Tinjau Lokasi Bencana, Gubernur VBL Beri Solusi Bangun Bendungan di Utara Timor

Lainnya853 Dilihat

Kupang (MEDIATOR)—Rabu (4/1), Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) meninjau lokasi bencana banjir di Kabupaten Kupang yakni di Desa Nunkurus Kecamatan Kupang Timur, Desa Pariti Kecamatan Sulamu dan Desa Naitae Kecamatan Fatuleu Barat. Disana, VBL mengadakan pertemuan dengan masyarakat korban banjir Desa Nunkurus, meninjau jembatan Nefopal yang putus, lalu berdialog dengan masyarakat Desa Pariti, serta mengunjungi para korban banjir di Desa Naitae serta meninjau lokasi luapan air sungai Siumate akibat tersumbatnya gorong-gorong jembatan.

Saat itu Gubernur VBL mengatakan pentingnya pengendalian yang dilakukan bersama terkait dengan bencana banjir. “Bencana banjir ini merupakan tantangan bagi kita. Dan saya harapkan dengan kerja bersama maka dapat kita lakukan penanggulangan bencana yang baik. Nanti kita akan bersama membantu melakukan relokasi tempat tinggal dari para korban terdampak dan saya tegaskan untuk jaga alam kita ini,”ujar Gubernur.

“Terkait dengan pengendalian terhadap curah hujan yang menyebabkan banjir maka ke depannya Pemerintah Provinsi dan Kabupaten bersama Pemerintah Pusat akan melakukan perencanaan pembangunan bendungan di sungai-sungai di bagian Utara Pulau Timor ini sehingga aliran sungai dapat dibendung bersama juga dengan mengantisipasi luapan air pada saat musim hujan sehingga tidak menyebabkan banjir,”ungkap Gubernur.

Baca Juga  TTS Miliki Sekolah Migran, Digerakkan Mantan Pekerja di Mancanegara

“Dengan demikian maka kita akan memiliki tampungan air yang melimpah dan juga selain mencegah banjir pada musim hujan maka kita juga tidak kesulitan air pada musim kemarau. Air yang ditampung tersebut akan dapat dimanfaatkan untuk pengembangan sektor pertanian. Pembangunan bendungan bermanfaat bukan hanya mencegah banjir tetapi juga untuk pertanian kita,” ungkapnya.

Gubernur juga turut mengapresiasi kinerja semua pihak yang telah membantu mengevakuasi masyarakat, hingga pembangunan posko bencana serta perbaikan jembatan secara darurat untuk dapat dilalui kendaraan sepeda motor.

“Saya minta agar setelah masalah banjir selesai maka masyarakat dapat kembali beraktifitas seperti biasa,”ujarnya.

HANCUR. Rumah warga yang terkena banjir.
Foto: Biro AP

Sementara Bupati Kupang Korinus Masneno menyampaikan apresiasi kepada Gubernur yang telah terjun langsung ke lokasi bencana. “Terima kasih atas kehadiran Pemerintah Provinsi NTT dengan Bapak Gubernur bersama rombongan yang meninjau bencana disini. Dan juga terima kasih atas arahan dan bantuan yang diberikan,” kata Korinus.

Baca Juga  Laiskodat: Tidak Semua Orang dapat Kehormatan Seperti Frans Lebu Raya

Wakil Bupati Kupang, Jerry Manafe juga meminta agar masyarakat perlu memiliki kesadaran tinggi untuk menjaga alam agar terhindar dari bencana banjir seperti mengurangi tambang galian C dengan pengambilan pasir di daerah sungai serta juga jangan sembarangan menebang pohon secara liar.

Dalam kegiatan peninjauan bencana juga dilakukan penyerahan bantuan secara simbolis kepada masyarakat korban bencana yang diserahkan secara simbolis oleh Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTT Ambrosius Kodo dan Kepala Dinas Sosial Provinsi NTT Yosef Rasi. Bantuan yang diberikan antara lain yaitu beras, selimut, tenda gulung, penjernih air, kasur, kidsware, makanan anak, makanan siap saji dan lauk pauk siap saji.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Tim Liputan Biro Administrasi Pimpinan dari ketiga Kepala Desa (Desa Nunkurus, Desa Pariti dan Desa Naitae) masing-masing menyebutkan untuk Desa Nunkurus terdapat 156 KK terdampak banjir, sedangkan di Desa Pariti terdapat 196 rumah terendam banjir, dan Desa Naitae terdapat 23 rumah rusak berat, 8 rumah dinyatakan hilang terbawa banjir serta 36 KK terdampak.

Baca Juga  Nyebrang ke Lembata, Bobby Lianto Bawa Investor Hongkong Lihat Potensi Rumput Laut

Dalam peninjauan tersebut, seperti dikutip release Biro AP Setda NTT, Gubernur VBL juga didampingi Ny. Julie Sutrisno Laiskodat, Bupati Kupang Korinus Masneno bersama Wakil Bupati Jerry Manafe, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTT Ambrosius Kodo, Kepala Dinas Sosial Provinsi NTT Yosef Rasi, Kepala Dinas PUPR NTT Maxi Nenabu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT Lecky F. Koli, Kepala BPAD Provinsi NTT Alex Lumba, dan juga Kepala Biro Administrasi Pimpinan Provinsi NTT Prisila Parera serta Kapolres Kupang FX Irwan Arianto. (AP/BOY)

 

HANCUR. Rumah warga yang terkena banjir.

Foto: Biro AP

 

Posting Terkait

Jangan Lewatkan