Kolaborasi Dosen dan Alumni Undana Lahirkan Film “Moko: Bisikan Logam Tua”

Lainnya526 Dilihat

KUPANG – Universitas Nusa Cendana (Undana) sukses mentransformasi hasil riset etnografi kebudayaan menjadi karya sinematik layar lebar bertajuk Moko: Bisikan Logam Tua sekaligus platform digital edukasi mokoalor.com. Karya ini merupakan hasil kolaborasi Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Undana Henny L. L. Lada, S.Sos., M.I.Kom., bersama sineas profesional alumni FKM Undana Angkatan 2008 Reynolds Padji. Dalam sesi Siniar “Undana Talk” bersama Pos Kupang, Rabu (21/10/2026).

 

Keduanya mengisahkan proses riset lapangan hingga diseminasi hasil penelitian menjadi film dokumenter berdurasi 36 menit dan situs arsip sejarah berbasis pengetahuan. Proyek lintas disiplin yang didukung Kementerian Kebudayaan ini menyasar kalangan akademisi melalui artikel jurnal ilmiah, pelajar dan masyarakat umum melalui pemutaran film di bioskop, serta publik luas melalui portal pengetahuan digital mokoalor.com.

 

Penyelenggaraan diseminasi riset berbasis multimedia ini membawa nilai strategis yang nyata, baik bagi civitas akademika Undana maupun masyarakat luas. Bagi Undana, inovasi ini memecah kebuntuan publikasi ilmiah yang selama ini cenderung berhenti sebagai artikel jurnal tercetak di lemari kampus, serta membuktikan efektivitas sinergi akademisi dengan jaringan alumni. Sementara bagi masyarakat Alor dan publik internasional, kehadiran film dokumenter serta laman mokoalor.com memberikan akses edukasi terbuka mengenai nilai sakral Moko sebagai alat pembayar belis (mas kawin) dan simbol strata sosial, sekaligus menyelamatkan peninggalan artefak kuno Nusa Tenggara Timur dari ancaman distorsi sejarah.

Baca Juga  Calon Anggota Menwa Dilatih Bela Negara, Tanggulangi Teroris, Teknik Tempur Hingga Menembak

 

Nilai Sakral Moko dan Tantangan Dokumenter Etnografi

 

Sebagai sutradara, Reynolds Padji memaparkan bahwa Moko memiliki kedudukan istimewa sejak zaman logam dan tidak diproduksi secara massal di era modern. Selain sebagai identitas kolektif dan lambang strata sosial, penyerahan Moko autentik menjadi penentu sahnya hubungan pernikahan adat masyarakat Alor. Reynolds menekankan bahwa proses pengambilan gambar film dokumenter ini menuntut kejujuran tangkapan emosi tanpa peromantisasian cerita fiktif.

 

“Moko itu sesuatu yang istimewa, sakral, dan merupakan identitas masyarakat Alor. Benda ini hadir sejak zaman logam dan diposisikan secara istimewa. Moko yang asli tidak dibuat secara massal di masa modern, namun keberadaannya bisa menentukan nasib hubungan pernikahan seseorang sebagai syarat mas kawin (belis). Nilai sakral dan dinamika sosial inilah yang membuat kami yakin Moko sangat unik dan spesial untuk diangkat ke layar lebar,” ujar Reynolds Padji.

Baca Juga  Tatkala Pekerjaanku Menjadi Tempat Tuhan Memproses Hidupku

 

Dosen Ilmu Komunikasi FISIP Undana Henny L. L. Lada menyambut antusias pola alih media riset ilmiah ini. Menurutnya, riset etnografi yang berlangsung intensif berminggu-minggu di wilayah pesisir hingga pegunungan Alor kini dapat dinikmati oleh lintas generasi secara inklusif. Kehadiran film dan situs web diposisikan sebagai pintu masuk awal yang menggugah emosi visual publik sebelum mendalami laporan riset ilmiah yang lebih terstruktur.

 

“Saya sangat excited. Biasanya hasil riset dosen itu hanya tersimpan di lemari atau terbit di jurnal ilmiah. Tetapi lewat film dokumenter dan media digital, hasil riset ini bisa ditonton, dinikmati, dan dipahami oleh masyarakat umum, anak-anak sekolah, hingga diapresiasi di festival. Dampaknya jauh lebih luas dan nyata,” ungkapnya.

 

Peluncuran Portal mokoalor.com Sebagai Pusat Data Terbuka

 

Sebagai bagian integral dari luaran proyek, tim merancang situs mokoalor.com sebagai portal berbasis data yang dapat diakses secara gratis dari mana saja. Laman ini menyajikan narasi sejarah, katalog jenis-jenis Moko, dokumentasi foto artefak, hingga artikel ilmiah yang komprehensif. Integrasi platform digital ini menjadi rujukan utama bagi peneliti, pemerintah daerah, dan wisatawan yang ingin mempelajari kearifan lokal Alor secara valid.

Baca Juga  Uji Orisinalitas Bisnis, Mahasiswa Undana Bedah Strategi Lolos P2MW Lewat Sesi “Pitching” Ide

 

Proyek kolaboratif ini mempertegas pentingnya memelihara komunikasi dan kemitraan strategis antara perguruan tinggi dengan alumni yang berkarier di luar lingkungan akademis. Reynolds menegaskan bahwa ikatan emosional dan intelektual dengan almamater menjadi dorongan utama baginya untuk terus menyumbangkan karya profesional bagi kampus. Sinergi ini terbukti efektif dalam melahirkan karya yang diakui di tingkat nasional sekaligus mendongkrak reputasi almamater Undana.

 

Keberhasilan proyek Moko: Bisikan Logam Tua menjadi pemicu penting bagi lahirnya gerakan dokumentasi kebudayaan berbasis sains dan teknologi media di Nusa Tenggara Timur. Undana membuktikan kepeloporannya dalam mengawal pelestarian warisan budaya lokal melalui pendekatan komprehensif. Melalui keterlibatan aktif dosen, alumni, dan kementerian terkait, Undana berkomitmen untuk terus mengeksplorasi kekayaan tradisi lokal NTT agar dapat diwariskan kepada generasi mendatang. (Ref/RLS/UNDANA/BOY)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan