FATULEU – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Program Studi Peternakan Universitas Nusa Cendana (Undana) meluncurkan inovasi pemanfaatan komoditas lokal berupa pengolahan kacang nasi merah menjadi tepung substitusi pembuatan bakso dan nugget. Program pemberdayaan ini dilaksanakan di Desa Ekateta, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, Sabtu (3/10/2026).
Tim PkM Undana ini diketuai oleh Dewi Elfrida Sihombing, M.Si., dengan beranggotakan Prof. Dr. Ir. Gemini E. M. Malelak, MAgrSt., Dr. Ir. Bastari Sabtu, M.P., I Kadek Yoga Kertiyasa, S.Pt., M.Pt., Fransiskus Yulius Dhewa Kadju, S.Pt., M.Pt., serta Ir. Heri Armadianto, M.Si. Kegiatan ini menyasar kaum perempuan dan keluarga peternak setempat untuk mengoptimalkan potensi komoditas pangan lokal yang pemanfaatannya masih terbatas.
Program ini memanifestasikan hilirisasi keilmuan teknologi hasil ternak dan pemanfaatan sumber protein nabati lokal secara tepat guna. Sementara bagi publik dan warga Desa Ekateta, penerapan tepung kacang nasi merah sebagai pengganti sebagian tepung tapioka dalam adonan bakso dan nugget terbukti mendiversifikasi olahan daging, menaikkan nilai ekonomi bahan pangan mentah, serta membekali kaum perempuan dan keluarga peternak dengan keterampilan produksi skala rumah tangga guna menambah pendapatan ekonomi keluarga.
Inovasi Pengganti Tapioka, Pemberdayaan Perempuan dan Pembukaan Peluang Usaha Keluarga
Desa Ekateta memiliki potensi sumber daya pangan lokal yang berlimpah, seperti kacang nasi merah dan kacang turi. Namun, pemanfaatannya selama ini masih terbilang konvensional dan terbatas sebagai bahan olahan sayur biasa.
Melalui pendekatan ilmu pengetahuan, tim peternakan Undana mengolah kacang nasi merah menjadi tepung. Tepung tersebut dimanfaatkan untuk menggantikan sebagian tepung tapioka pada olahan daging, sehingga menciptakan variasi baru bakso dan nugget yang bergizi tinggi.
Pengembangan tepung kacang nasi merah ini dirancang khusus untuk mendorong kemandirian ekonomi keluarga peternak dan kaum perempuan di Desa Ekateta. Pelatihan ini memberikan bekal teknis agar warga mampu merintis usaha pengolahan pangan skala rumah tangga. Inovasi ini diharapkan dapat dikembangkan lebih lanjut sesuai kebutuhan pasar, ketersediaan bahan baku lokal, serta tingkat penerimaan konsumen.
Hibah Food Processor dan Tahapan Pelaksanaan Program
Rangkaian kegiatan PkM diawali dengan koordinasi bersama perangkat Desa Ekateta pada 27 Agustus 2026, disusul pengadaan alat dan hibah unit food processor pada 8–15 September 2026. Setelah penandatanganan surat kerja sama dengan mitra pada 2 Oktober 2026, puncak pelatihan praktis dilaksanakan pada Sabtu, 3 Oktober 2026. Penyediaan hibah food processor menjadi bagian utama dukungan Undana untuk menunjang proses pengolahan bahan pangan secara mandiri dan higienis.
Melalui pendampingan ini, masyarakat diajak untuk lebih kreatif dalam melihat potensi komoditas pangan yang ada di sekitar lingkungan mereka. Pelatihan pengolahan tidak hanya berfokus pada teknik pembuatan tepung, tetapi juga penguasaan formulasi adonan bakso dan nugget yang pas. Peningkatan keterampilan ini mengubah persepsi warga agar tidak lagi menjual bahan mentah dengan harga murah, melainkan mengolahnya menjadi produk berdaya saing.
Tim PkM Program Studi Peternakan Undana berkomitmen untuk terus mengawal keberlanjutan program pengolahan pangan berbasis sumber daya lokal ini. Ke depan, inovasi ini berpotensi ditingkatkan melalui pendampingan standar kualitas produk, pengemasan (packaging), hingga pengenalan akses pasar. Langkah nyata ini mempertegas peran Undana sebagai perguruan tinggi yang aktif mendorong penguatan keterampilan masyarakat serta penciptaan peluang usaha yang berkelanjutan di Nusa Tenggara Timur. (Alk/RLS/UNDANA/BOY)






