SALATIGA–Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) dan Universidade Nacional Timor Lorosa’e (UNTL) memperkuat hubungan akademik Indonesia dan Timor-Leste melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Grha Kartini Kampus UKSW Jalan Kartini. Kerja sama ini membuka peluang pengembangan pendidikan pascasarjana, penelitian, dan pengembangan sumber daya manusia kedua perguruan tinggi.
MoU ditandatangani oleh Rektor UKSW Profesor Intiyas Utami dan Rektor UNTL Profesor Joviano Antonio da Costa. Rektor Intiyas menyambut hangat kedatangan Rektor UNTL beserta rombongan di Kampus UKSW.
“UKSW dan UNTL sangat dekat. Banyak alumni UKSW yang berasal dari Timor-Leste, bahkan menduduki peran penting dalam pemerintahan maupun di UNTL,” ujar Rektor Intiyas.
Ia menegaskan kesiapan UKSW untuk mengembangkan kerja sama yang lebih luas, termasuk membuka peluang kelas khusus program pascasarjana bagi UNTL. Rektor Intiyas juga berharap hubungan kedua universitas semakin erat dan berkembang dalam berbagai bidang.
Sementara itu, Rektor UNTL Profesor Joviano Antonio da Costa menyampaikan apresiasi atas sambutan UKSW. Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi momentum untuk melanjutkan kerja sama yang telah berlangsung sejak lama.
“UKSW sudah memberikan banyak kontribusi untuk pengembangan sumber daya manusia di Timor-Leste,” ungkap Prof. Joviano.
Saat ini, terdapat enam staf UNTL yang sedang melanjutkan pendidikan pascasarjana di UKSW. Ia berharap mereka dapat menyelesaikan studi tepat waktu dan kembali memberikan kontribusi bagi pengembangan UNTL.
Rektor UNTL juga berharap kerja sama dapat diperluas pada bidang penelitian, sehingga hubungan kedua universitas tidak hanya berfokus pada pendidikan, tetapi juga menghasilkan kolaborasi akademik yang memberikan manfaat lebih luas.
Sementara itu, Wakil Rektor UKSW Bidang Kerja Sama dan Kealumnian Profesor Yafet Yosafet Wilben Rissy menegaskan bahwa penandatanganan MoU akan segera ditindaklanjuti dengan pembahasan teknis.
“Sebagai tindak lanjut dari penandatanganan MoU ini, akan segera dilakukan diskusi teknis pelaksanaan kerja sama di bawah koordinasi Direktorat Kerja Sama,” jelas Prof. Yafet.
Langkah tersebut diharapkan dapat menerjemahkan kesepakatan kedua universitas ke dalam berbagai program konkret.
Penandatanganan MoU turut dihadiri jajaran pimpinan UNTL, yaitu Pro-Rector for Cooperation Affairs Profesor Cristovao dos Reis, Pro-Rector for Revenue Affairs Profesor Mario Marques Cabral, Dean of the Faculty of Engineering, Science and Technology Profesor Adalfredo Guterres da Silva Ximenes, serta Director General of the Rectorate Jacinto H. Soares Belo, M.EGA.Egn.
Dari UKSW hadir para wakil rektor, dekan, wakil dekan, direktur, dan kepala divisi di lingkungan UKSW. Acara juga diisi dengan pertukaran cinderamata sebagai simbol persahabatan dan komitmen kedua institusi. Kolaborasi UKSW dan UNTL turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs ke-4 yaitu pendidikan berkualitas, serta SDGs ke-17 yaitu kemitraan untuk mencapai tujuan. Kerja sama ini juga sejalan dengan Asta Cita, terutama dalam penguatan kualitas sumber daya manusia, pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta kerja sama internasional.
Sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terakreditasi Unggul, UKSW telah berdiri sejak tahun 1956 dan memiliki 15 fakultas dengan 65 program studi mulai jenjang Diploma hingga Doktor, serta 36 program studi terakreditasi Unggul dan A. Berlokasi di Salatiga, UKSW dikenal sebagai Kampus Indonesia Mini karena keberagaman mahasiswanya yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Melalui semangat Creative Minority, UKSW terus mendorong lahirnya lulusan yang mampu menjadi agen perubahan dan menghadirkan dampak positif bagi masyarakat. (RLS/UKSW/BOY)






