Komitmen Empat Bakal Calon Rektor Undana: Tak ada Kenaikan UKT hingga Spirit Kolaborasi

Pendidikan310 Dilihat

Kupang (MEDIATOR)–Empat bakal calon Rektor Undana periode 2025–2029 menyatakan sikapnya, akan menjadikan Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang sebagai perguruan tinggi berkelas tidak saja di NTT melainkan Indonesia timur. Spirit ini mengemuka dalam rapat senat terbuka pemaparan visi, misi, dan program kerja bakal calon rektor Undana, Selasa (23/9) pagi di Auditorium Undana Penfui.

Keempat bakal calon rektor itu berdasarkan nomor urut, yakni Dr. Hamzah H. Wulakada – Ketua Prodi S2 Ilmu Sosial, Prof. Dr. Drs. Melkisedek Taneo, M.Si. – Dekan FKIP, Prof. Dr. Apris Adu, S.Pt., M.Kes – Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat dan Prof. Dr. Ir Jefri S. Bale, ST., M.Eng – Wakil Rektor IV.

Komitmen ini dipertegas lagi dalam konferensi pers yang dipandu Kepala Biro Perencanaan dan Humas, Jefri Adoe, dan dihadiri ketua panitia, Prof Simon Sabon serta sekretaris senat, Prof Yantus Neolaka.

Baca Juga  Pesan Bernas Prof Maxs Sanam Saat Kunjungi Kebun Sayur Menwa Undana

Dalam sebuah sesi tanya jawab dengan media, Prof Jefri Bale menegaskan bahwa Undana tidak boleh keluar dari tiga fungsi utamanya yang tertuang dalam tri darma perguruan tinggi.

Karena itu, untuk mencapai visi besar tersebut maka dibutuhkan kolaborasi semua, termasuk dengan pemerintah pusat, LSM, Media dan pihak terkait.

Prof Jefri pun menyebut, jika senat menetapkan pilihan padanya, maka tidak mustahil dia akan mendorong dosen-dosen muda untuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Harus ada skala prioritas bagi mereka yang berprestasi, termasuk pegawai.

Tak hanya itu, mahasiswa pun disentilnya.

“Saya pastikan bahwa tidak akan ada kenaikan UKT (uang kuliah tunggal). Dan ini berlaku selama empat tahun kepemimpinan saya jika Tuhan berkenan,”tegasnya serius.

Baca Juga  Tim LPPM ITB Kerjasama Kemendesa RI, Gelar Program Pengabdian Masyarakat di Tribur- Alor

Prof Jefri mengaku sangat yakin mereka berempat sebagai calon rektor memiliki kemampuan yang lebih untuk merealisasikan setiap program prioritas.

Sementara Prof Melkisedek Taneo menjelaskan, jika hari ini mereka diijinkan Tuhan tiba pada level sebagai bakal calon rektor, tentu ini bukan sebuah kebetulan melainkan melalui jenjang yang panjang serta refleksi mendalam. Mahasiswa sebagai sektor paling utama dalam sebuah lembaga perguruan tinggi sehingga merekalah yang pertama harus dilayani.

“Kami siap menyerahkan diri dengan tulus hati untuk membangun Undana. Kami berempat memiliki hati yang sama untuk membangun Undana,”ujar Prof Melki menambahkan seorang rektor tidak akan sanggup melaksanakan program-programnya sendiri. Dia membutuhkan kolaborasi sebuah tim bersama.

Dr Hamzah Wulakada pun senada, dia ingin agar kedepan Undana dibangun dengan cara yang sempurna. Aktivis itu pun blak-blakan, membedah isu tentang penempatan orang yang benar pada tempat yang tepat.

Baca Juga  Kolaborasi Strategis BRIN-Undana: Buka Peluang Riset Antariksa hingga Literasi Budaya bagi Mahasiswa dan Dosen

“Segala tugas agar diserhakan pada orang yang tepat,”tegasnya.

Dia menampik jika saat ini ada stigma seolah Undana tertinggal dari perguruan tinggi lain dari sisi prestasi.

“Undana tidak kalah saing. Sebenarnya ekosistem kampus dimana itu yang dicari oleh anak-anak kita. Saya mau katakan bahwa kualitas kampus kita sangat baik. Karena itu, kedepan harus diperhatikan, untuk menciptakan ekosistem kampus yang nyaman,”tegasnya menambahkan, dia lahir dan besar di Undana sehingga paham benar masalahnya.

Prof Apris Adu pun senada. Menurutnya, Undana memiliki keunggulan yang tak dimiliki universitas lain. Karenanya potensi ini yang harus dikembangkan. Termasuk lahan kering, hijau di darat dan lautan biru. (BOY)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan