Tim Akademisi dan Mahasiswa Undana Tembus Finalis Karsa Nusa 2026, Bedah Riset Rantai Pasok dan Hilirisasi Rumput Laut NTT

Pendidikan724 Dilihat

KUPANG – Universitas Nusa Cendana (Undana) mencatatkan prestasi gemilang dalam ajang Call For Paper Kajian Riset Kebijakan Ekonomi Nusa Tenggara Timur (Karsa Nusa) 2026 yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi NTT. Tim akademisi Undana yang terdiri atas Moni W. Muskanan, S.E., MPA., Ph.D., Herly Mathelda Oematan, S.E., M.Si., dan Christien Corina Foenay, S.E., M.Si., sukses menembus jajaran delapan besar sekaligus ditetapkan sebagai empat finalis paper umum terpilih.

Sementara itu, pada kategori mahasiswa, Pascaliano Aryoga Maria Tanggang dari Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Undana berhasil meraup penghargaan Best Local Paper Student. Kedua perwakilan Undana tersebut mengikuti tahap Final Presentation yang diselenggarakan di Hotel Aston Kupang, Senin (19/10/2026). Capaian ini diraih setelah menyisihkan total 251 paper pendaftar (182 kategori umum dan 69 kategori mahasiswa) dalam ajang bertema “Sinergi Memperkokoh Struktur dan Mempercepat Transformasi Ekonomi NTT untuk NTT Maju dan Sejahtera”.

Prestasi ini membuktikan keunggulan mutu akademisi dan mahasiswa dalam menghasilkan riset bereputasi yang berorientasi pada dampak nyata (#UndanaBerdampak). Rekomendasi kebijakan dari riset ini memberikan peta jalan (roadmap) untuk mengurai paradoks minimnya pengolahan lokal, memperkuat posisi tawar petambak pesisir, dan mendorong hilirisasi ekonomi biru yang menciptakan nilai tambah ekonomi serta lapangan kerja di daerah.

Baca Juga  Walikota Chris Widodo Bangga Pada Dedikasi dan Integritas Menwa Mahadana NTT

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Ari Setyo Wibowo, menggarisbawahi pentingnya kolaborasi riset lokal yang berakar pada karakteristik daerah guna melahirkan rekomendasi kebijakan strategis bagi pembangunan ekonomi. Karsa Nusa 2026 dirancang khusus sebagai wadah untuk mempertemukan pemikiran akademis dengan kebutuhan empiris para pengambil kebijakan di daerah. Langkah ini diapresiasi oleh tim peneliti Undana sebagai forum efektif dalam mendiseminasi hasil kajian kepada para pemangku kepentingan.

“Call for Paper ini menjadi wadah untuk mempertemukan gagasan akademis dengan kebutuhan pembangunan melalui kajian atas berbagai permasalahan dan penyusunan rekomendasi untuk meningkatkan perekonomian Provinsi NTT. Karena itu, penyelenggaraan Karsa Nusa 2026 ini untuk mendorong lahirnya riset berkualitas yang mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan strategis bagi pembangunan ekonomi daerah,” jelasnya.

”Jadi pada dasarnya sih kami sangat excited dan sangat senang menjadi bagian dari program BI yang tentunya ini bukan masalah kalah dan menang ya, tapi lebih ke bagaimana kita diseminasi hasil penelitian kita yang di sini juga kan ada stakeholder ya. Jadi mungkin bisalah menggunakan model atau apapun rekomendasi kebijakan yang kita berikan,” ungkap, Moni W. Muskanan, S.E., MPA., Ph.D.

Baca Juga  Kesempatan Terakhir Bagi Mahasiswa Baru Undana: Batas Lapor Diri Hingga Akhir Bulan Ini

Pada Kategori Umum, tim akademisi Undana membawakan riset bertajuk “Ketika Hilirisasi Belum Menjadi Industrialisasi: Model Strategi Terintegrasi Penciptaan Nilai Rumput Laut Berkelanjutan di Nusa Tenggara Timur” dengan studi kasus di Kabupaten Rote Ndao. Riset ini membedah paradoks antara tingginya produksi hulu dengan minimnya keberadaan industri pengolahan lokal yang mampu memberi nilai tambah bagi daerah.

Menggunakan pendekatan Sustainability Accounting and Reporting, Moni Muskanan dan tim menawarkan model integrasi rantai pasok agar intervensi pemerintah tidak sekadar berfokus pada penyerapan anggaran, melainkan membangun kapasitas industri yang berkelanjutan.

Analisis Kritis Model Pentahelix dan Posisi Tawar Masyarakat Pesisir

Sementara pada Kategori Student, mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP Undana, Pascaliano Aryoga Maria Tanggang, berhasil menyabet Best Local Paper Student melalui karya berjudul “Model Kolaborasi Pentahelix dalam Tata Kelola Percepatan Hilirisasi Rumput Laut Berbasis Ekonomi Biru di Kota Kupang, NTT“. Riset ini mengkritisi ketimpangan relasi kuasa antar-aktor dalam konsep Pentahelix (Academic, Business, Community, Government, and Media).

Pascaliano menegaskan perlunya penguatan posisi masyarakat pesisir agar tidak sekadar menjadi objek kebijakan yang pasif di tengah dominasi aktor pemerintah dan bisnis.

Baca Juga  Rektor Undana Taruh Harapan Besar Pada Menwa Mahadana

”Kenapa model Pentahelix saya gunakan? Model ini sangat lazim dan sudah diadopsi. Namun, apa yang salah dalam praktiknya? Sering kali pemerintah dan bisnis terlalu dominan, sementara aktor-aktor yang lain menjadi tidak seimbang secara struktural,” tegasnya.

Kontribusi Riset Akademis untuk Penguatan Ekonomi Biru NTT

Keikutsertaan aktif akademisi dan mahasiswa Undana dalam Karsa Nusa 2026 mempertegas komitmen institusi dalam mengawal potensi ekonomi biru di wilayah kepulauan. Hasil-hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan utama bagi penyusunan Peraturan Daerah maupun Peraturan Kepala Daerah terkait pengembangan komoditas unggulan rumput laut. Sinergi antara kampus dan Bank Indonesia terbukti mampu melahirkan gagasan-gagasan segar yang solutif bagi permasalahan struktural daerah.

Melalui keberhasilan menembus babak final dan menyabet penghargaan di Karsa Nusa 2026, Undana membuktikan kapasitasnya sebagai pusat keunggulan riset yang responsif terhadap kebutuhan pembangunan. Undana akan terus mendampingi para peneliti dan mahasiswanya untuk menghasilkan kajian ilmiah berdampak tinggi. Dengan konsistensi hilirisasi riset keilmuan, Undana siap mengawal percepatan transformasi ekonomi yang adil, berkelanjutan, dan menyejahterakan seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur. (Audc/RLS/UNDANA/BOY)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan