhatian dan semangat kepada seluruh civitas akademika yang bekerja di garis terdepan bagi kemajuan pembangunan Indonesia,” ujar Prof. Brian. Ia juga memuji semangat gotong royong perguruan tinggi yang secara mandiri berkontribusi dalam berbagai misi kemanusiaan di Indonesia tanpa menunggu arahan birokrasi yang panjang.
Keberhasilan meraih dua Bronze Winner ini diharapkan menjadi pemantik bagi seluruh unit kerja di Undana untuk terus meningkatkan mutu pelayanan dan akuntabilitas. Pengelolaan kerja sama yang baik dan protokol yang profesional merupakan fondasi utama dalam membangun citra universitas yang unggul dan berdaya saing global.
Dengan pencapaian di akhir tahun 2025 ini, Universitas Nusa Cendana menutup kalender akademik dengan prestasi membanggakan. Prestasi ini sekaligus menjadi kado istimewa bagi seluruh sivitas akademika Undana, sekaligus memperkuat posisi universitas sebagai mitra strategis pemerintah dalam pengembangan sains dan teknologi di wilayah timur Indonesia. (Ref/rls/undana/boy)






